Taekwondo UNIDA Meraih 10 Medali

Taekwondo UNIDA Meraih 10 Medali

Kediri – Taekwondo Unida mengikuti acara Kejurprov (Kejuaraan Provinsi) se-Jawa Timur pada tanggal 7-8 Oktober 2017. Kejuaraan ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia). Tahun ini Kediri mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah di acara bergengsi ini.

Taekwondo Universitas Darussalam Gontor mengirimkan 11 perwakilannya dari 88 orang peserta se-Ponorogo. Total peserta sejumlah 1.800 yang terdiri dari peserta kadet, prakadet, junior dan senior. Taekwondo Ponorogo bertolak ke Kediri, 1 hari sebelum acara menggunakan 2 bus.

Walaupun baru berusia 1 tahun, Taekwondo Unida berhasil meraih 4 medali emas, 5 medali perak dan 1 perunngu. Rinciannya antara lain untuk tingkat pemula 2 emas dan 5 perak sementara untuk prestasi 2 emas, dan 1 perunggu. “Ternyata usaha kita bisa membuahkan hasil, semoga tahun berikutnya kita bisa lebih dari sekarang”, ungkap Febri Vicky Allen, salah satu anggota Taekwondo UNIDA.

Turnamen Taekwondo ini tidak ada juara umumnya, akan tatapi pemenang diambil dari setiap cabang perlombaan. Turnamen tersebut terdiri dari 2 cabang yaitu Poomsae dan Gyorugi. Poomsae adalah Pertaningan adu jurus sedangkan Gyurogi adalah fighting. Selain sebagai ajang unjuk kebolehan dari masing-masing peserta acara ini juga sebagai alat ukur kualitas serta mengembangkan bakat. Dari Turnamen ini diharapkan peserta bisa mengambil pelajaran dari peserta lainya.

Seperti yang kita tahu Taekwondo merupakan seni bela diri yang berasal dari Korea. Ciri dari seni bela diri ini adalah teletak pada pakainnya yang berwarna putih serta gerakanya yang sederhana di bandingkan degan seni bela diri di Indonesia. Untuk menjadi pelatih Taekwondo, seseorang harus menjalani pelatihan khusus pelatih dan kemudian mendapatkan sertifikat resmi dari “Kukkiwon(World Taekwondo Headquarters)” dan telah mendapatkan ijin dari PBTI.

Setelah mengikuti acara ini, Taekwondo UNIDA diharapkan mengetahui kekuranganya. Lebih berlatih keras secara rutin serta mengetahui kekuatan lawan. “Walaupun banyak peserta pemula, profesionalitas harus ditingkatkan dari sekarang”, ujar Pak Subekti, selaku pelatih Taekwondo UNIDA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *