Syariah Negriku, Jayalah Bangsaku

Syariah Negriku, Jayalah Bangsaku

Bogor – “Syariah Negriku, Jayalah Bangsaku”, merupakan jargon Musyawarah Nasional (Munas) ke XV FoSSEI yang diselenggaraan di Kampus IPB. Acara ini berlangsung selama 5 hari, terhitung dari tanggal 23-27 September 2017.

Munas merupakan acara penting FoSSEI yang dilakukan setiap tahun 1 kali. Tujuan diadakannya Munas adalah untuk memperkuat ukhuwah diantara anggota KSEI seluruh Indonesia. Selain itu juga sebagai penutup kepengurusan FoSSEI pada periode tahun ini. Munas memberikan gambaran bagaimana kinerja FoSSEI selama 1 tahun ini, yang kemudian akan menjadi bahan Rapat Kerja Nasional (Rekernas) pada sesi terakhir.

Tema yang di usung pada Munas kali ini adalah “Developtment & Prospect of Halal Industries”. Dibuka dengan Seminar Internasional oleh Prof. Amin Shaharuddin dengan judul Islamic Social Finance & Halal Industries and How It Can be Constributed In Development” dan pada sesi kedua Irfan Syauqi Beik, p. hD., mendapatkan kesempatan untuk presentasi tantang ‘’The Zakat and Waqf Potential  to Developt Halal Industries”. Kemudian dilanjutkan pada siang hari dengan Seminar Nasional dengan 3 pembicara yaitu Safri Haliding, S.E,. ACC, menyampaikan “Inovasi Halal Industri”, Andreas Senjaya, S. Kom. sebagai CEO iGROW yang memperkenalkan industri halal di bidang pertanian. dan Pak Jordi selaku departement Ekonomi dan Keuangan Syariah BI yang menyapaikan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Halal Industri.

 

Foto Bersma Presnas dan KSEI Baru

                 Foto Bersama Presnas dan KSEI Baru

Peserta Munas tahun ini berjumlah 176 delegasi dari 115 ksei di seluruh indonesia. Jumlah ini meningkat pada tahun sebelumnya, yaitu sekitar 125 delegasi pada Munas XIV di Universitas Brawijaya, Malang. Ksei Unida mengirimkan 5 orang delegasi, mereka adalah Arta Zulian Efendi Ainul Zamarkasyi, Ilham Abadi, Muharrik Fitragana Facreza dan Muhamad Iqbal Munir. Peserta delegasi mulai berdatangan pada hari jumat. Kemudian melakukan cek in sebelum memasuki tempat penginapan yang telah disediakan panitia.

 

Sabtu sore (23/10) dimulailah acara inti yaitu pembahasan AD & ART, Laporan Pertanggungjawaban Presidium Nasional FoSSEI dan panitia agenda nasional pada hari berikutnya. Setelah itu diadakan pemilihan Presidum Nasional dan terhitung ada 13 kandidat yang mencalonkan diri.  Pada hari Minggu dilakukan rapat internal antara presnas lama, calon presnas dan ketua regional untuk menentukan 5 orang yang pantas untuk mengemban amanat sebagai Presidium Nasional periode 2017/2018. Pada waktu yang bersamaan, peserta sidang mengikuti sidang komisi yang terbagi atas 4 komisi, yaitu kelembagaan dan  keuangan, kaderisasi, keilmuan, dan media. Alhamdulillah, terpilih 5 orang Presnas, mereka adalah Arif Nur Hidayat, Agung Wicaksono, Darihan Mubarok, Bastaka Ilham Akbar dan Ainul Fatah Isman.

Pada hari berikutnya dilanjutkan dengan pemilihan tuan rumah anggota nasional. Dengan berbagai masukan dan argumentasi dari peserta sidang, terpilihlah UPI, Bandung sebagai tuan rumah Munas dan UINSU, Medan sebagai tuan rumah Temu Ilmiah Nasional. Malam harinya diadakan Galla dinner di salah satu restoran di Bogor. Setelah 4 hari acara, hari terahirlah yang paling ditunggu oleh peserta. Walaupun Field Trip ke Kebun Raya Bogor ditunda karena hujan, peserta berkesempatan untuk berkunjung ke Istana Kepresidenan Balai Kirti. Bukan hanya liburan, akan tetapi belajar sejarah yang mengingatkan kembali pada perjuangan ke-6 Presiden Indonesia dalam memajukan bangsa khususnya memajukan ekonomi umat.[iqbal munir]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *