Silaturahim ke MUI Pusat, PKU VIII Peroleh Dukungan dan Wejangan Berharga  

Silaturahim ke MUI Pusat, PKU VIII Peroleh Dukungan dan Wejangan Berharga  

JAKARTA–Selasa (3/3) siang, rombongan peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jalan Proklamasi, Nomor 51, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka disertai Direktur PKU UNIDA Gontor, Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A., dan disambut Wakil Ketua Umum MUI, K.H. Ma ‘ruf Amin, beserta Prof. Dr. H. Hasanuddin AF, M.A., Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, dan Dr. H. Asrorun Niam Sholeh, M.A., Sekretaris Komisi Fatwa MUI.

Silaturahim PKU VIII ke MUI Pusat

Silaturahim PKU VIII ke MUI Pusat

Dalam kesempatan berharga ini, Dr. Dihyatun Masqon, M.A. menyampaikan hasil program yang dilaksanakan dalam jangka waktu sekitar enam bulan di UNIDA Gontor, mengingat PKU terlaksana atas kerja sama antara Gontor dan MUI. Program ini telah memasuki tahun ke-8 dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang pada tahun ini. Selain bekerja sama dengan MUI, belum lama ini, PKU UNIDA Gontor juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya.

Di sela-sela laporannya, Direktur PKU UNIDA Gontor memperkenalkan satu per satu peserta PKU angkatan ke-8 tersebut. Mereka telah dibina secara intensif selama lima bulan dengan dibekali berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik tentang keislaman maupun pemikiran-pemikiran Barat. Pada bulan keenam, mereka membawakan karya tulis hasil kajian ilmiah selama lima bulan sebelumnya untuk dipresentasikan di berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi. Dengan 23 tema berbeda yang menjawab tantangan pemikiran Islam, PKU VIII berkeliling Jawa menggelar workshop sebulan penuh, berawal dari Lamongan sejak awal Februari 2015, hingga berakhir di Jakarta dan Banten pada awal Maret 2015 ini.

Mewakili MUI, K.H. Ma‘ruf Amin sangat berbahagia menerima kehadiran PKU UNIDA Gontor. Ia sangat mengapresiasi konsistensi Gontor dalam membina kader umat dan kader ulama hingga saat ini, walaupun MUI tidak bisa berkontribusi sepenuhnya dalam program ini. Tapi, MUI sangat mendukung kelanjutan PKU yang diselenggarakan UNIDA Gontor karena kaderisasi ulama sangat penting sekali untuk menjaga warisan tradisi keilmuan Islam, juga memelihara umat dan akidah Islam. Apalagi, kata beliau, ulama kian langka, sebagian telah memasuki usia uzur, bahkan banyak yang telah meninggal.

“Kita tidak hanya membutuhkan ulama yang paham Al-Qur’an dan Hadis, Fiqh, dan lain sebagainya, tapi juga harus menguasai tantangan pemikiran yang menyerang Islam. Karena itu, MUI sangat senang dengan adanya PKU UNIDA Gontor yang secara khusus melawan pemikiran-pemikiran Barat menyesatkan,” ujar K.H. Ma ‘ruf Amin di hadapan 23 peserta PKU VIII.

Beliau juga mengatakan, orang-orang yang membela kebenaran harus tetap ada di setiap zaman dan di setiap tempat. Pemegang jabatan Ketua Bidang Fatwa ini berharap mereka lahir dari proses pendidikan yang berkelanjutan dalam tradisi keilmuan Islam. Bukan orang-orang yang berdakwah tanpa bekal keilmuan. Ia mengeluhkan menjamurnya dai-dai yang dibesarkan media. Padahal, mereka hanya berbekal kursus beberapa bulan.

“Banyak dai yang tidak dibekali keilmuan. Kami cukup senang dengan maraknya dakwah Islam, tapi kami juga khawatir jika Islam tidak disampaikan dengan sebenar-benarnya,” katanya.

Di akhir wejangannya, K.H. Ma‘ruf Amin mendoakan kesehatan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., yang juga masih menjabat sebagai salah satu Ketua MUI Pusat bersama beliau. “Kami selalu berdoa, semoga Ustadz Syukri senantiasa dilimpahi kesehatan oleh Allah agar bisa berjuang kembali bersama kami,” harapnya.*elk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *