Selamat Datang Rektor International Islamic University of Malaysia (IIUM) di Universitas Darussalam Gontor

Selamat Datang Rektor International Islamic University of Malaysia (IIUM) di Universitas Darussalam Gontor

UNIDA Gontor – Dalam rangka konferensi bersama (joint conference), UNIDA Gontor kedatangan tamu spesial pada kesempatan kali ini. Ialah Rektor International Islamic University of Malaysia (IIUM), Prof. Tan Sri Dato’ Dzulkifli Abdul Razak beserta istri.

Selain itu, turut serta hadir Prof. Dr. Mohd. Mumtaz Ali, Dr. Zainal, Dr. Majdan bin Alias, Dr. Noor Amali bin Mohd Daud, Dr. Nur Suriya binti Mohd Nor, Dr. Adibah binti Abdul Rahim, Dr. Che Amnah binti Bahari dan Dr. Amilah binti Awang Abd Rahman.

Kamis Sore, 1 Agustus 2019, sekitar pukul 15.45 WIB, para rombongan dari IIU Malaysia tiba mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Dengan di jemput langsung oleh beberapa dosen UNIDA Gontor yang akan turut menghantarkan sampai kampus Universitas Darussalam Gontor.

Para tamu spesial kali ini juga sebagai para pembicara International Conference On Religious Issues In Indonesia And Malaysia (ICRIIM), yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Agustus 2019 dalam bentuk Kuliah Umum (Studium Generale) dan Diskusi Panel.

Tepat pada pukul. 18.47 WIB rombongan tiba di UNIDA Gontor dan disambut langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin; al-Ustadz. H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls. dan para dosen lainnya tepat didepan UNIDA Gontor Inn.

Program konferensi bersama (joint conference), diadakan sebagai tindak lanjut dari MoU yang sudah berjalan antara UNIDA Gontor dan IIU Malaysia. Melalui Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor dengan Department Usul al-Din and Comparative Religion Kulliyyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences (IRKHS) IIU Malaysia. Tujuan dari diadakannya acara ICRIIM untuk mengungkap secara akademik sejumlah topik diskusi keagamaan antar Indonesia-Malaysia. Beberapa tema yang ditawarkan dalam diskusi panel misalnya: keberagaman agama (religious diversity), konservatisme dan populisme agama (religious conservatism and populism), metodepenelitianstudi agama dalam Islam (Islamic methodology on study of religions), Dialog antar Agama (Interreligious/Interfaith dialogue), Agama di dunia Digital dan Industri 4.0 (Religion in Cyberspace and/or Industry 4.0), Tasawwuf (Sufism), Tafsir dan Ta’wil (Qur’anic commentaries and interpretations,  hinggaisuradikalisme (religious radicalism and counter narratives), dan termasuk , terorisme dan ekstrimismekekerasan (terrorism and violent extremism). (Joko Kurniawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *