Sekertaris MUI Jatim : “7 Syarat Menjadi Seorang Mu’min Yang Kuat”

Sekertaris MUI Jatim : “7 Syarat Menjadi Seorang Mu’min Yang Kuat”

UNIDA Gontor – Ada 7 syarat yang harus dimiliki seorang mukmin agar menjadi mu’min yang kuat. Diantaranya, menurut Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Mochammad Yunus, S.IP. M.Pd.I, pertama, Kuat Fisiknya.

“Jika anda sakit-sakitan bisa tidak melaksanakan ibadah umrah? begitu juga haji, qiyamul lail dan puasa, apabila tidak memiliki fisik yang kuat dan sehat, tidak mungkin bisa melakukan semua ibadah tersebut dengan baik” Ujar Ustadz Yunus, sapaannya, dalam kajian ilmiah menanti datangnya berkah (INDAH) di Masjid Jami’ Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Jum’at (18/05/2018), 2 Ramadhan 1439 H.

Ustadz Yunus Melanjutkan penjelasannya, Bagaimana mungkin kita dapat menyelesaikan persoalan umat sementara kondisi fisik kita dalam kedaan sakit, oleh karena itu fisik kita harus sehat dan kuat. Almu’minu qowiyun khoirun wa ahabu ila Allah minal mu’min addhoif. Yang kedua adalah menguatkan ekonomi/finansial “Kalau anda tidak punya uang/finansial bisa tidak menunaikan ibadah haji, berinfak, berzakat dan bersedekah, bisa bersedekah pun tetapi nominalnya sedikit” Begitupula dengan berdakwah, butuh biaya agar jangkauan dakwahnya semakin luas dan dapat merambah ke plosok daerah-daerah terpencil. Terangnya.

Yang diperkuat setelah fisik dan ekonomi adalah Ilmu, “Bagaimana kita dapat memenangkan kompetensi dan persaingan sementara tidak memiliki kapasitas keilmuan yang cukup, umat Islam harus mampu bersaing, memenangkan kompetisi, sehingga tidak mudah diakali oleh yang lain, dengan ilmu pula kita dapat menyusun rencana yang baik dan mampu menyentuh dakwah ke berbagai kalangan”. Tuturnya

Keempat, Menguatkan Aqidah, Diera sekarang ini sungguh luar biasa, pengalaman saya di MUI dalam menangani gerakan permurtadan berlangsung secara terus menerus, hal ini seperti ada grand design yang sengaja di buat untuk melemahkan umat Islam.

Kelima, Menguatkan Tekad, Komitmen dan Kemaun, Jangan sampai kita sebagai umat Islam tidak memiliki komitment menjalankan agama  secara baik, bagaimana mungkin muncul umat yang kuat sementara komitmen mereka terhadap ajaran syari’at Islam nyinyir sehingga muncul libralisme, sekularisme dan pluralisme. Dan semua itu harus ada yang mengkonter. Ada upaya keras untuk meliberalisasi di berbagai bidang termasuk agama.

Keenam, Ibadah, Ini momentum yang pas bagi kita untuk kemudian melakukan penguatan-penguatan, karena setiap ibadah yang kita lalukan ini, Allah swt memberikan ganjaran berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Ketujuh, Mu’min Harus Kuat Politiknya, Kalau kita menyadari bahwa jumlah kita ini banyak dan kita komitmen satu komando yang sama untuk mengusung pemimpin pastinya akan menang, namun faktanya tidak, sebanyak 87 % umat Islam dipecah belah.

Lanjutnya, Politik ini juga kadang-kadang kita terbelah, ada yang bilang jangan berkecimpung di dunia politik karena politik itu kotor, jika kita tidak peduli dengan politik maka proses politik akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang tidak perduli terhadap umat Islam. Oleh karena itu kita harus terlibat dalam proses politik, paling tidak kita ikut berkontribusi dalam rangka memilih pemimpin terbaik. Pesannya kepada para hadirin

Majlis Ulama mengeluarkan fatwa tentang tentang urgensi memilih pemimpin, kalau didalam pemilu kada memiliki kriteria beriman, bertakwa dan berakhlak, memiliki sifat shidiq, amanah, tabligh dan fathonah maka wajib bagi umat Islam memilih.

Oleh karena itu saudara-saudarku sekalian, sekarang ini kita harus peduli terhadap politik, Jangan sampai ketidak pedulian terhadap proses politik melahirkan wakil-wakil di DPR, pemimpin-pemimpin di kabupaten, daerah maupun pusat, pemimpin yang tidak peduli terhadap Islam Naudzubillah mindzalik, Demikian Ungkap Ustaz Yunus mengakhiri kajiannya. [H.Wafi/Ed. Indra]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *