Safari Dakwah Ramadhan Internasional di Kroasia: Jembatan Budaya antara Indonesia dan Kroasia

Safari Dakwah Ramadhan Internasional di Kroasia: Jembatan Budaya antara Indonesia dan Kroasia

“Islam memberikan warna yang sangat kental pada budaya Indonesia,” papar Ust M. Taufiq Affandi, M.Sc., dosen Universitas Darussalam Gontor, di depan para pemuda di Islamic Center Rijeka, Kroasia, Kamis (30/5/2019).

Kunjungan ke Islamic Center yang berada di kota pesisir bernama Rijeka ini merupakan kegiatan di hari keempat Safari Dakwah Ramadhan Internasional di Kroasia yang merupakan hasil kerja sama Universitas Darussalam Gontor dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Zagreb, Kroasia.

Kegiatan Safari Dakwah Internasional (SADAR Int’l) ke Kroasia ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya pada tahun 2018, Universitas Darussalam Gontor melalui Markaz Dakwah Nasional dan Internasional (MADANI) bekerjasama dengan KBRI Zagreb menghadirkan Ust Akrim Mariyat, Dipl A.Ed. dan Ust Khoirul Umam, M.Ec.

Selain untuk menyemarakkan kegiatan bulan Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jembatan budaya antara Indonesia dan Kroasia, khususnya mempererat silaturahim muslim Indonesia dan Kroasia.

Selesai dibangun pada 2013, Islamic Center Rijeka ini merupakan satu dari 2 Islamic Center yang berada di Kroasia.

Bersama Imam Masjid Islamic Center Rijeka, Kroasia

Rombongan Safari Dakwah ini terdiri dari 7 orang, Ust M. Taufiq Affandi selaku utusan dari Universitas Darussalam Gontor; Pak Henry Soratangsu, Bu Arie Fitria, Bu Wirdah Habsyi, dan Mr Yusuf dari Kedutaan Besar Indonesia di Zagreb; serta Pak Adi Nurhadiyatna dan Pak Khoirul Anwar, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di University of Zagreb.

Rombongan diterima oleh Imam Masjid Rijeka beserta Ammar Đikić, putra Imam Masjid yang baru saja menyelesaikan Program Bahasa Arab di Qatar University, dan juga keluarga besar Islamic Center Rijeka.

“Alhamdulillah saat di Qatar, saya juga bertemu dengan Hilmy dan Ifa, utusan dari Universitas Darussalam Gontor yang menjadi peserta Program Bahasa Arab,” tutur Ammar. Sebagaimana diketahui, Universitas Darussalam Gontor mendapat beasiswa untuk 2 orang mahasiswa setiap tahunnya untuk mengikuti Program Bahasa Arab di Qatar University.

Warna Islami pada Budaya Indonesia

Dalam kesempatan menanti berbuka, Ust Taufiq sempat menyampaikan public lecture tentang bagaimana Islam mewarnai kebudayaan Indonesia.

Menurutnya, warna budaya tersebut dapat terlihat pada performing arts seperti Tari Saman, marawits, hadrah. Di mana bentuk kebudayaan tersebut menjadi sebuah sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islami kepada pemuda serta menjadi sarana menyebarkan pesan Islam.

Public Lecture tentang Warna Islam dalam Budaya Indonesia, dihadiri Imam Masjid Islamic Center Rijeka dan para pemuda.

Warna budaya, lanjutnya, juga tampak dalam segi arsitektur dan tata kota. “Salah satu bentuk yang menarik adalah struktr tata kota di Indonesia di mana masjid, alun-alun, dan kantor pemerintahan berada bersama-sama di jantung kota.”

Ia kemudian juga menjelaskan bahwa terdapat warna Islami pada berbagai jenis kebudayaan lainnya seperti literatur dan film, senjata tradisional, makanan, berbagai kegiatan unik di bulan Ramadhan, hingga bahasa.”

“Terdapat lebih dari 3000 kosa kata bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa Arab,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam buka puasa di restoran Islamic Center yang dipermanis dengan kehadiran Teh Turki dan “Salep”, minuman hangat yang menjadi minuman khas Turki, Sarajevo, serta Bosnia & Herzegovina yang terbuat dari akar anggrek, susu, dan taburan kayu manis. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *