Prof.Dr. Muhammad Muhammad Imam Daud Awali Seminar Internasional dengan Forum Group Discussion (FGD)

Prof.Dr. Muhammad Muhammad Imam Daud Awali Seminar Internasional dengan Forum Group Discussion (FGD)

UNIDA GONTOR – Pengembangan keilmuan bagi mahasiswa adalah merupakan salah satu tujuan utama pendidikan Perguruan tinggi pesantren. Diantara bentuk kegiatan penunjang tujuan tersebut adalah seminar dan pelatihan dalam bidang-bidang yang sesuai dengan konsentrasi mahasiswa. Untuk itu program studi Pendidikan Bahasa Arab bekerjasama dengan Lembaga Bahasa UNIDA Gontor memprakarsai kegiatan pengembangan keilmuan mahasiswa melalui seminar internasional tentang bahasa Arab dan pelatihan Balaghah Qur’aniyah.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 21 sampai 23 September 2017 di dua tempat yang berbeda yaitu kampus putri UNIDA Gontor di Mantingan Ngawi dan di kampus putra UNIDA Gontor Ponorogo. Adapun kegiatan dimasing-masing tempat terbagi menjadi dua kegiatan utama yaitu seminar internasional tentang bahasa Arab dan pelatihan Balaghah Qur’aniyah. Adapun pembicara utama dalam seminar internasional dan pelatihan balaghah adalah Prof.Dr. Muhammad Muhammad Imam Daud dari Mesir. Beliau  adalah professor linguistik Arab di fakultas sastra Universitas Terusan Suez dan saat ini menjabat sebagai ahli bahasa Arab Mesir. Kedatangan beliau di UNIDA Gontor adalah salah satu program rihlah ilmiyah beliau di beberapa tempat di Indonesia seperti UGM Yogyakarta, UIN Malang, UPI Bandung dan ITB Bandung.

Program rihlah ilmiyah beliau di UNIDA Gontor kampus pusat diawali dengan pembekalan kepada peserta kaderisasi ulama  (PKU UNIDA Gontor) dan mahasiswa Pascasarjana PBA UNIDA Gontor Ponorogo  dalam format Forum Group Discussion (FGD) agar tercipta suasana interaktif antara beliau dan peserta. Dalam acara yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 22 September 2017 di Hall CIOS UNIDA Gontor ini, beliau menyampaikan pentingnya perlombaan dalam kebaikan untuk menghindarkan umat manusia dari kesesatan dan fitnah zaman dengan mentadaburi ayat-ayat Al Qur’an.

Kemudian tema yang diangkat pada Forum Group Discussion ini adalah tentang bantahan Al-Qur’an terhadap pemikiran yang syubhat dan menyimpang. Diantara beberapa point yang dibahas oleh Prof.Dr. Muhammad Muhammad Imam Daud adalah pertama, Terorisme bukan bagian dari ajaran Islam. Kedua,   Al-Qur’an sebagai hujjah bersandar pada bukti aqli, ilmi, historis, maqasid,  dan linguistik. Ketiga, Ilmu adalah penguat dan bukti terpercaya dan otentik. Keempat, Allah melarang sesuatu bukan untuk larangan, akan tetapi untuk menjadi pelindung. Kelima, Barang siapa yang mengingatkanmu atau menegurmu tentang suatu hal yangg terlarang sebelum itu terjadi, sesungguhnya ia telah berbuat baik padamu.

Selanjutnya Prof.Dr. Muhammad Muhammad Imam Daud mengatakan Ada empat  hal yang menyebabkan terjadinya penyimpangan dalam memahami Al-Qur’an yaitu hawa nafsu,  keterbatasan/ tidak memiliki ilmu, kepribadian yang tertipu dan pergaulan yang salah. Diujung pembicaraan beliau berpesan agar bisa selamat dari hal tersebut diataranya, bergaul dengan ahli ilmu/ulama, bertanya kepada ulama ketika tidak paham, meminta penjelasan apabila mendapat kabar tertentu, tidak menjadikan dunia maya  ( mesin pencari di Internet ) semisal google sebagai landasa dan Sumber ilmu dan berteman degan pecinta ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *