Prodi ILKOM Adakan Studi Akademik “An Unforgettable Journey to Understanding Communication Studies”

Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) mengadakan studi akademik ke beberapa instansi yang berada di daerah Solo dan Yogyakarta pada hari Rabu (4/5) hingga Kamis (5/5). Studi Akademik diikuti oleh segenap mahasiswa ILKOM semester dua. Beberapa instansi yang dikunjungi adalah Syariah Hotel Solo, Monumen Pers Nasional, dan Adi TV.

Rombongan yang terdiri dari 5 orang dosen dan 33 orang mahasiswa itu berangkat pada hari Rabu (4/5) pukul 02.00 dini hari. Setibanya di Solo, lokasi yang pertama dikunjungi yaitu Syariah Hotel Solo. Disana, mahasiswa ilmu komunikasi belajar mengenai Public Relations (kehumasan) dengan seorang PR dari hotel tersebut bernama Paramitha Sari Indah. Beliau menjelaskan betapa pentingnya posisi PR untuk membangun citra yang baik dalam sebuah perusahaan. Selain itu, beliau juga menyampaikan cara-cara untuk menjadi seorang PR yang baik, “seorang PR yang baik harus tulus dalam mengerjakan setiap tugasnya, apalagi ketika berbicara di hadapan publik, karena tulus atau tidaknya seorang PR akan terlihat ketika ia berbicara, meskipun ia tidak menyadarinya.” Pesan wanita yang biasa dipanggil Mita tersebut.

Setelah menyelesaikan kunjungan di Syariah Hotel Solo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Monumen Pers Nasional yang terletak di Solo. Tempat ini merupakan satu-satunya tempat yang menyimpan berkas-berkas pers dari sejak zaman belanda hingga sekarang secara lengkap dan tersusun rapi. Disana para mahasiswa belajar mengenai sejarah berkembangnya pers di Indonesia, alat-alat pers yang digunakan pada zaman dahulu, dan tata cara pengawetan berkas-berkas lama agar bisa dibaca hingga beberapa tahun ke depan. Saat ini, Monumen Pers Nasional tidak hanya berfokus untuk menyimpan berkas-berkas lama, tapi juga mengumpulkan berkas baru dari berbagai media di seluruh Indonesia. “Belakangan ini para pakar media sadar bahwa berkas pers mungkin dianggap biasa pada era sekarang, tapi itu akan sangat berharga di masa mendatang, karena orang-orang nantinya ingin mengetahui perkembangan pers yang terjadi. Oleh karena itu, kita juga mengumpulkan berkas yang baru.” Ujar salah seorang staf Monumen Pers Nasional itu.

Keesokan harinya, para mahasiswa mengunjungi ADi TV, stasiun televisi keempat di Yogyakarta. Stasiun televisi ini adalah televisi islami yang dipelopori oleh petinggi Muhammadiya, namun tak jarang petinggi Nahdlatul ‘Ulama (NU) juga ikut berkontribusi di televisi ini. Disana para mahasiswa belajar mengenai proses produksi sebuah siaran televisi, mulai dari praproduksi, ketika produksi, dan juga pascaproduksi. Para mahasiswa juga belajar sedikit mengenai rencana akan munculnya televisi digital menggantikan televisi analog yang ada saat ini. “Secara teknis kami sudah siap untuk menghadapi itu, mungkin masalahnya adalah para personel kami yang di bagian transmisi akan sedikit dikurangi.” Kata Pak Jeronimo, seorang pegawai Adi TV yang bertugas di bidang edukasi tersebut.

Kunjungan ke ADi TV merupakan agenda terakhir dalam rangkaian Studi Akademik ini. Namun sebelum kembali ke Kampus UNIDA Gontor, para mahasiswa diajak untuk berwisata alam dengan mengunjungi Goa Pindul. Barulah sekitar pukul 23.00, mereka tiba kembali dengan selamat di kampus UNIDA.

Dengan selesainya studi akademik ini, diharapkan para mahasiswa dapat memahami dan mengembangkan pengetahuannya mengenai ilmu komunikasi. Selain itu, para mahasiswa juga dapat mengambil pelajaran dari para profesional yang bengalaman. Semoga studi akademik ini menjadi pemicu kesuksesan para mahasiswa dan juga mendongkrak kemajuan UNIDA Gontor kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *