PPM Darunnajat Bumiayu Lepas PKU VIII ke Jakarta

PPM Darunnajat Bumiayu Lepas PKU VIII ke Jakarta

TEGAL–Sebelum melanjutkan safari workshop-nya ke Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor rombongan Semarang bersilaturahim ke Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat Bumiayu, Sabtu (28/2). Sehari sebelumnya, mereka sempat menggelar workshop di PPM Daaru Ulil Albaab di Tegal, Jum‘at (27/2).

Pada Jum‘at yang sama, pagi hari, rombongan PKU VIII yang berada di Bandung berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam Garut sekaligus diminta mengadakan workshop. Siangnya, mereka mengadakan workshop di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Garut.

Workshop yang digelar di Daaru Ulil Albaab dihadiri guru-guru dan segenap siswa akhir. Mereka menyimak dua pembicara dari peserta PKU VIII, Abdul Wahid dan Ahmad Sofyan Hadi. Masing-masing membawakan tema berjudul “Pluralisme dalam Pandangan Agama-agama di Indonesia” dan “Problem Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam”. Di Bumiayu, PKU VIII juga menggelar workshop di sela-sela acara silaturahim, dengan dua pemateri, yaitu M. Aqil Azizy dan Ahmad Khaerurrozikin. Tema yang mereka bawakan berjudul “Liberalisasi Kurikulum Pendidikan” dan “Problem Sosiologis Pluralisme Agama di Indonesia”.

Sementara pembicara di Darussalam Garut adalah Harisman dan Zuhdi Abdillah. Tema berjudul “Wanita dalam Perspektif Syi‘ah” dibahas oleh Harisman, sedangkan Zuhdi membahas tentang “Kritik Terhadap Pemikiran Homoseksual Irshad Manji”. Di STAI Persis, Harisman kembali menjadi pembicara bersama Mahmud Budi Setiawan yang menyampaikan materi berjudul “Analisa Kritis Studi Hadits Kaum Feminis”.*elk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *