PKU VIII Kunjungi Majalah Suara Hidayatullah Sekaligus Seminar di IIQ dan UIA Jakarta

PKU VIII Kunjungi Majalah Suara Hidayatullah Sekaligus Seminar di IIQ dan UIA Jakarta

JAKARTA–Sebelum menggelar seminar di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) dan Universitas Islam As-Syafi‘iyah (UIA), peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor meluangkan waktu berkunjung ke Kantor Redaksi Majalah Suara Hidayatullah di Jakarta, Jum‘at (6/3) pagi. Kedatangan mereka disambut Pemimpin Redaksi, Dadang Kusmayadi, dengan sangat ramah.

Salah satu majalah Islam yang diterbitkan PT. Lentera Jaya Abadi ini diperkenalkan kepada peserta PKU VIII sebagai majalah yang menyuarakan dakwah Islam. Menurut sejarahnya, majalah ini bermula dari sebuah buletin yang dikeluarkan Pesantren Hidayatullah di Balikpapan, kemudian berkembang menjadi majalah sejak tanggal 15 Mei 1988. Kantor redaksi pun pindah ke Surabaya, hingga akhirnya dibukalah kantor perwakilan redaksi di Jakarta pada tahun 1994.

Kemudian majalah ini semakin eksis di dunia online. Sejak Januari 1996, isi Majalah Suara Hidayatullah mulai bisa diakses melalui jaringan internet. Awalnya, majalah ini masih menumpang di sebuah situs milik seorang mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Inggris. Namun, tidak lama kemudian pada bulan Oktober di tahun yang sama, Majalah Suara Hidayatullah sudah memiliki situs sendiri.

Menurut Dadang, dakwah melalui media tulis sangat penting, apalagi jika bisa dilakukan secara online. Melalui media cetak berupa majalah maupun media online berupa website atau blog, jangkauan dakwah bisa lebih luas dan efektif. Karena itulah umat Islam harus pandai memanfaatkan media ini. Untuk itu pula, Dadang mengharapkan peserta PKU bisa berkontribusi mengirimkan tulisan ke Majalah Suara Hidayatullah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Harapan Pemimpin Redaksi Majalah Suara Hidayatullah tersebut diamini oleh para peserta PKU VIII. Mereka akan berupaya menyumbangkan pemikiran untuk umat Islam melalui majalah yang juga berkantor di Kota Surabaya tersebut.

Setelah bersilaturahim ke Majalah Suara Hidayatullah, PKU VIII mengadakan workshop di IIQ dan UIA pada Jum‘at siang itu. Tiga pembahasan menarik disampaikan tiga peserta PKU VIII di masing-masing tempat. Ketiga pembicara di IIQ adalah Mahmud Budi Setiawan dengan tema berjudul “Analisis Kritis Studi Hadis Kaum Feminis”, M. Shohibul Mujtaba dengan judul temanya tentang “Konsep Ikhtilaf dalam Islam”, dan Muryadi yang membawakan judul pembahasan mengenai “Ijtihad dalam Tahqiqu al-Manath”.

Tiga pembicara lainnya berkesempatan mengisi di UIA. Mereka adalah M. Faqih Nidzom, Cecep Supriadi, dan Harisman. Pembicara pertama membahas tentang konsep ilmu pengetahuan dalam Islam. Pembicara kedua menjelaskan relasi Islam dan negara. Sedangkan pembicara ketiga mengungkap kedudukan wanita dalam perspektif Syi‘ah.*elk

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *