PKU VIII Gali Ilmu dan Pengalaman dari Haji Bisri

PKU VIII Gali Ilmu dan Pengalaman dari Haji Bisri

GRESIK–Sebelum melanjutkan workshop di daerah Tapal Kuda dan Malang, rombongan Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyempatkan diri bersilaturahim ke kediaman H. Bisri Ilyas, Sabtu (14/2) sore. Kesempatan menimba ilmu dan pengalaman dari seorang santri Gontor yang menjadi pengusaha sukses di Gresik ini tidak bisa dilewatkan. Selain menyambung silaturahim, Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. dan Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A. yang turut serta menemani rombongan berharap peserta PKU VIII termotivasi dan terinspirasi oleh kisah Haji Bisri dalam menjalani perjuangan hidup.

Haji Bisri sangat terkenal di Gresik. Ia sukses menekuni bisnis, terutama sebagai pengembang perumahan. Aset bangunan dan tanah miliknya tersebar di mana-mana. Dialah pemilik Komplek Perumahan Bhakti Pertiwi, Gresik Kota Baru, Pondok Permata Suci, Multi Sarana Plaza, dan lain sebagainya. Selain itu, dia juga memiliki Armada Bus Moedah, truk pengangkut semen CV Bumi Gresik yang berseliweran di jalan-jalan itu pun miliknya.

Pria yang lahir di Gresik pada tanggal 23 Agustus 1936 silam ini mengaku, kesuksesan yang mengiringinya hingga saat ini tidak terlepas dari pendidikan Gontor yang ia dapatkan. Selama tiga tahun belajar di Gontor, menimba ilmu dari Pak Sahal dan Pak Zar sejak tahun 1951, Haji Bisri meraih hikmah terbesar dalam perjalanan hidupnya. Bakat kepemimpinannya pun muncul dengan menjadi ketua tim-tim olahraga di Gontor. Luasnya pergaulan telah membuka wawasan baru baginya. Ia juga mendapatkan pelajaran etika dan cara menghargai orang lain yang kelak menjadi salah satu sumber inspirasi bisnisnya. Intinya, ia seperti menemukan masa depan baru di Gontor.

“Sejak di Gontor, saya mengubah diri. Pikiran dan wawasan saya menjadi kian terbuka melalui pendidikan dan pergaulan. Saat itulah saya bertekad untuk menjadi orang yang pandai dan berpikiran maju,” ujar Haji Bisri.

Walaupun hanya tiga tahun belajar di Gontor karena sang ayah meninggal dunia dan ia diminta pulang untuk menopang keluarga, namun kenangan indah belajar di “kampung damai” tak pernah terlupakan. Dengan bangga, ia mencatatkan diri sebagai alumni Gontor dan menyediakan diri menjadi koordinator perwakilan alumni Gontor di Gresik. Ilmu dari Gontor ia amalkan dengan baik. Walaupun ia tekun berbisnis, tapi ia tetap ingat pesan Pak Zar untuk tetap berdakwah di mana saja. Maka, bisnisnya tidak lepas dari tujuan dakwah.

Haji Bisri berpesan kepada 23 peserta PKU VIII yang ada di hadapannya, “Dalam menjalani hidup, yang penting adalah bersikap jujur dan yakin kepada Allah. Kejujuran itu penting dan kepercayaan harus dijaga karena itulah bekal kesuksesan dalam hidup. Satu lagi, jangan takut! Kalian harus berani menjalani hidup. Jangan pernah takut kecuali kepada Allah.”

Pesan Haji Bisri ini mengiringi langkah para peserta PKU agar tidak ragu melanjutkan perjuangan mereka. Perjalanan mereka masih panjang dan mereka masih perlu banyak belajar agar bisa menjadi ulama tumpuan umat. Ilmu dan pengalaman Haji Bisri menjadi cerminan bagi mereka dalam mewujudkan misi Islam di kemudian hari.*elk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *