PKU IX Gontor Adakan Seminar di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta

PKU IX Gontor Adakan Seminar di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta

YOGYAKARTA- rombongan program kederisasi ulama (PKU) UNIDA Gontor di sambut hangat oleh ketua Pendidikan Ulama Tajrih Muhammadiyah dan para mahasiswa (PUTM)Yogyakarta, sabtu (23/1/2016)malam. Pada kesempatan ini, Ust. Khoirul Umam,M.Ec dan Ust. Fuad M Zein, M.A selaku pembimbing progam kaderisasi ulama’ (PKU) Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) turut ikut serta dalam membentuk ulama’ yang intelek dan berkualitas. Ulama pada dasarnya adalah salah satu ciri khas dari agama islam yang berdakwah untuk menujukan pada yang benar, selain itu ulama adalah salah satu warisan dari nabi dan untuk itu kita di tuntut untuk memainkan peran para nabi. Acara seminar ini akan di paparkan secara langsung oleh tiga pemateri.

Pembicara pertama akan disampaikan oleh Hafidz Nasution dengan tema “konsep hadist shohih perspektif sunni-syi’ah”. Beliau menjelaskan bahwa, sunni memandang hadist adalah segala sesuatu yang telah disampaikan rosul baik melalui perbuatan, perkataan, dan takrirnya. Sedangkan syi’ah memandang hadist sebagai segala sesuatu yang di ambil dari imam ma’sum dari perkataan, perbuatan dan sebagainya. Hadist shahih adalah hadist yang tersambung sanadnya dari awal sanadnya sampai akhir dari perowih yang adil. Syarat hadist shahih : bersambung, adil (islam, baligh, aqil, taqwa), dhabith (kuat), tidak syat (tdk janggal). Adil menurut syiah yaitu mempercayai imam,dan konsep hadist nya tidak konsisten dalam epistimologi hadist.

M.Syamsul Arifin sebagai pembicara kedua dengan tema “konsep adil dalam hukum waris islam”. Beliau menjelaskan bahwa, peradaban islam akan berkembang bila background keluarga itu baik juga dalam pembagian warisan. Konsep dan keadilan dalam waris islam adalah hukum waris dalam pra islam dahulu perempuan dianggap sebagai barang, perempuan dan anak-anak tidak mewarisi, pewarisan dengan sebab sumpah, dengan ini kita mengetahui konsep keadilan hukum waris dalam islam. Konsep adil itu sendiri mendifinisikan adalah konsisten untuk menjalankan perintah dan larangan. Orientasi hukum waris islam ada 3 : kekerabatan antara pewaris dan ahli waris, waktu kehidupan keturunan pewaris, beban harta. Kenapa laki-laki harat waris 2:1 karena laki-laki ini akan meneruskan kehidupan saudara perempuannya. Kesimpulan keadilan dalam islam bukan berarti persamaan atau penyesuaian terhadap keadaan dan realitas zaman.

Pembicara terahir disampaikan oleh M.Habiburahman dengan tema “ poligami vs mut’ah”. Beliau menjelaskan secara rinci bahwa, sebab-sebab seseorang berpoligami :1.didalam rumah belum mempunyai anak 2.haid lebih cepat datangnya bagi perempuan 3. Jumlah kaum wanita lebih banyak dari kaum laki-laki. Syarat dalam qur’an sudah ada di surah an-nisa :3. Beliau juga menjelaskan kontroversi kawin mut’ah atau kawin kontrak adalah pernikahan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan kedua pasangan. Mut’ah dalam shi’ah menganggap larangan mut’ah berasal dari Umar RA, bukan bersumber dari Rasulullah SAW. Dampak negative dalam shi’ah yaitu menghalalkan apa yang di haramkan Allah SWT.

Kesimpulan maka jelaslah mut’ah bahaya baik dari sisi kehidupan beragama,kemasyarakatan, dan moral. Oleh karena itu maka Rasululah SAW mengharamkannya, islam menganjurkan berpoligami untuk memberikan solusi yang indah dalam mencegah terjadinya kerusakan moral umat manusia dan untuk melindungi dan menjaga harga diri wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *