PKU IX Adakan Seminar di Surabaya (STAI Luqman Al-Hakim dan ITS)

Di Surabaya para peserta PKU Gontor mengadakan seminar di STAI Luqman Al-Hakim dan selanjutnya adalah Institut Teknologi Sepuluh November. Berada di dua tempat ini para peserta PKU Gontor dituntut agar bisa memberikan ilmu-ilmu islam yang telah mereka pelajari , agar ilmu mereka tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, akan tetapi dapat bermanfaat juga bagi orang lain.

Untuk medan dakwah yang pertama yaitu STAI Luqman Al-Hakim, di tempat ini ustad Wandi Bustomi mengangkat judul “Kritik Terhadap Konsep Ar-Ra’jah Dalam Syiah”, yang mana sesuai dengan judulnya beliau membahas tentang konsep Ar-Raj’ah dalam golongan Syiah. Tidak kalah menarik, pembicara kedua yaitu ustad Abdul Mun’im membawakan materi yang berjudul “Perbedaan Ushul-Furu’ Dalam Wacana Ikhtilaf”. Pembicara yang ketiga adalah ustad A. Zakky Mubarok yang materinya  menarik perhatian para peserta seminar, beliau membawakan materi berjudul “Homoseksual Menurut HAM dan Agama-Agama”. Para peserta seminar sangat antusias sekali dalam mengikuti acara ini, hal ini dibuktikan dengan banyak sekali pertanyaan yang peserta seminar lontarkan  berkenaan dengan hal-hal yang sebelumnya di presentasikanyang tidak kalah menariknya. Dan hal ini pun di tanggapi oleh para pemateri dengan  antusiasnya mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

Di medan dakwah yang kedua tidak kalah menariknya di tempat yang pertama, berada di gedung pertemuan milik Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya para pemateri menyampaikan materi yang telah mereka pelajari. Di tempat ini juga mempunyai tiga pembicara   yang tidak kalah menariknya dengan tempat yang pertama, mereka adalah ustad M. Ya’qub Mubarok yang membawakan judul “ Problem Teologis Pada Ideologi Komunisme”, selanjutnya adalah ustad Taqiyuddin dengan judul “ Kebebasan Beragama Dalam Islam”, dan yang terakhir adalah ustadz Sultan Zakaria yang membawakan materinya dengan judul “Toleransi Menurut Islam” .

Kedua tempat tersebut memberikan kesan tersendiri karena kedua tempat tersebut menjadi tempat terakhir bagi para peserta PKU Gontor dalam berdakwah di wilayah Surabaya sebelum mereka melanjutkan dakwah mereka di kota Surakarta nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *