PKU Gontor Adakan Seminar di Universitas Djuanda Bogor

Bogor (27/16) Universitas Djuanda Bogor menyambut kedatangan Progam Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) dalam rangkaian lanjutan seminar ilmiah kajian islam kontemporer.  Acara yang di laksanakan di hall Djuanda  yang tepatnya di  Fakutas Ekonomi  Islam ini  di  buka oleh Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I selaku Ketua Direktur LP2T.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “Perang pemikiran harus benar-benar di kaji karena kebanyakan pemikiran yang berkaitan dengan agama, menggunakan kata-kata simbol dalam islam untuk merusak hakikat keindahan agama islam, seperti Gavatar, Terorisme, mereka menggunakan kata jihad untuk merusak hakikat keindahan agama islam. Maka UNIDA Gontor datang dengan membawa pemikiran islam yang berlandaskan Tauhid, hal ini lah yang sangat diperlukan umat islam saat ini.

Sambutan kedua oleh wakil rektor UNIDA gontor Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A. dalam hal ini beliau menyampaikan bahwa “ Universitas Darussalam Gontor berbasis tauhid dalam prinsip the fountain of wisdom. Tantangan pemikiran Islam sangat penting untuk di kaji dengan basis tauhid, maka program PKU UNIDA Gontor diibaratkan sebagai pemadam kebakaran yang harus mampu memadamkan api dalam perang pemikiran islam dengan berlandaskan tauhid guna untuk mendukung terciptanya peradaban islam yang berlandaskan Tauhid.

Selesainya sambutan dari wakil  rektor UNIDA, kini Ust. M. Dicky Musyoddiq memaparkan “Konsep Adab Dan Kaitannya Dengan Pendidikan” beliau menerangkan makna adab dalam islam sesuatu keadaan, dimana seseorang selalu optimis memilih yang baik, dan meninggalkan yang buruk sehingga disebut manusia yang baik. ilmu juga secara khusus dapat mencegah seseorang untuk masuk kedalam hal-hal yang buruk”

Terkait dalam adab Tauhid, iman dan syariah merupakan macam adab. Implementasi  adab terdapat pada diri sendiri, dikehidupan sosial, adab terhadap ilmu.  Adab juga  memiliki Kolerasi dalam pendidikan islam ada tiga macam yaitu Tarbiyah, ta’lim dan ta’dib. Proses penanaman adab berawal dari pendidikan dalam artian manusia yang dapat menjadikan landasan pendidikan yang berbasis tauhid. Pendidikan dan ta’dib seharunya bermuara pada pembentukan manusia yang beradab.

Ahmad Noor Said mahasiswa Djuanda Bogor dengan tema “Materi Pendidikan Ilmu pengetahuan dalam perspektif Al-Qur’an”. Dalam pendidikan pasti ada kurikulum, dan kurikulum yang sangat di butuhkan adalah kurikulum yang bersumberkan al-Qur’an yang harus dipahami dikaji dan di aplikasikan kedalam pendidikan saat ini.

Orang yang berilmu dan beriman akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT, tapi problem saat ini banyak orang yang berilmu tidak memiliki akhlaq yang baik, maka ilmu yang mereka miliki dapat menjerumuskan kedalam kesesatan. Maka antara iman dan ilmu harus saling berkaitan.

Pendidik harus mengajarkan ilmu pengetahuan dalam pendidikan bukan hanya ilmu agama saja, akan tetapi harus diberikan ilmu pengetahuan dan juga harus dikembangkan melalui Al-Qur’an dengan melaui proses pemahaman Qur’an, mendorong teknologi dan kelebihannya dan harus bisa menggunakan teknologi. Al-Qur’an mendorong perkembangan ilmu pengetahuan guna untuk peningkatan ibadah, aqidah dan ahklak mulia dan untuk menjadikan tingkah laku manusia menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *