Pertemuan Dwipekanan; Al-Ustadz Dr. Imam Bahroni, M.A, M.L.S. Sampaikan Falsafah Hidup Gontor

Pertemuan Dwipekanan; Al-Ustadz Dr. Imam Bahroni, M.A, M.L.S. Sampaikan Falsafah Hidup Gontor

Sabtu, 14 September 2019, telah dilaksanakan Pertemuan Dwipekanan Dosen dan Tenaga Kependidikan di hall Gedung Shirah Nabawiyyah, UNIDA Gontor. Pada kesempatan ini, al-Ustadz Dr. Imam Bahroni, M.A, M.L.S menjadi pemateri utama. Di hadapan seluruh dosen dan tenaga kependidikan, beliau menyampaikan Falsafah Pendidikan Gontor.

“Antum semua adalah pejuang di mata saya. Pejuang yang tahu arti perjuangan. Antum sudah ada di rel yang tepat. Rel perjuangan Pondok Modern Darussalam Gontor”. Ucap beliau membuka pembicaraan.

Falsafah bisa diartikan sebagai pedoman hidup, pandangan hidup, visi misi hidup, atau bisa juga dikatakan worldview. Gontor memiliki falsafah luar biasa yang menjadi pedoman hidup.

Falsafah gontor dibagai menjadi tiga: 1) Falsafah Pendidikan, 2) Falsafah Kelembagaan dan 3) Falsafah Pembelajaran. Kenapa harus berfalsafah? Karena ia menjadi dasar kehidupan seseorang yang harus dia miliki. Sehingga, orang tersebut memiliki kredibilitas/standar hidup yang terhormat dan terpuji. Itulah pentingnya falsafah hidup. Orang yg tidak memiliki falsafah, maka kredibilitasnya dipertanyakan.

Selanjutnya, al-Ustadz Dr. Imam Bahroni menjabarkan satu-persatu falsafah hidup Gontor sebagai berikut:

1) Falsafah Pendidikan

  1. Apa yang dilihat, didengar, dilakukan dan dirasakan oleh santri maupun mahasiswa sehari-hari harus mengandung pendidikan. Ketika kita melakukan sesuatu, piling tidak ada dua hal yang didapatkan: exercising the skill dan personality construction.
  2. Hidup sekali hiduplah yang berarti.
  3. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.
  4. Berjasalah tetapi jangan minta jasa. فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره، ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره. Amal kebaikan akan berimplikasi pada anak cucu kita. Kita berbuat baik sekarang, mungin efeknya akan dirasakan oleh keturunan kita. Coba kita lihat anak-ana tokoh yang dahulu berjasa.
  5. Sebaik baik manusia adalah yang paling bermaanfaat bagi sesamanya. Falsafah ini sangat sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah dalam haditsnya, “Sebaik-baik manusia adalah yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi orang lain”.
  6. Hanya orang penting yang tau kepentingan. Hanya pejuang yang tahu arti perjuangan

2) Falsafah Kelembagaan

  1. Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan. Siapapun boleh masuk Gontor. Tapi, dengan syarat dia tidak mengatasnamakan organisasinya dengan Gontor. Boleh saja orangtua santri aktif di partai politik tertentu, tapi Gontor tida boleh dipartaikan.
  2. Pondok adalah tempat ibadah dan tholabul ilmi, bukan tempat mencari penghidupan.
  3. Hidupilah pondok dan jangan menggantungkan hidup pada pondok. Dulu, para guru di gontor berjuang di pondok tanpa pamrih. Tapi, dalam segi materi mereka sangat berkecukupan. Itulah yang dinamakan keberkahan.
  4. Pondok adalah lapangan perjuangan bukan lapangan penghidupan.

3) Falsafah Pembelajaran

  1. Metode lebih penting daripada materi. Guru lebih penting daripada metode. Tapi, ruh guru lebih penting dari guru itu sendiri.
  2. Pondok memberikan kail, tidak memberikan ikan. Artinya, pondok mendoakan kita agar Allah memberikan kemudahan dalam hidup selama kita ikhlas dalam berjuang. Sehingga kita mendapatkan keberkahan. Buktinya, orang yang berjuang di pondok dapat hidup berkecukupan layaknya orang di luar.
  3. Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
  4. Ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk amal dan ibadah. Kalo ilmu untuk ilmu, bisa jadi untuk kejahatan. Tapi kalo ilmu untuk amal dan ibadah, ia akan berbuah kebaikan.

Setelah menjelaskan falsafah hidup Gontor, beliau melanjutkan dengan menyampaikan Karakteristik Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu sebagai berikut:

  1. Gontor adalah lembaga wakaf. Gontor milik ummat, bukan milik individu. Inilah inti pembaharuan sistem pendidikan Islam di Indonesia.
  2. Memiliki jiwa dan falsafah hidup.
  3. Menguasai Bahasa Arab dan Inggris.
  4. Pendidikan itu lebih penting daripada pembelajaran.
  5. Sistem Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI).
  6. Keterbukaan. Gontor terbuka dalam manajemen, komunikasi, dan lain sebagainya.
  7. Gontor adalah Pondok kaderisasi. Diharapkan para santri/mahasiswa  yang lulus dari Gontor menjadi mundzirul qoum. Kembali ke masyarakat dan berbuat untuk kepentingan masyarakat.
  8. Lembaga perjuangan dan pengorbanan. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi sering berkata: Anda ini seharusnya memperoleh lebih banyak dari yang anda dapat sekarang. Tapi anda diajak untuk meresapi arti perjuangan dan perngorbanan.
  9. Pemisahan hak pribadi dan hak pondok. Di Pondok itu ada rumah dinas, ada rumah pribadi. Ada mobil pribadi dan mobil pondok. Semuanya dipisahkan dan tidak dicampuradukkan dalam penggunaannya.
  10. Wajb tinggal di asrama. Semua santri/mahasiswa tinggal di pondok. Tidak ada santri kalong yang pagi ke pondok, malam pulang ke rumah.
  11. Disiplin. Banyak disiplin yang diterapkan di Gontor. Contoh kecilnya adalah hadir dan mulai tepat waktu dalam setiap kegiatan.
  12. Efektifitas dan efisiensi. Dua hal ini menjadi ukuran dalam menjalankan tugas.
  13. Gontor dinamakan modern. Artinya, syumuliah, dinamis, sistematis, progresif, irerversible, inovatif, dan evaluatif.
  14. Ekonomi proteksi. Dari pondok, oleh pondok dan untuk pondok. Gontor belajar dan berusaha mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal tersebut diaplikasikan dengan membuat unit-unit usaha untuk menunjang kebutuhan pondok.

[Abu Afnan]

Artikel Terkait:

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar ala Gontor

Sampaikan Nilai Perjuangan kepada Mahasiswa, Berikut Tips Metode yang Efektif dari Ustadz Khoirul Umam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *