Peresmian Universitas Darussalam Gontor dan Pelantikan Guru Besar

Peresmian Universitas Darussalam Gontor dan Pelantikan Guru Besar

Berbagai macam permasalahan yang terjadi dewasa ini menyebabkan umat terpuruk dari peradaban ilmu. Mulai dari kasus korupsi, kekerasan, pelecehan seksual, penistaan agama, selalu jadi topik utama. Jika ditelusuri akan didapati bahwa problem utamanya terletak pada pola pendidikan.

Pendidikan Islam meletakkan al-Qur’an sebagai asas nilai-nilai kebaikan dalam mendidik siswa. Namun, nilai-nilai tersebut belum disadari secara utuh oleh pendidik. Para pendidik kurang menaruh perhatian lebih di bidang pembentukan akhlak anak didiknya.

Kondisi ini disebabkan oleh dua hal, yaitu: Pertama, landasan pendidikan di negara Islam lebih mengacu pada filsafat materialisme dan positivisme sehingga hasil pendidikan lebih berorientasi materi. Kedua, filosofi pendidikan yang menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki.

Selain itu, problem pendidikan juga terjadi dalam tubuh umat Islam, baik aspek eksternal atau internal. Sebab eksternal dikarenakan adanya tantangan hegemoni Barat dalam bidang budaya, sosial, politik dan agama. Sedangkan, sebab internal yaitu kesalahan memahami ilmu beserta aplikasinya, ketiadaan adab, dan munculnya pemimpin-pemimpin yang tidak layak memikul tanggungjawab dengan benar di segala bidang.

Di lain sisi, problem terbesar pendidikan adalah adanya dikotomi ilmu pengetahuan. Problem dikotomi muncul dimana para pendidik kurang memahami makna ilmu Islam. Ini merupakan kesalahan yang dianggap sebagai hal yang biasa saja dalam dunia pendidikan islam.

Dikotomi ilmu pengetahuan akan mengakibatkan beberapa hal seperti: Pertama, munculnya ambivalensi orientasi pendidikan Islam, ambivalensi orientasi ini menyebabkan confuse bagi umat Islam.

Orang yang belajar ilmu umum atau sains menganggap tidak perlu belajar ilmu agama secara mendalam. Sebab yang mereka orientasikan adalah lapangan kerja. Begitu pula sebaliknya, orang yang belajar ilmu agama memandang sebelah mata ilmu umum dengan alasan itu semua tidak akan dapat memberikan pahala. Tentu ini adalah pandangan yang kurang tepat.

Kedua, terjadinya disintegrasi sistem pendidikan Islam, Keadaan ini diperburuk oleh ketidakpastian hubungan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Bahkan hal itu juga ditunjang oleh kesenjangan wawasan guru agama dan kebutuhan anak didik. Hal ini tentu bertentangan dengan tujuan pendidikan Islam yaitu terbentuknya orang yang berkepribadian muslim.

Melihat fakta tersebut, Pondok Modern Darussalam Gontor ingin memberikan kontribusi yang berarti bagi umat. Hal tersebut diwujudkan dengan mendirikan Universitas Islam berbasis Pesantren yang diberi nama “Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor”. UNIDA Gontor diresmikan pada tanggal 18 September 2014 yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor.

Dengan berdirinya universitas tersebut, Gontor berkomitmen untuk mengintegrasikan antara ilmu sains dan ilmu agama. Upaya tersebut dibuktikan dengan membuka 10 program studi sains dan teknologi. Di antaranya adalah Prodi Gizi, Farmasi, Teknik Informatika, Hubungan Internasional, Teknologi Industri Pertanian, Manajemen Bisnis, dsb.

Sebagai komitmen, Gontor mewajibkan seluruh mahasiswa untuk tinggal di dalam asrama. Sebab, semua mahasiswa harus aktif dalam setiap kegiatan di kampus. Mulai dari shalat berjamaah, berolahraga bersama, dan juga aktif dalam semua jenis kegiatan ilmiah. Dengan menggabungkan tiga unsur olah dzikir, olah fikir dan olah raga, Gontor berharap dapat membentuk pribadi muslim yang sejati.

Dengan berdirinya Universitas Darussalam Gontor yang berbasis Pesantren, seluruh komponen kampus selalu berjuang meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, pengabdian masyarakat, serta memperkuat jaringan dengan melakukan penelitian ilmiah dalam berbagai tema.

Untuk menunjang kualitas pendidikan, UNIDA Gontor mengutus dosen-dosennya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun ini UNIDA Gontor melantik Guru Besar yaitu Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Selain itu, Gontor juga menugaskan beberapa dosen untuk melanjutkan studi doktoral di dalam dan luar negeri. Ini semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Trimurti (Pendiri Pondok Gontor) yaitu mendirikan Universitas Islam yang bermutu dan berarti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *