Pembukaan UTS Semester Genap, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi: Lulusan Universitas Harus Mampu Berbicara Multidisiplin Ilmu

Pembukaan UTS Semester Genap, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi: Lulusan Universitas Harus Mampu Berbicara Multidisiplin Ilmu

“Kriteria lulusan perguruan tinggi bukan akademik saja  yang menjadi prioritas, akan tetapi memiliki keahlian softskill seperti kerja keras, amanah, berkomitmen dalam bekerja dan mampu berbicara multi disiplin ilmu,” ungkap Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, Wakil Rektor 1 Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) pada pembukaan UTS Semester Genap, Sabtu (26/1).

Pembukaan UTS merupakan pertemuan yang selalu diadakan di Gontor, baik di level menengah (KMI) maupun di universitas (UNIDA Gontor) sebagai bentuk wejangan sebelum melaksanakan ujian.

“Indonesia butuh pemimpin yang adil dan tahu permasalahan, bisa bicara segala aspek. Bangsa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang potensial, oleh karena itu sudah saatnya Indonesia menjadi bangsa yang melahirkan pemimpin,” tambah Dr. Hamid.

Pembukaan UTS Semester Genap

Mahasiswa UNIDA Gontor mengikuti Upacara Pembukaan UTS Semester Genap

Universitas sebagai institusi yang melahirkan generasi bangsa, harus memiliki sistem untuk bisa melahirkan pemimpin.

“Oleh karena itu, meskipun kalian ada yang berada di program studi teknik informatika, ataupun hubungan internasional, misalnya, kalian harus mengikuti kajian yang diadakan oleh program studi lainnya. Ikutilah kegiatan yang diadakan program studi akidah dan pemikiran Islam ataupun program studi ekonomi Islam.” Beliau juga menegaskan, bahwa dengan sistem asrama dimana mahasiswa berinteraksi 24 jam dengan teman-teman lintas prodi, maka sangatlah dimungkinkan untuk menjadi lulusan yang mampu menguasai multidisiplin ilmu.

Beliau kemudian menegaskan bahwa ulama kita pada masa kejayaan Islam adalah ulama yang menguasai multidisiplin ilmu. Beliau juga menekankan agar tidak mengikuti sistem universitas sekuler.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menceritakan tentang kunjungan Universitas Narotama ke UNIDA Gontor. “Beberapa waktu yang lalu, kita dikunjungi oleh Universits Narotama, Surabaya, sebuah universitas dengan sistem IT yang cangggih, memiliki indeks jurnal yang diterima di SCOPUS melebihi beberapa universitas negeri.”

Beliau lalu mengungkapkan, bahwa salah satu pelajaran dari Narotama adalah, membentuk dan mengukur kompetensi mahasiswa tidak harus selalu dilakukan melalui ujian. Namun dapat juga dilakukan melalui riset dan penulisan jurnal secara intensif. Beliau kemudian menyampaikan bahwa ke depan UNIDA Gontor akan secara bertahap mengimplementasikan hal tersebut.

Dengan penulisan jurnal para mahasiswa diajak untuk memecahkan masalah kontemporer yang ada di masyarakat, saling berkolaborasi lintas disiplin ilmu, sehingga melahirkan lulusan yang bisa berbicara multidisiplin ilmu pengetahuan. “Hal inilah yang akan mewujudkan Islamisasi ilmu pengetahuan, yang akan melahirkan peradaban Islam,” pungkas beliau. [Iqbal / Ed. Taufiq]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *