Neokolonialisme Sebagai Ancaman Peradaban Islam

Neokolonialisme Sebagai Ancaman Peradaban Islam

UNIDA –“Indonesia sudah bebas dari penjajahan sejak 1945, akan tetapi muncul neokolonialisme melalui berbagai bidang, seperti ekonomi dimana banyak kita jumpai  pabrik asing, bank asing, industri asing atau bahkan dibidang pendidikan, sebagai contoh banyak buku-buku di sekolah atau perguruan tinggi berasal dari barat, sehingga pola pikirnya pun kebaratan”, ungkap Dr. Fuad Mas’ud. M.Sc. pada acara Conference on Islamic Civilization (CIC) 2018, di Universitas Darussalam Gontor, Sabtu (15/9).

CIC pada tahun ini mengangkat tema “Islamic Values in Facing Gllobalization”, dengan keynote speaker pertama Dr. Fuad Mas’ud. M.Sc. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang) dan kedua Dr. Syamsuri, M.Sh. (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIDA Gontor)

Dalam acara yang diadakan oleh Dewan Mahasiswa ini, Dr. Fuad menjelaskan tentang Dekolonialisasi Pendidikan. “Begitu banyak beasiswa yang ditawarkan untuk S1, S2, dan S3 di negara-negara barat, dengan pemikiran barat, akibatnya sekembalinya ke Indonesia, menjadi dosen atau berada di organisasi pemerintahan dengan pola pikir barat”, ungkap Dr. Fuad.

Sementara itu pembicara kedua Dr. Syamsuri, M.Sh., memaparkan tentang  Wakaf dan Aplikasinya di Pondok Modern Darussalam Gontor. “Wakaf merupakan instrumen sosial capital yang sudah ada sejak zaman Umar bin khatab, Indonesia memiliki potensi wakaf yang besar, tapi baru 1 % tanah di Indoensia yang dikelola secara wakaf, jika ingin melihat contoh lembaga wakaf di Indonesia, maka Gontor sangat tepat”, paper Dr. Syamsuri.

“Di era globalisasi ini, sangat susah untuk dibendung segala macam asumsi dari berbagai belahan dunia, dengan berbagai macam pola pikir, dan untuk membangun peradaban islam kita tidak bisa mencampurnya, kita harus mampu untuk menyaring dan memilihnya”, tutup Dr. Fuad di akhir presentasinya. [Iqbal]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *