Meretas “Atmosphere” Ruwaq Al-Azhar di Kampus Pesantren Darussalam Gontor

Meretas “Atmosphere” Ruwaq Al-Azhar di Kampus Pesantren Darussalam Gontor

Jum’at, 22 Maret, menjelang maghrib, para asatidz sudah memadati masjid pusaka. Sementara Syaikh Dr. Hisyam Kamil, yang dijadwalkan mengisi majelis hadits arbain nawawi sudah menunggu di ruang tamu kantor pimpinan ditemani Ust Farid Sulistyo, Lc (wakil direktur KMI Gontor), dan Ust M Nur (Mudir markaz Khot).

Setelah adzan maghrib berkumandang, Syaikh Hisyam bergegas menuju masjid “kuno” yang terletak di jantung kampus pesantren Gontor itu. Sholat maghrib diimami langsung oleh Syaikh Hisyam Kamil. Selepas sholat maghrib berjama’ah, Syaikh Hisyam duduk bersila bersandar pada tiang mihrab bersiap membuka majelisnya. Semula panitia, memintanya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan, namun beliau memilih duduk sejajar dengan jama’ah .

Syaikh Hisyam membuka majelis Iqra’ dan Isnad kitab Arba’in Nawawi dengan pengantar urgensi berinteraksi dengan kitab kitab turots, sekaligus membagikan pengalamannya dalam mengkaji kitab kitab turots dari level mubtadi’ (beginner) sampai level muntahiy (advance). Disamping itu, Syaikh juga memberikan tips rahasia memanfaatkan waktu agar bernilai barokah ilmu, melalui menulis penjelasan atau memberi komentar qaidah-qaidah ilmu dari berbagai disiplin ilmu keislaman yang terdapat dalam kitab kitab klasik para Ulama. Misal hari senin menulis penjelasan satu hadist dalam kitab arbain, hari selasa menulis penjelasan satu bait kaidah alfiyah Ibnu Malik, dst. Sehingga waktu berlalu dengan produktif tanpa meninggalkan barokah ilmu.

 

 

Setelah dirasa cukup, Syaikh Hisyam, – yang dikenal produktif menulis syarah/penjelasan kitab-kitab turots di berbagai disiplin ilmu keislaman ini -, membacakan matan hadist disertai penjelasan singkat beberapa rowi hadist, dan adab membacanya. Suasana yang semula tenang, berubah riuh, para asatidz yang semula khusyuk menyimak majelis, larut dalam malafalkan matan hadist bersama-sama dengan Syaikh Hisyam. Jadilah suasana masjid pusaka ” Gontor ” saat itu, mirip majelis sima’an hadist, riuh namun tidak meninggalkan kesan sakral.

Kitab Arbain yang berisi 42 hadist dikhatamkan bersama-sama dalam tempo satu jam. Ketika Syaikh membaca hadist terakhir, adzan Isya berkumandang. Kemudian, Syaikh Hisyam mengijazahkan sanad kitab yang ia peroleh dari gurunya kepada asatidz dan hadirin yang hadir. Saat Syaikh mengucapkan ” Ajaztukum, Quluu Qobilna ” (saya ijazahkan kepada anda sekalian, maka ucapkan ” kami terima), dengan serempak asatidz yang hadir menjawab ” Qobilna “. Maka dengan ini sanad ilmu asatidz yang hadir secara “sah” tersambung dalam rangkaian transmisi ilmu dari Syaikh Hisyam bersambung sampai pada penulisnya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Nawawi ad-Dimasyqi.

Seperti yang pernah kami ulas sebelumnya, jalur transmisi periwayatan kitab arbain yang dibagikan kepada asatidz Gontor, ini memuat enam ulama asal nusantara, dari Syaikh Yasin Padang, Syaikh Mahfudz Tremas, Syaikh Abdulloh Tremas, Syaikh Abdul Manan, Syaikh Baqir Jogja dan Syaikh Abdussomad Palembang, kemudian bersambung sampai pada Imam Nawawi yang wafat pada tahun 676 H.

Peserta yang didominasi oleh asatidz Gontor, baik senior dan junior, antusias mengikuti majelis hadist sampai selesai. Apalagi buku syarah hadist yang dibagikan gratis kepada peserta yang hadir, ditulis sendiri oleh Syaikh Dr. Hisyam Kamil. Kitab syarah hadist arbain Nawawi yang diberi nama ” Tuhfatul Kirom ” itu dikirim oleh murid-murid Syaikh Hisyam ke Gontor pada awal tahun 2018, sebanyak 500 eks, dan telah didistribusikan oleh Markaz Sirah UNIDA Gontor untuk keperluan dauroh hadist arbain Nawawi.

Di akhir majelis, Ust Farid Sulistiyo, Lc menyampaikan testimoni kepada hadirin sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya majelis hadist yang menurutnya langka dan terhitung perdana dilaksanakan di kampung damai ini. Harapannya, semoga kegiatan yang sama bisa diagendakan kembali di waktu yang akan datang.

Nafa’ana Allāhu Bi Ulūmihi wa Masyāyikhihi Fi-d-Dāroini, āmin. [Khoirul Fata]

 

Berita terkait:

Markaz Sirah Nabawiyyah Gelar Daurah Da’i Sirah Nabawiyyah bersama Syeikh Muhammad Zakariyya Marzuq Al-Husainiy Al-Azhariy
Pembekalan Mawarits Dasar Kepada Mahasiswa UNIDA Gontor
Center For Mawarith Studies Gelar Pembekalan Pengantar “PSP” kepada Calon Wisudawan UNIDA Gontor Angkatan 28 Kampus Siman.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *