Menwa Unida Ikuti Latsmana di Semarang

Menwa Unida Ikuti Latsmana di Semarang

Resimen Mahasiswa Bataliyon 884 “Gagak Hitam” Universitas Darussalam Gontor mengikuti Latihan Bersama (Latsama) Resimen Mahasiswa Se- Indonesia yang diadakan Resimen Mahasiswa Bataliyon 950 “Patigeni” Politeknik Negeri Semarang pada tanggal 08-10 Desember 2018.

Latsama  merupakan sarana kegiatan latihan bersama dan Silaturahim antar Menwa Se-Indonesia yang diikuti oleh bataliyon di lingkungan Skomen Mahadipa Jawa Tengah, Mahakarta Yogyakarta, Mahasurya Jawa Timur, Mahawarman Jawa Barat,  bahkan ada pula dari Mahadasa Aceh, Mahanata Kalimantan (Banjarmasin), Sulawesi dan NTT. Sudah yang kedua kali ini kita mengikiti Kegiatan ini yang sebelumnya tahun 2017 di Pusdik Penerbad.

Pada Event yang di laksanakan di Bataliyon Artileri Pertahanan Udara 15 Semarang/ Dahana Bhaladika Yudha, Menwa Unida diwakili oleh 10 pejuang muda bermental dewasa para Calon Resimen angkatan 72 Mahasurya yang didampingi  Muhammad Agus Waskito selaku wakil kepala staf administrasi dan personil adapum yang mengikuti antara lain :1. Rofi Aji Nugroho /SAA/2, 2. Mohammad Syadzili Ilham Ghazali/ AFI/2, 3. Fahmy Akhyar /IQT/2, 4. Mujaddid Ashidiqy, 5. Dahril Yusuf/PAI/2, 6. Kenda Azhari/PBA /2, 7. Muhammad Yusup/EI/2, 8. Wildan Arif/MJ/2, 9. Aprilian Ari Pratama/TIP/2. Secara umum peserta latsama berjumlah 160 Siswa Terdiri dari 54 Perguruan Tinggi Dalam dan luar jawa

Adapun materi yang diterima peserta latsama meliputi materi lapangan Montenering, BDM, Caraka, Pengjatri, Bongpas, Navrad, Pengetahuan Disiplin Militer, dan materi ruangan PUDD, Wawasan Nusantara, How to Fight,  Proxy War, dan Pengetahuan Pertahanan Udara. Udara, Hawa, Cuaca, Pelatih, pendamping yang panas penuh ketegasan tak menyurutkan tekat kami untuk menyelesaikan latihan ini. Karena disini kami dapatkan pengalaman, teman, bisa berkomunikasi dan mendapatkan informasi, kita siap untuk dipimpin dan pada saatnya siap memimpin. Sebagai role model dikampus personil menwa siap berjuang untuk kejayaan bangsa dan agama.

Setelah kembali ke satuan, para delegasi latsama di sambut oleh keluarga MENWA UNIDA dan diadakan tradisi penyematan brivet oleh Pembina Menwa Al- Ustadz Use Etica, SP. M. MA. “Menwa merupakan sebuah peluang, sebuah tantangan, dan  juga bisa menjadi sebuah hambatan jika teman-teman tidak bisa mengatur waktu, tugas utama adalah belajar ada kegiatan akademik dan non akademik, sedangkan  MENWA merupakan kegiatan non akademik silahkan dimanfaatkan jangan sampai lupa tugas utama jangan sampai keinginan untuk menjadi pemikir pejuang dan pejuang pemikir tidak terlaksana” tegasnya. [Agus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *