MENWA UNIDA Berikrar di Bawah Air Terjun Pletuk, Sooko

MENWA UNIDA Berikrar di Bawah Air Terjun Pletuk, Sooko

UNIDA Gontor – 12 Calon Menwa UNIDA telah melakukan long march sejauh kurang lebih 50 km menuju air terjun Pletuk, kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo pada kamis siang (04/01/2018) sampai jumat sore (05/06/2017). Peserta memulai perjalanan dari mako Menwa Unida kampus pusat.

Senior Dhiyaul Haq dan Agus Salim sebagai mobilizer umum kegiatan ini mengatakan bahwa long march adalah salah satu bagian dari tradisi Menwa sebelum mengikuti kegiatan pendidikan latihan dasar (Diklatsar) oleh karena itu tradisi ini biasa disebut Pra Diklatsar (Pradik).

Calon Menwa (Camen) Jawa Timur (Maha Surya) wajib melewati tahapan pradik sebelum dia bisa mengikuti pelatihan dasar di Malang tepatnya di Rindam V Brawijaya. Khusus satuan Menwa Unida, orientasi pendidikan untuk Camen lebih ke fisik. Karena kekuatan jiwa dan mental, kesehatan serta pribadi yang tangguh adalah syarat utama seorang pejuang sebelum berjihad, baik jihad dalam medan perang sesungguhnya ataupun jihad dalam kehidupan sehari-hari

“Teman-teman sekalian, kali ini kalian akan menghadapi perjalanan yang sangat jauh. Disini adalah tantangan besar dalam hidup kalian bagaimana teman-teman bisa mengontrol mental dan emosi. Jika kalian mampu melewati tantangan ini, niscaya teman-teman dapat melalui rintangan hidup menuju kesuksesan!”, seru Meichio ketika melepas para Camen di depan gedung utama lama.

Segera setelah komandan melepas keberangkatan, para Camen dan tiga orang senior yang menyertai mereka melangkahkan kaki tanpa ragu walau saat itu hujan menerpa mereka. Bermula dari langkah kecil, tapi pasti beserta aungan lagu yang membakar semangat sekaligus menjadi bahan bakar para Camen dalam menjalankan misi yang menantang ini.

Setelah sekian jauh para camen dan beberapa senior pembimbing melakukan perjalanan, merekapun beistirahat di Perhutani Sooko pada pukul 23.00 WIB. Saat yang tepat untuk makan malam dan mendirikan tenda bivak. Hal yang spesial dalam makan malam ini adalah makan komando dengan menu yang hanya ada di pendidikan Menwa. Para camen menyantap remasan Pisang dan alpukat yang dicampur dengan nasi. Mereka harus membagi lauk makan sama jenis dan sama rata dan tidak hanya itu saja, senior pembimbing menambahkan susu Thailand dan susu Kamboja dua jenis susu yang berkomposisi susu, garam, dan buah kedalam adukan nasi mereka.

Pada akhir latihan, salah satu dari serda yang sedang berpiket memberikan pesan pamungkas kepada para personil Menwa agar menjaga pertahanan Indonesia, beliau mengatakan bahwa Menwa adalah pasukan cadangan setelah TNI dan Polri, Menwa bisa mengambil alih keadaan jika kedua aparat pertahanan negara tadi tidak bisa beroperasi.[rivaldo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *