Menginjak Tahun ke 11 Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor Terima 66 Peserta

Menginjak Tahun ke 11 Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor Terima 66 Peserta

UNIDA Gontor – Bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Darussalam Gontor serta Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) kembali mengadakan Program Kaderisasi Ulama (PKU) yang kini telah memasuki tahun ke-11. Program ini diadakan dengan tujuan mempersiapkan kader-kader ulama yang dapat menghadapi beragam tantangan pemikiran Islam. Setelah melewati seleksi dalam bentuk ujian bahasa, Al-Qur’an dan interview, pada tahun ini Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor terima 66 orang peserta yang terdiri dari berbagai macam utusan; MUI Daerah, Ormas dan lembaga Islam di seluruh tanah air. Dan tahun ini, merupakan tahun kedua pemerintah provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan MUI Kal-Tim mengirimkan kader-kadernya yang berjumlah 40 orang, yakni 22 putri dan 18 putra ke UNIDA Gontor untuk mengikuti program ini.

Selanjutnya pada hari kamis, 10 Agustus 2017 pukul 20.00 WIB malam, bertempat di Hall Hotel lt2 UNIDA Gontor, seluruh peserta program kaderisasi ulama yang telah diterima, mengikuti pembukaan kegitaan program kaderisasi ulama angkatan ke 11 yang dibuka oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., dan dihadiri oleh Wakil Rektor 2 UNIDA Gontor Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., Direktur Program Kaderisasi Ulama Dr. Dihyatun Masqon, M.A., Dosen UNIDA Gontor, serta pengurus Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Ir. H. Abdul Kadir Baraja.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Amal menyampaikan tentang peran dan keutamaan ulama, diantaranya sebagai calon ulama kita harus “berilmu” dan “beramal” dari kedua aspek ini pondasinya adalah “Iman” yang harapanya dari seluruh peserta peserta program kaderisasi ulama ini meghasilkan Ilmu amaliyah dan amal ilmiyah.

“Tantangan umat Islam dewasa ini banyak sekali. Oleh sebab itu, kita harus memiliki akhlak yang baik setidaknya ada 5 akhlak yang harus kita miliki. Akhlak kepada Allah dan Rasul, akhlak kepada kedua orangtua dan guru, akhlak kepada lingkungan, akhlak kepada sesama dan yang terakhir akhlak kepada diri sendiri.” Ungkap Ir. H. Abdul Kadir Baraja. saat memberikan sambutanya pada acara pembukaan program kaderisasi ulama angkatan ke 11.

Lanjut Ir. H. Abdul Kadir Baraja “terdapat tiga kriteria muslim: pertama, Muslim beribadah & bersifat peduli. Kedua, Beribadah tapi tidak memiliki rasa peduli. Dan  Ketiga, Tidak beribadah dan tidak peduli. Dari ketiga kriteria tersebut, tugas kita adalah menjadikan kriteria kedua dan ketiga masuk kedalam kriteria pertama” jalasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama enam bulan ini terfokuskan pada tiga hal: pertama pendalaman ulang ilmu-ilmu Islam yang fundamental dalam rangka menjawab tantangan pemikiran Islam seperti liberalisme, sekularisme, pluralisme agama, relativisme, nihilisme, dan lain sebagainya yang umumnya datang dari Barat. dan kedua mengenal dan mendalami metodologi, ideologi, dan konsep-konsep kunci peradaban Barat yang telah merasuk ke dalam pemikiran umat Islam; dan ketiga mendalami teknik dan metode ghazwul fikri dalam bentuk training-training jurnalistik, leadership, multimedia dan lain sebagainya. [ Wafi ]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *