Mengenang Kembali Peristiwa 19 Maret 1967

Mengenang Kembali Peristiwa 19 Maret 1967

UNIDA Gontor – Tanggal 19 Maret 1967 merupakan peristiwa bersejarah bagi Gontor. Peristiwa 51 silam itu adalah peristiwa kelam yang berupaya menggantikan kekuasaan, menjatuhkan Trimurti, dan menghancurkan Gontor dengan cara diluar kemanusiaan dan diluar nilai-nilai keislaman.

“Komando gila ini adalah benar-benar ide gila. Bagaimana bisa, ada ultimatum untuk membunuh Kyai Gontor jika tidak menyerahkan kekuasaan dalam waktu 24 jam!” Tegas Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi.

Peristiwa keji tersebut bermula dari lauk pauk dapur pondok yang tidak enak kemudian permintaan pencopotan dari jabatan staf dapur dan meluas ke polemik wakaf pondok. Ujungnya muncullah ide gila yang seharusnya tidak terjadi pada pribadi santri yang notabennya tamu di Pondok.

Setelah peristiwa itu, hanya 400 orang santri yang kembali ke Pondok dan ironisnya 1200 santri angkat kaki dengan senang meninggalkan kampung nan damai.  Ditambah seluruh santri kelas lima terpaksa meninggalkan pondok untuk selama-lamanya karena mereka adalah aktor utama kejadian amoral di salah satu institusi terbaik di Indonesia ini.

Lantas, PP IKPM mengadakan Musyawarah Paripurna skala Nasional di Jogjakarta pada 14 Mei 1967 yang melibatkan IKPM dan pembantu-pembantu pondok dalam rangka menanggapi peristiwa 19 Maret. Rapat ini menghasilkan beberapa maklumat diantaranya mengajak kepada seluruh umat islam untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih mempererat ras persatuan demi kejayaan Islam dan umatnya. Kemudian menggalang dana sebesar-besarnya dan seikhlas-ikhlasnya untuk Pondok Modern sesuai maksud dan pernyataan ini.

Peringatan Sembilanbelas Maret (PERSEMAR) rutin dilaksanakan tiap tahun baik di Pondok Modern Darussalam Gontor ataupun di UNIDA Gontor. Inilah praktek nyata Gontor mengkaji nyata sejarah guna tetap mengingat dan mengambil pelajaran. (Rivaldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *