Mengenal Lebih Dekat dengan Hijamah

Mengenal Lebih Dekat dengan Hijamah

UNIDA Gontor – Pengobatan Bekam merupakan pengobatan alternatif yang telah banyak dikenal oleh umat Islam bahkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan Anas Bin Malik dikatakan bahwa “Rasullullah melakukan bekam ketika beliau sedang berihram karena nyeri dikepalanya”. Masih dalam hadist yang sama diungkapkan bahwa “Rasulullah biasa melakukan bekam di akhdain dan kahil dan biasanya beliau berbekam di tanggal 17, 19, 21”.

Bekam merupakan pengobatan dengan melakukan penyayatan , penghisapan, dan pengeluaran darah kemudian ditampung dalam gelas dengan tujuan untuk mengeluarkan zat racun yang tidak terekresikan oleh tubuh. Semua hal mengenai praktek pengobatan bekam dibahas tuntas dalam kajian yang dibawakan oleh Ustadz Khatur Suhardi pada Kajian Islam Ilmiyah yang diselenggarakan pada hari sabtu (24/9) 2019 pukul 20.00 WIB di Hall Cios Unida Gontor. Ustadz Kathur Suhardi merupakan pendakwah dan praktisi pengobatan Thibbun Nabawi. Saat ini beliau menjabat sebagai Pendiri Perkumpulan Bekam Indonesia dan Founder Assabil group.

Menurut ustadz Khatur Suhardi pengobatan bekam sudah dikenal dalam Tradisi yunani Kuno , namun pada saat itu proses bekam banyak menguras darah pasien sehingga darah pasien banyak terbuang. Di Negara China herbalis atau Tabib bernama Gehong dalam bukunya Handbook of Prescripton metodebekam dilakukan dengan tanduk. Lebih ektrimnya di Eropa tindakan bekam menggunakan hewan lintah.

Barulah tahun 300 H di Kota Baghdad , Irak metode bekam mengembangkan metode bekam dengan menggunakan al kayy (besi panas), fashid dan bekam jubb (terbuat dari gelas kaca). “Di Indonesia metode bekam menggunakan jubb (gelas kaca) dan melumurkan minyak zaitun di tubuh pasien”, jelas Ustadz Khatur. Lanjutnya, bekam merupakan alternatif pengobatan kesehatan selain mengkonsumsi obat apabila pasien merasakan sakit pada tubuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *