Universitas Darussalam Gontor

friendship

Allah SWT. menciptakan manusia berbeda-beda dari suku, bangsa, dan  bahasa untuk saling mengenal. salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada manusia dengan menjadikan mereka sebagai makhluk sosial. Jika kita mendalami hikmahnya, maka kita semua akan tahu bahwa itu menjadikan kita saling menjalin ukhwah atau hubungan yang erat satu sama lain.

Setiap orang pasti memiliki teman sebagai tempat berbagi rasa, saling menasehati dan saling tolong-menolong baik dalam keadaan susah atau bahagia, dan mereka yang tulus berteman dengan kita apa adanya. Dan islam sangat tinggi dalam memandang nilai-nilai pertemanan. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal menimbulkan perselisihan.” (HR. Muslim)

Dalam menjalin pergaulan kita miliki seorang teladan yang sangat mulia. Beliau adalah baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat pandai dalam bergaul. Dengan keahliannya Beliau mampu melembutkan hati para kaum Quraish dan berhasil mengajak mereka mengikuti dakwahnya. Dalam riwayatnya beliau juga memiliki sikap yang ramah, rendah hati, dan beliau juga tidak pernah mencela orang lain. Dan sebagai umatnya hendaknya kita mencotohi apa yang telah dilakukan oleh beliau.

Tidak hanya itu, islam juga menekankan kita agar teliti dalam memilih teman. Banyak orang yang terjerumus kedalam kemaksiatan dan kesesatan karena pengaruh berteman dengan orang yang salah. Namun tidak sedikit orang yang mendapatkan kebaikan dan hidayah karena bergaul dengan orang-orang yang shalih.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menggambarkan dampak seorang teman sebagaimana sabda beliau:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)[1]

            Imam Nawawi Menjelaskan bahwa dalam hadist ini menunjukkan keutamaan berteman dengan orang-orang shalih yang memiliki akhlak yang mulia, mereka yang memilki ilmu yang luas dan adab yang baik, serta selalu bersikap wara’. Dan juga terdapat larangan bergaul dengan orang-orang yang ahli bid’ah, mereka yang memiliki sekap tercela, bersifat buruk dan lainnya.

            Melalui berbagai penelitian tentang pergaulan, para pakar Psikologi menyakini bahwa pertemanan di masa muda mempunyai pengaruh yang sangat besar daripada pergaulan yang dimiliki pada periode usia dewasa. Hal Itu disebabkan karena masa muda adalah waktu membentuk pemikiran dan jalan hidup seseorang. Menurut mereka secara kejiwaan, anak muda sangat mudah dipengaruhi dan salah satu pengaruh terbesarnya adalah teman sepergaulannya.

Pada sebuah kesempatan, Ustadz Adi Hidayat telah menjelaskan kepada kita bagaimana cara memilih sahabat yang baik sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan diantaranya adalah berteman dengan orang-orang yang bertakwa. Allah SWT selalu memberikan petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa dan bahkan di manapun mereka berada akan Allah berikan kepada mereka segala kemudahan. Sebagaimana dalam firman-Nya QS. Al-Baqarah ayat 2 dan 5,

ذٰلِكَ الكِتابُ لا رَيبَ ۛ فيهِ ۛ هُدًى لِلمُتَّقينَ (2)

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ (5)

“Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Berteman dengan orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah akan memberikan kita ketenangan, aman, dan nyaman berada dekat dengan mereka. Bahkan Ketika kita melihatnya saja hati menjadi tentram. Lalu apa ciri-ciri mereka ?

Diantara ciri-ciri orang yang bertakwa:

  1. Rajin sholat

Di antara orang-orang yang beriman, kita juga dianjurkan untuk memilih yang terbaik yaitu mereka yang rajin sholat. Sebagaimana dalam firman-Nya:

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ(238)

“Jagalah salat-salat itu dengan cara menunaikannya secara sempurna sebagaimana perintah Allah. Dan jagalah salat yang berada di tengah-tengah salat-salat lainnya, yaitu salat Asar. Dan berdirilah untuk Allah di dalam salatmu dengan tunduk dan khusyuk.” (Al-Baqarah: 238)

Tidak hanya sampai disini, setelah kita bertemu dengan orang-yang rajin shalat beliau juga menganjurkan kita untuk mencari orang yang lebih baik lagi.

  • Mukmin yang suka bersedekah

Bersekadah dapat menjauhkan diri dari sifat materialistis, sombong, iri hati dan tidak adil sehingga mereka yang gemar bersedekah tidak akan memandang rendah dengan siapa mereka berteman.

  • Ahlu Al-Qur’an

Apabila kita suka berteman dengan para Ahlu Al-Quran secara tidak langsung akan mendapatkan cipratan kebaikan mereka. Tidak hanya itu, kelak di akhirat kita akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Dalam hadits riwayat Anas, Nabi SAW bersabda:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“engkau akan Bersama orang (golongan) yang engkau cinta”

Berteman dengan orang yang beriman dan taat kepada Allah itu sudah mendapat pahala, menyukai mereka dan meniru perbuatan mereka akan membuat kita dikumpulkan di surga bersama mereka. Begitu juga, apabila kita senang berteman dan meniru perbuatan orang kafir dan fasiq yang terlarang akan membuat kita mendapat dosa. Allah SWT sangat menyayangi hamba-hambanya sehingga dalam syariat yang dibawakan oleh Nabi-Nya menyuruh kita untuk pandai dalam memilih teman. Itu semua bertujuan agar kita selamat di dunia dan di akhirat. (Red. Reza Kurniawan/Ed. Adrian Rizky Pratama)

Refrensi

https://www.alkhoirot.net/2016/03/maksud-hadits-bersama-orang-yang-dicintai.html

https://manfaat.co.id/manfaat-sedekah-setiap-hari

Memilih Teman yang Baik | Republika Online

Cara Memilih Teman dalam Islam Menurut Imam Al-Ghazali – iqra.id

Adrian

Adrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *