Memetik Hikmah dari Peringatan Persemar 1967 Gontor

Memetik Hikmah dari Peringatan Persemar 1967 Gontor

UNIDA Gontor – Sabtu, 21 Maret 2020, seluruh civitas akademika Universitas Darussalam Gontor memperingati Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar) 1967 di aula lantai 4 Gedung Utama Universitas Darussalam Gontor. Bapak Rektor beserta jajarannya, yang sekaligus saksi hidup dari Peristiwa Sembilan Belas Maret 1967 sudah siap sejak pukul 08.00 WIB. Para dosen dan mahasiswa sudah duduk rapi siap mendengarkan sejarah dan hikmah yang bisa diambil.

Kejadian itu dialami Gontor pada tahun ke-41 dari usianya. Hingga kini, peringatan Persemar menjadi agenda wajib tahunan yang harus dihadiri oleh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Darussalam Gontor.

Acara dibuka dengan pesan dan nasehat serta penjelasan umum tentang Persemar oleh Al-Ustadz Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dokumen Persemar oleh Assoc. Al-Ustadz Prof. Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, MA., Al-ustadz Dr Setiawan Bin Lahuri, MA., Dr Mulyono Jamal, Al-Ustadz Dr Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.Ls., dan Al-Ustadz Drs. Y. Suyoto Arief, M.S.I.

Tujuan diadakan peringatan Persemar adalah agar kejadian itu tidak terulang lagi untuk kedua kalinya. Maka, pada acara ini dijelaskan Peristiwa 19 Maret 1967 sebelum kejadian, saat kejadian dan setelah kejadian. Secara bergantian, Bapak Rektor Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, beserta jajarannya menyampaikan kisah terkutuk itu serta membacakan maklumat dan surat penting yang diputuskan Trimurti setelah peristiwa tersebut.

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., menceritakan betapa Pak Zar memiliki jiwa keikhlasan yang sangat tinggi. Beliau juga menjelaskan bahwa mewakafkan tanah dan lembaga sekaligus bukanlah hal yang mudah. Apalagi di dalam suratnya tertulis bahwa semua keturunan tidak memiliki hak atas tanah beserta isinya.

Betapa keikhlasan Trimurti dalam memperjuangkan Pondok Modern Gontor sangat tinggi. Mungkin, inilah salah satu faktor keberhasilan Gontor, didirikan oleh spirit dan jiwa yang ikhlas. Sehingga, meskipun Gontor mengalami pahit getirnya perjalanan sejarah, Gontor justru makin maju dan berkembang. Berbagai kesulitan yang dihadapi justru menjadi pupuk yang membesarkan Gontor. [Ahmad Kali Akbar / Ed.: M. Taufiq Affandi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *