Mahasiswi UNIDA Gontor Kampus Putri Aktif Berperan dalam Organisasi BEM Pesantren Se-Indonesia

Mahasiswi UNIDA Gontor Kampus Putri Aktif Berperan dalam Organisasi BEM Pesantren Se-Indonesia

Halaqoh BEM Pesantren adalah Forum komunikasi dan konsolidasi BEM lintas kampus yang bernaungan dibawah yayasan pesantren, serta menjadi satu-satunya wadah yang secara penuh mengkoordinir acara kelembagaan pesantren-pesantren yang memiliki Perguruan Tinggi. Organisasi ini bersifat islami, nasionalis, independen, demokratis, akademis dan dinamis serta berprinsip pada keislaman serta dapat menjunjung tinggi rasa nasionalisme.  Universitas Darussalam Gontor Putri terpilih dalam Muktamar sebagai anggota yang ikut berperan aktif dalam pengembangan kinerja HBP ini, khususnya di Badan Otonomi Nisaiyyah. Empat mahasiswi UNIDA Gontor Putri, Nilam Suci Gilang Romadhona (EI), Nimas Wahyu Mahardika (PBA), Shova Musyafa’ah (MNJ), dan Conie Alifmay Prasetyo (HI)  aktif berperan dalam keanggotaan BEM Pesantren se-Indonesia periode 2018-2019 yang masing-masing menjabat sebagai ketua Media dan Publikasi Banom Nisaiyyah, Majelis Presiden Mahasiswa, Lajnah Nasional Publikasi dan Media, dan Ketua Banom Nisaiyyah.

Pengurus BEM Pesantren Indonesia, dr UNIDA Gontor Putri

Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia memiliki tujuan untuk memunculkan citra dan eksistensi BEM/DEMA yang berada dalam lingkungan pesantren. Untuk lebih mewarnai dunia Pendidikan Pesantren di Indonesia. Visinya adalah terwujudnya organisasi Mahasiswa Santri yang Bertaqwa, Berilmu, Berakhlaqul karimah, dapat mempertanggungjawabkan keilmuannya serta cinta Islam dan Tanah Air. Organisasi ini terdiri atas kurang lebih 145 Institusi Perguruan Tinggi yang berbasis pesantren. Keikutsertaan UNIDA Gontor Putri dalam kiprah BEM Pesantren menjadi tonggak utama berjalannya organisasi yang sudah hampir 6 tahun berdiri ini.

Delegasi UNIDA Putri juga aktif dalam setiap rentetan acara besar BEM Pesantren, salah satunya acara yang baru saja diselenggarakan beberapa hari lalu tanggal 24-26 Agustus 2019 yakni acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 70 institusi yang berbeda.

Agenda ini merupakan Program yang diadakan oleh HBP tiap tahunnya. Dalam acara tersebut, seluruh anggota halaqah BEM Pesantren membahas beberapa hal seperti evaluasi program kerja, rekomendasi untuk strategi pelaksanaan program kerja yang belum terlaksana selama satu tahun kepengurusan, dan penentuan tempat pelaksanaan Muktamar yang akan diselenggarakan pada bulan November. Selain itu seluruh peserta juga mengikuti Seminar Nasional yang diadakan oleh panitia. Acara yang dilakukan selama kurang lebih 3 hari ini diisi dengan kegiatan yang dibagi kedalam 3 kegiatan utama, yaitu evaluasi program kerja, kajian Islami, dan seminar nasional.

Dengan adanya BEM Pesantren ini diharapkan dapat memupuk kebersamaan dan menjalin silaturahmi seluruh mahasantri Indonesia untuk kemudian dapat berkarya, memberikan inovasi-inovasi dan mewarnai masyarakat Indonesia dengan identitas kesantriannya. [nilam/Ed. Iqbal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *