Mahasiswa UNIDA Gontor menghadiri acara 6th Action Asia Peace Building Forum 2017, dengan Tema “Preventing Violent Extremism: A Peace Building Perspective”

Mahasiswa UNIDA Gontor menghadiri acara 6th Action Asia Peace Building Forum 2017, dengan Tema “Preventing Violent Extremism: A Peace Building Perspective”

Jakarta – Salah satu ciri dari mahasiswa UNIDA Gontor adalah, berperan aktif dalam mengikuti program akademik baik yang ada di dalam maupun luar kampus. Mahasiswa yang aktif dalam bidang akademik yang diselenggarakan baik di dalam maupun luar kampus menjadi hal yang priorotas, karena mampu menjadi bahan acuan dalam pemantapan akreditasi kemahasiswaan yang ada di kampus. Di sisi lain, mereka mampu meningkatkan potensi kemahasiswaan mereka, dengan berlatih public speaking, debate, serta melatih analisa yang tajam, disertai dengan menjalin relasi dan membangun konektivitas dengan berbagai pihak. Hingga akirnya, mampu menjadi mahasiswa yang ‘ilman, khuloqon wa adaban, dan sarjana yang intelek dan tahu agama.

Muhammad Akbar Rahmadi berpose bersama Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA usai acara 6th Action Asia Peace Building Forum 2017

Maka dari itu, salah satu bukti peningkatan kapasitas mahasiswa UNIDA Gontor, salah seorang mahasiswa Hubungan Internasional UNIDA Gontor, yaitu Muhammad Akbar Rahmadi, Prodi HI semester 7  mengikuti acara 6th Action Asia Peace Building Forum 2017 , dengan Tema “Preventing Violent Extremism: A Peace Building Perspective”. Acara ini diselenggarakan oleh salah satu LSM The AMAN, yaitu The Asian Muslim Action Network, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Le Meredien, Jakarta Pusat. Acara ini diadakan sebagai bentuk dari pemantapan dan penyempurnaan nilai-nilai perdamaian yang ada di kawasan Asia, khususnya ASEAN, apalagi Indonesia. Sebelumnya, acara ini juga sempat diadakan di Kamboja, Vietnam dan berbagai negara Asia, dengan mengundang beberapa pembicara skala nasional dan internasional.

Untuk agenda awal, acara dibuka dengan menghadirkan salah satu Direktur AMAN, yaitu Prof. Azyumardi Azra MBA, dan juga termasuk salah satu tokoh UIN Jakarta. Selain itu, acara yang sebenarnya diagendakan dibuka resmi oleh Wakil Presiden RI, H. Jusuf Kalla, digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM, yaitu Jenderal TNI (Purn) Wiranto, S.H. Selain itu, ada beberapa negara sahabat juga memberikan Keynote Speech pada pembukaan AAPBF 2017.

Dari acara ini, menurut informasi dari admin dapatkan, adalah sebuah kesempatan yang cukup maksimal bagi delegasi UNIDA, karena selama ini ilmu pengetahuan yang didapatkan di kelas bisa dimaksimalkan secara nyata di lapangan, karena bisa bertemu dan berbagi pengalaman langsung dengan beberapa pembicara di acara tersebut, yang khusus membahas mengenai isu konflik, terorisme dan ektremisme. Di sisi lain, dari sinilah juga keaktifan mahasiswa UNIDA mulai digencarkan, agar erus dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, apalagi dalam hal pencapaian Sustainable Development Goals seperti yang digaungkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Semoga, kedepannya lebih banyak lagi mahasiswa UNIDA yang bisa berkontribusi aktif bagi UNIDA dan Indonesia, baik di dalam dan luar kampus. Hingga, sarjana yang mapan dan produktif serta profesionalisme, yang dilandasai pada nilai-nilai keislaman bisa diwujudkan. [M. Akbar Rahmadi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *