Mahasiswa UNIDA Gontor Mengembangkan Produk Inovasi Berbahan Dasar Gula Aren

Mahasiswa UNIDA Gontor Mengembangkan Produk Inovasi Berbahan Dasar Gula Aren

Gula merupakan sembilan bahan pokok kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa lepas dari sorotan masyarakat. Salah satu gula yang banyak digemari masyarakat adalah gula merah. Masyarakat biasa mengkonsumsi gula merah untuk bumbu masakan dan campuran minuman. Saat ini industri pengolahan gula merah telah banyak tersebar disetiap kabupaten di Indonesia.

Pohon aren (Arenga saccaharifera) adalah salah satu dari kekayaan hayati Indonesia yang sejak lama diolah sebagai penghasil gula. Perkembangan gula merah berbahan dasar aren sangat jarang kita jumpai di masyarakat. Sebagian besar produksi gula merah yang tersebar dipasaran berasal dari kelapa yang dicampur dengan gula pasir yang memiliki tujuan untuk menurunkan harga produksi, tanpa memperhatikan nutrisinya. Selain itu pengemasan gula dilakukan alakadarnya tanpa memperhatikan kebersihan, packaging dan ukuran seperti yang dapat kita jumpai di pasaran. Hal ini membuat gula merah memiliki kualitas yang rendah. Padahal dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor gula merah Indonesia ke Inggris sebagai negara importir gula merah terbesar Indonesia pada tahun 2016 naik sekitar US$657.800 atau meningkat 113,7%, begitu juga dengan beberapa negara lainya. Itu artinya permintaan gula merah sangat tinggi dipasar global.

Gula merupakan sembilan bahan pokok kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa lepas dari sorotan masyarakat. Salah satu gula yang banyak digemari masyarakat adalah gula merah. Masyarakat biasa mengkonsumsi gula merah untuk bumbu masakan dan campuran minuman. Saat ini industri pengolahan gula merah telah banyak tersebar disetiap kabupaten di Indonesia. Pohon aren (Arenga saccaharifera) adalah salah satu dari kekayaan hayati Indonesia yang sejak lama diolah sebagai penghasil gula. Perkembangan gula merah berbahan dasar aren sangat jarang kita jumpai di masyarakat. Sebagian besar produksi gula merah yang tersebar dipasaran berasal dari kelapa yang dicampur dengan gula pasir yang memiliki tujuan untuk menurunkan harga produksi, tanpa memperhatikan nutrisinya. Selain itu pengemasan gula dilakukan alakadarnya tanpa memperhatikan kebersihan, packaging dan ukuran seperti yang dapat kita jumpai di pasaran. Hal ini membuat gula merah memiliki kualitas yang rendah. Padahal dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor gula merah Indonesia ke Inggris sebagai negara importir gula merah terbesar Indonesia pada tahun 2016 naik sekitar US$657.800 atau meningkat 113,7%, begitu juga dengan beberapa negara lainya. Itu artinya permintaan gula merah sangat tinggi dipasar global. Atas alasan inilah 5 mahasiswa dari Universitas Darussalam Gontor mencoba untuk mengembangkan produk inovasi gula merah berbahan dasar nira aren, yang diberi nama GLORINS. Pengembangan produk ini didanai oleh Kemenristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul “GLORINS”, Inovasi Produk Gula Merah dengan Pengemasan PAF-paper sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal Indonesia di Pasar Global. 5 mahasiswa tersebut adalah Muhamad Iqbal Munir (Agrotek2016), Resky Ramadhan (EI2016), Sena Fadjar (TIP2016), Badrus Sholeh (TI2016) dan Agus Hidayat (EI2017). Nira aren dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dari pada kelapa. Yang pertama kandungan kalori yang lebih rendah, Dalam 100 gr gula aren mengandung 369 kcal dan 0,6 gr protein sedangkan pada gula kelapa mengandung 376 kcal dan 0 gr protein. Kemudian gula aren memiliki rasa yang lebih pekat dibandingkan gula kelapa. Di sisi lain juga ikut melestarikan gula aren karena sangat sedikitnya minat pengusaha memproduski gula dari aren murni yang mengakibatkan pada minimnya pohon aren yang ditanam. Inovasi ini terletak pada pengemasan dengan menggunakan PAF-paper berupa aluminium foil yang dibalut dengan kertas menjadi gula tahan lama. Proses penyaringan dilakukan 3 kali untuk mendapatkan gula yang bersih. Gula aren dikemas kecil dengan berat 5 gr per biji. Kemasan luar yang dipakai adalah jenis zipper yang akan membantu memperpanjang masa simpan. Terdapat 2 varian rasa dan berat bersih, yaitu rasa original dan kacang dengan berat 100gr dan 250gr. Dengan kemasan yang menarik dan rasa yang varian, gula aren tidak sebatas hanya sebagai bumbu dapur saja meliankan sebagai cemilan yang sehat. Sangat cocok untuk penderita diabetes maupun sebagai asupan energi bagi pendaki gunung karean memiiki kandungan karbohidrat 99%. Saat ini pemasaran gula aren ada di Ponorogo, kalangan Dosen dan mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 3000, dan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor yang berjumlah 2200 yang tersebar diseluruh Indonesia. Kemudian untuk memperkenalkan produk ini ke mancanegara dilakukan pengiklanan produk melalui IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) cabang luar negri yang terdiri dari 13 cabang dengan penyebaran alamat website e-commerce www.glorins.id. Selain itu juga sedang dalam tahap memperkenalkan produk ke Jepang melalui Elok Trading Japan LLC, yang berpusat di Kido Ouru City. Produk GLORINS ini masih dalam tahap pengembangan untuk mencapai standar. Di antara standar produk olahan pangan yang harus dipenuhi agar dapat beredar luas di masyarakat adalah peizinan dagang, sertifikasi halal, perizinan pengeluaran ingredient melalui pengecekan laboratorium, uji ketaahanan produk dan lainya. Harapan kedepan produk ini bisa dipasarkan secara luas bahkan sampai mancanegara dan mencajai inspirsasi bagi mahasiswa UNIDA Gontor maupun universitas lainya untuk berinovasi dan berkarya didalam kampus.

Tim PKM UNIDA Gontor

Atas alasan inilah 5 mahasiswa dari Universitas Darussalam Gontor mencoba untuk mengembangkan produk inovasi gula merah berbahan dasar nira aren, yang diberi nama GLORINS. Pengembangan produk ini didanai oleh Kemenristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul “GLORINS”, Inovasi Produk Gula Merah dengan Pengemasan PAF-paper sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal Indonesia di Pasar Global. 5 mahasiswa tersebut adalah Muhamad Iqbal Munir (Agrotek2016), Resky Ramadhan (EI2016), Sena Fadjar (TIP2016), Badrus Sholeh (TI2016) dan Agus Hidayat (EI2017).

Nira aren dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dari pada kelapa. Yang pertama kandungan kalori yang lebih rendah, Dalam 100 gr gula aren mengandung  369 kcal dan 0,6 gr protein sedangkan pada gula kelapa mengandung 376 kcal dan 0 gr protein. Kemudian gula aren memiliki rasa yang lebih pekat dibandingkan gula kelapa. Di sisi lain juga ikut melestarikan gula aren karena sangat sedikitnya minat pengusaha memproduski gula dari aren murni yang mengakibatkan pada minimnya pohon aren yang ditanam.

Inovasi ini terletak pada pengemasan dengan menggunakan PAF-paper berupa aluminium foil yang dibalut dengan kertas menjadi gula tahan lama. Proses penyaringan dilakukan 3 kali untuk mendapatkan gula yang bersih. Gula aren dikemas kecil dengan berat 5 gr per biji. Kemasan luar yang dipakai

adalah jenis zipper yang akan membantu memperpanjang masa simpan. Terdapat 2 varian rasa dan berat bersih, yaitu rasa original dan kacang dengan berat 100gr dan 250gr. Dengan kemasan yang menarik dan rasa yang varian, gula aren tidak sebatas hanya sebagai bumbu dapur saja meliankan sebagai cemilan yang sehat. Sangat cocok untuk penderita diabetes maupun sebagai asupan energi bagi pendaki gunung karean memiiki kandungan karbohidrat 99%.

Saat ini pemasaran gula aren ada di Ponorogo, kalangan Dosen dan mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 3000, dan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor yang berjumlah 2200 yang tersebar diseluruh Indonesia. Kemudian untuk memperkenalkan produk ini ke mancanegara dilakukan pengiklanan produk melalui IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) cabang luar negri yang terdiri dari 13 cabang dengan penyebaran alamat website e-commerce www.glorins.id. Selain itu juga sedang dalam tahap memperkenalkan produk ke Jepang melalui Elok Trading Japan LLC, yang berpusat di Kido Ouru City, yang telah menjalin kerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi UNIDA Gontor.

Produk GLORINS ini masih dalam tahap pengembangan untuk mencapai standar. Di antara standar produk olahan pangan yang harus dipenuhi agar dapat beredar luas di masyarakat adalah peizinan dagang, sertifikasi halal, perizinan pengeluaran ingredient melalui pengecekan laboratorium, uji ketahanan produk dan lainya. Harapan kedepan produk ini bisa dipasarkan secara luas bahkan sampai mancanegara dan menjadi inspirsasi bagi mahasiswa UNIDA Gontor maupun universitas lainnya untuk berinovasi dan berkarya didalam kampus. [iqbal]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *