Mahasiswa UNIDA Gontor Ikuti Indonesia Environmental Summit (IES) 2015

Mahasiswa UNIDA Gontor Ikuti Indonesia Environmental Summit (IES) 2015

Universitas Darussalam Gontor mengutus satu orang delegasinya dalam acara Indonesia Environmental Summit (IES) 2015 di Universitas Padjadjaran (UNPAD). Dia adalah Muhamad Fakhrurrizal Siddiq, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Acara tersebut berlangsung selama empat hari, dimulai dari hari Kamis (5/11) dan berakhir pada hari Ahad (8/11). Semua rangkaian acara dari awal sampai akhir dilaksanakan di Kompleks Kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Acara berbasis lingkungan ini mendatangkan 150 mahasiswa dari 45 universitas di penjuru tanah air, 20 Non-Government Organization (NGO), dan 10 organisasi green product. Diharapkan dengan lahirnya acara tersebut dapat menjadi stimulus bagi para seluruh peserta untuk meningkatkna kwalitas diri dalam menghadapi pergolakan dunia yang semakin hari semakin marak menghancurkan keseimbangan lingkungan. Selain itu juga para peserta dapat mengambil manfaatnya, baik untuk diri pribadi maupun untuk bangsa Indonesia secara luas. Terutama dalam mempromosikan pentingnya gaya hidup berbasis lingkungan.

Acara dimulai dengan pembukaan pada hari Kamis (5/11) pukul 10.00 WIB di Bale Sawala, ruang pertemuan yang terdapat di Gedung Rektorat. Di sana hadir Bapak Rektor UNPAD, Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, Presiden BEM KEMA UNPAD, Aa Habib Baihaqi, dan Ketua Panitia IES, Ahmad Zaky Imza, yang silih bergantian memberikan sambutan dan semangat bagi para peserta yang kebanyakan masih dalam keadaan lelah setelah perjalanan panjang dari daerah masing-masing. Selepas sambutan, acara dilanjutkan dengan hiburan tari jaipong dari Mahasiswa UNPAD. Setelah acara dibuka, para peserta diperkenankan untuk menuju ke kamar masing-masing dengan menggunakan odong-odong milik kampus, untuk istirahat dan shalat dzuhur.

Acara kembali dilanjutkan pukul 13.00 WIB, para peserta kembali diangkut menggunakan odong-odong untuk menuju ke Bale Sawala guna mengikuti rangkaian acara selanjutnya, yaitu Environment Insight. Tapi sebelum itu para peserta dijamu dengan makan siang ala sunda di Gedung Rektorat.

Acara Environment Insight rencananya akan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Ibu Siti Nurbaya, dan Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil. Namun beliau berdua berhalangan hadir, sehingga digantikan oleh Peneliti lingkungan dari UNPAD dan Kang Aad, seorang pakar Budaya dan Lingkungan, beliau juga seorang pemain sinetron “Preman Pensiun”. Banyak peserta yang kecewa karena ketidakhadiran para narasumber yang ditunggu-tunggu, namun kekecewaan mereka terobati dengan hadirnya narasumber yang tak terduga di sesi kedua, yaitu Tasya Kamila, seorang artis sekaligus Duta Lingkungan Indonesia. Selain Tasya, hadir pula para pemuda berbakat yang telah berpengaruh besar terhadap pelestarian lingkungan nasional, mereka adalah Muhammad Carlos dan Nesya Ichida. Acara berakhir pada pukul 17.30, para peserta kembali ke kamar dan bersiap untuk menghadiri Gala Dinner.

Gala Dinner dilaksanakan di Bale Santika. Disana merupakan ajang bagi para peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Disana juga disediakan jamuan malam dan games kecil sebagai pemanis rangkaian acara IES 2015 ini. Acara selesai pukul 21.00, setelah itu para peserta kembali ke kamar untuk beristirahat.

Di hari kedua, diagendakan para peserta akan mengikuti dua acara, yaitu Green Expo dan Indonesia Green Forum (IGF), Green Expo adalah berkumpulnya organisasi-organisasi lingkungan untuk mendemonstrasiskan gerakannya. Organisasi yang hadir tidak hanya dari UNPAD, tapi juga dari berbagai universitas lain dan kalangan umum, seperti IAAS, Eco-Green, dll. Dan Indonesia Green Forum adalah forum diskusi para peserta untuk merumuskan naskah deklarasi yang akan dibacakan pada hari ketiga. Karena tidak ada agenda pada hari ketiga, para peserta bebas menentukan kegiatannya, namun kebanyakan mereka berkeliling bersama kelompoknya ke sekitar wilayah Jatinangor.

Di hari ketiga, para peserta disibukkan dengan aksi sosialisasi kepada masyarakat tentang lingkungan dan juga memberikan reusable bag sebagai pengganti plastik ketika berbelanja. Setelah itu peserta dihibur dengan games-games yangs sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, dan acara pun menuju puncaknya pada malam hari, yaitu pembacaan deklarasi, festival, dan diakhiri dengan penutupan yang sangat khidmat. Setelah itu para peserta dipersilahkan istirahat setelah seharian berada di lapangan terbuka.

Hari keempat, adalah hari terakhir penyelenggaraan acara ini. Para peserta dikumpulkan di depan asrama untuk mengadakan pelepasan dan perfotoan bersama. Setelah itu suasana pagi dihiasi dengan rasa haru karena harus berpisah dengan teman-teman yang baru dikenal, padahal mereka belum lama bertemu. Namun mau tidak mau mereka harus kembali ke daerah masing-masing. Rangkaian acara pun berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Dengan mengikuti acara ini, banyak sekali manfaat yang diambil dari pengalaman disana. Mulai dari mengenal keadaan mahasiswa luar yang sangat aktif dan antusias dalam menjaga lingkungan, mendengarkan mahasiswa dari Riau yang bercerita tentang keadaannya yang telah lama tidak melihat langit biru, dll. Dari sana juga para peserta sadar bahwa ternyata lingkungan sangat membutuhkan aksi kita sebagai mahasiswa untuk menjaga keutuhan dan kelestarian lingkungan, terutama di Indonesia yang banyak warganya masih belum sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *