Mahasiswa PAI UNIDA Gontor Menjadi Finalis UI Film Festival 2017 

Mahasiswa PAI UNIDA Gontor Menjadi Finalis UI Film Festival 2017 

DEPOK – Kali ini, perwakilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Darussala (UNIDA) Gontor  menjadi salah satu Finalis kategori Film Parodi dalam ajang UI Film Festival (UIFF) 2017. Kegiatan ini di selenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sinematografi Universitas Indonesia. (30/09)

Mahasiswa PAI UNIDA  Gontor yang terdiri dari Alvhi Syahrin Gunandar, Laode Muhammad Alfateh, Nuryansyah Roni dan  Eli Alfian, akhirnya dapat menghadiri undangan akomodasi sebagai Finalis UI Film Festival pada tanggal 26 September – 1 Oktober 2017.

Event yang di adakan UKM Sinematografi Universitas Indonesia ini merupakan Event lomba yang di adakan setiap tahunnya, yang di mulai pada tahun 2014.

Festival yang memegang gagasan “dari mahasiswa, untuk mahasiswa” ini terus berkembang setiap tahunnya hingga tahun 2016. Pada tahun 2017, festival ini pun akhirnya  diselenggarakan untuk keempat kalinya. Dengan tema “Candramawa: Hitam-Putih Berinteraksi, Mahasiswa Beraksi dalam Sinema,” UI Film Festival pun dikemas dengan berbagai program apik dan menarik.

Setelah berhasil memeriahkan ranah perfilman mahasiswa sejak tahun 2014, festival ini pun sukses diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Lomba Film Parodi yang di ikuti oleh Mahasiswa PAI UNIDA Gontor ini, merupakan jenis perlombaan terbaru, yang di selenggarakan oleh UIFF pada tahun 2017.

Kompetisi UI Film Festival 2017 terbagi atas kompetisi Film Fiksi Pendek, Esai Perfilman, dan Film Parodi. Ketiga kompetisi tersebut berakhir pada 13 Agustus 2017 secara bersamaan. Setelah penutupan kompetisi, terkumpullah 172 Film Fiksi Pendek, 16 Esai Perfilman, dan 110 Film Parodi.

Jumlah finalis pada UIFF 2017 adalah sebagai berikut, Film Parodi terdiri dari 14 Finalis, Essai Perfilman terdiri dari 5 Finalis, dan Film Fiksi Pendek terdiri dari 15 Finalis.

Adapun juri kompetisi Film Fiksi Pendek terdiri dari Eric Sasono, Cut Mini Teo, dan Ernest Prakasa, sedangkan kompetisi Esai Perfilman akan dijurikan oleh Seno Gumira Ajidarma. Khusus kompetisi film parodi, penentuan pemenang ditentukan berdasarkan  hasil voting online.

Semoga acara ini menjadi sarana Mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan bakatnya, serta dapat mengharumkan Tanah Air tercinta dengan kreativitas yang mendunia. [Alvi Syahrin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *