LEMLIT UNIDA Gontor Mengadakan Workshop Pengelolaan E-Journal

LEMLIT UNIDA Gontor Mengadakan Workshop Pengelolaan E-Journal

Salah satu tridharma perguruan tinggi adalah penelitian. Untuk menciptakan budaya meneliti dalam lingkungan kampus, UNIDA Gontor memiliki beberapa program terkait dengan penelitian. Salah satu agenda tersebut adalah memaksimalkan pengelolaan e-journal. Tujuannya adalah supaya hasil penelitian para dosen dapat diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Untuk menunjang hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Penerbitan (LEMLIT) Universitas Darussalam Gontor mengadakan seminar dan workshop pengelolaan jurnal elektronik (E-Journal). Acara tersebut diadakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 13 hingga 14 Februari 2015.

Workshop yang bertempat di Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) tersebut diikuti oleh seluruh pengelola jurnal fakultas yang ada di UNIDA Gontor. Selain itu, peserta juga datang dari utusan beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Ponorogo. Di antaranya adalah pengelola Jurnal al-Adabiya Institut Sunan Giri Ponorogo, Jurnal Tahrir STAIN Ponorogo, serta Jurnal Aristo dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Adapun yang menjadi pembicara dalam acara workshop pengelolahan e-journal kampus di antaranya adalah Dr. Lukman, ST, M.Hum dari PDII-LIPI dan Dr. Istadi ST, MT dari UNDIP Semarang.

Peserta sangat antusias mengikuti workshop dua hari tersebut. Sebab, peserta diajak untuk mengenal urgensi Jurnal Elektronik di dunia globalisasi saat ini. Selain itu, peserta juga belajar banyak terkait tata cara mendaftarkan jurnal fakultas di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan banyak hal penting lainnya terkait dengan pengelolaan jurnal.

Acara workshop pengelolaan e-journal ini bertujuan meningkatkan kualitas Jurnal yang ada di UNIDA Gontor khususnya, dan pengelolaan jurnal di perguruan tinggi pada umumnya. Adapun poin penting yang dapat diambil dari acara tersebut adalah sistematika agar jurnal dapat terakreditasi nasional yang terindeksasi dan berkualitas standar internasional. Sebab, jurnal internasional tentu memiliki manfaat yang lebih daripada jurnal nasional. Khususnya dari segi manfaat keilmuan.

“Maka kita tidak perlu menunggu hingga beruban untuk menjadi guru besar, cukup menulis di Jurnal Internasional maka karya anda akan dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang.” Tegas Dr. Istadi.

Acara tersebut berakhir pada hari Sabtu dan ditutup dengan foto bersama para peserta. Meski acara resmi sudah berakhir, para peserta masih meminta kesediaan para tutor untuk berdiskusi non-formal tentang pengelolaan jurnal lebih intens. Acara workshop pengelolaan e-journal berjalan dengan maksimal. Pada akhirnya, pengelola jurnal kampus diharapkan dapat terus melanjutkan hasil pelatihan tersebut dalam bentuk realisasi penelitian baik skala nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *