Leadership Camp dan Capacity Building GenBI Kediri 2019 “Smart Generation to be Future Leader”

Leadership Camp dan Capacity Building GenBI Kediri 2019 “Smart Generation to be Future Leader”

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Kediri mengadakan Leadership Camp dan Capacity Building pada Senin-Rabu, 2-4 Desember 2019 di Crown Victoria Hotel, Tulungagung. GenBI merupakan komunitas lintas kampus yang beranggotakan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. Kegiatan LC dan Capacity Building ini diikuti oleh 4 perguruan tinggi yaitu, IAIN Tulungagung, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo dan UNIDA Gontor.

Baca juga : http://unida.gontor.ac.id/50-beasiswa-bank-indonesia-terbuka-bagi-mahasiswa-unida-gontor-setiap-tahun/

Bu Ika dan Bu Sulis Menyampaikan Materi tentang UMKM

Acara dibuka dengan sambutan oleh ketua acara Adimas dan Perwakilan BI, sekaligus menjelaskan tentang kebanksentralan. Kemudian, dilanjutkan dengan Capacity Building oleh beberapa pemateri. Bu Sulis, ketua Pertakina (Persatuan Tenaga Kerja Asing Indonesia) menyampaikan materi pertama tentang UMKM rintisannya bersama dengan para pahlawan devisa yang tergabung dalam Pertakina. Bu Sulis menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan dalam menggerakkan masyarakat, khususunya para mantan tenaga kerja Indonesia yang memiliki tingkat pendidikan rendah dan pola pikir yang berbeda-beda “Jika saya yang hanya seorang mantan TKW (dulu namanya) saja bisa apalagi kalian, orang terpilih Bank Indonesia”, pungkasnya.

Simak Berita berikut : http://unida.gontor.ac.id/apa-itu-genbi-dan-apa-itu-coffee-camp-temukan-jawabannya-di-sini/

Masih tentang UMKM, giliran Bu Ika, Owner Omah Kopi Mandiri, Tulungagung menyampaikan bisnis kopi yang dimulai dari kedai miliknya sendiri. Berfikir bahan baku di kedainya semakin susah didapat dan harganya mahal, Bu Ika kemudian merambah ke hulu dengan mengajak petani kopi di Tulungagung bersama meningkatkan produksi dan kualitas kopi lokal Tulungagung. Bu Ika mengatakan bahwa kedai kopi di Tulungagung terus meningkat tiap tahunnya, sekarang saja tercatat 3000 kedai kopi. Akan tetapi supply dari petani belum mencukupi. Oleh karena itu, pemberdayaan petani kopi sangatlah dibutuhkan untuk melestarikan sekaligus meningkatkan produksi kopi Tulungagung.

Pak Hari Tri Wasono Menyampaikan Materi tentang Kepenulisan

Dilanjutkan dengan pemateri ketiga yaitu tentang “Kepenulisan” oleh Pak Hari Tri Wasono salah satu wartawan di Kompas Media. “Saya jurusan hukum, tapi sekarang yang bisa membiayai hidup saya dan keluarga saya adalah skill saya yang dulu diasah semasa duduk dibangku kuliah. IPK saya dulu 2,75, ga diterima kerja dimana pun, sampai saya iseng nulis di blog dan mulai dari situ saya mendapat pekerjaan saya. Menulis harus dilatih, setiap orang pada dasarnya bisa menulis, hanya saja perlu tahu tempat. Misalnya di sosial media kebanyakan dari kita membuat status sampah yang tidak ada faedahnya, mulai dari sekarang, manfaatkanlah sosial media untuk belajar menulis”, nasehatnya.

Pak Eko Mulyadi Menyampaikan Materi tentang Pendampingan Sosial

Malam harinya diisi oleh Pak Eko Mulyadi, Kepala Desa Karangpatihan, Ponorogo yang menyampaikan tentang materi “Pendampingan Sosial”. Beliau adalah kepala desa yang dipilih langsung oleh warganya. Beliau dikenal sebagai pemberdaya masyarakat yang sebagian besar adalah penyandang Tunagrahita untuk bisa mandiri secara ekonomi. Perjalanan beliau cukup panjang dari tahun 2009 sampai dengan sekarang telah berhasil membawa masyarakat desanya mandiri secara finansial. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain keset, batik ciprat, dengan unit usaha seperti peternakan lele, ayam, kambing dan lain sebagainya. Salah satu yang mendukung terwujudnya program desa adalah Bank Indonesia, yang beberapa hari terakhir juga turut andil dalam membangun “Rumah Harapan”. Atas kesabaran dan kegigihannya, beberapa penghargaanpun diraihnya seperti Kick Andy Heroes 2013, Danamon Award 2014 dan lainnya. “Anak muda sekarang jangan hanya berfikir bagaimana untuk mendapatkan uang dari pekerjaannya, berfikirlah untuk memberdayakan masyarakat sekitar kita, itu lebih menyenangkan”, ujarnya.

Pak Hatta Menyampaikan Materi tentang Leadership

Capacity Building ditutup ole Pak Hatta dari ESQ Kediri, yang menyampaikan tentang “Leadership”. Poin utama yang beliau sampaikan adalah “Menjadi seorang yang sukses itu tidak dipengaruhi oleh finansial, intelektual, fisik, maupun latar belakang keluarga. Setiap manusia terlahir di dunia ini adalah sebagai pemimpin, maka sudah seharusnya kita bisa menjadi pemimpin di kehidupan nyata”. Pemaparan Pak Hatta ditutup dengan muhasabah diri, dengan mengingat kembali perjuangan orang tua kita, yang telah mendidik, mengajarkan dan membesarkan kita sampai saat ini.

Kegiatan Outbound di Pantai Banyeman, Tulungagung

Menginjak hari kedua, yaitu Outbound bersama dengan “Cross” Adventure and Outbound di Pantai Bayeman, Tulungagung. Masing-masing peserta bersama dengan kelompok yang telah ditentukan sebelumnya membuat yel-yel yang nantinya akan dinilai, ketika acara berlangsung. Outbound diisi dengan 5 permainan yang harus diselesaikan dalam waktu kurang lebih 2 jam. Beberapa permainannya antara lain spider net, buaya darat, climbing, ranjau bola, dan bendera tiang. Peserta begitu antusias mengikuti permainan demi permainan. Tawa canda bersama berbaur dengan wajah ceria yang optimis untuk memenangkan tiap cabang permainan. Tim terbaik dinilai berdasarkan kerja sama dan kekompakan tim.

Kunjunan ke Kampung Susu Dinasty

Usai Outbound, peserta diajak untuk berkunjung ke wisata edukasi Kampung Susu Dinasty, di Desa Sidem, Kecamatan Gendong, Tulungagung. Kampung Susu Dinasty adalah sebuah Kawasan peternakan susu perah, yang pada tahun 2015 menjadi tempat wisata edukasi berbasis peternakan. Tempat ini sudah menjadi destinasi wisata terutama sekolah-sekolah di Kabupaten Tulungagung. Di tempat ini, peserta diajak untuk mengetahui cara memeras susu sapi, mengolah pakan, mengetahui pengolahan kotoran sapi memalui biogas, sampai pengolahan produk berbasis susu.

Pak Khoirul Menyampaikan Materi tentang Public Speaking

Lelah bermain dan belajar dari pagi sampai sore hari, malam harinya di Restaurant Bima, peserta mendapatkan materi tentang “Public Speaking” yang disampaikan oleh Bapak Khoirul Abadi “Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan oleh setiap orang dari profesi apapun, menjadi diri sendiri dan bagaimana cara membranding diri melalui orasi kita di depan audiens itu yang harus kita pikirkan, bisa kita liat dari beberapa MC ternama nasional, bagaimana meraka memandu acara”, pungkasnya.

Penyerahan Hadiah Kepada Pemenang

Dilanjut dengan sambutan oleh Pak Sonaji, selaku pemimbing GenBI Kediri dan penyerahan hadiah kepada kelompok terbaik, yel-yel terbaik, peserta terbaik dan pengumuman peserta LC Nasional. Acara tersebut kemudian ditutup bersama- sama dengan Do’a. Besar harapanya, semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan jiwa kepemimpinan masing-masing peserta, seperti temanya “Smart Generation to be Future Leader. [Iqbal Munir]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *