Lanjutkan Workshop Pemikiran dan Peradaban Islam, PKU VIII UNIDA Gontor Jelajahi Banten

Lanjutkan Workshop Pemikiran dan Peradaban Islam, PKU VIII UNIDA Gontor Jelajahi Banten

SERANG–Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melanjutkan workshop bertema pemikiran dan peradaban Islam di Banten pada hari Rabu (4/3), sehari penuh. Pagi hari, workshop diadakan di tiga tempat berbeda secara bersamaan. Ketiga tempat tersebut meliputi Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro dan Pondok Pesantren Modern Darel Azhar di Rangkasbitung, serta Pondok Pesantren Daar El-Qolam yang berlokasi di Tangerang. Siangnya, para peserta PKU VIII berangkat ke Lebak untuk bersilaturahim dengan keluarga besar Pondok Pesantren La Tansa, sekaligus mengadakan workshop dan sosialisasi UNIDA Gontor hingga sore.

Workshop di Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro

Workshop di Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro

Tiba di La Tansa Mashiro pada Selasa (3/3) malam, rombongan PKU VIII yang kali ini didampingi Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A., H. Setiawan Bin Lahuri, M.A., dan Hasib Amrullah, M.Ag. telah ditunggu Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa, K.H. Soleh, S.Ag., M.M. di kediamannya. Mereka disambut dengan penuh hangat dan dalam suasana kekeluargaan. Baik Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro, maupun Pondok Pesantren La Tansa dan Daar El-Qolam, sama-sama didirikan oleh mendiang Drs. K.H. Ahmad Rifa‘i Arief, salah satu alumni Gontor pada tahun 1964. Selama pengabdiannya di Gontor, ia dijadikan K.H. Imam Zarkasyi sebagai sekretaris kepercayaan beliau.

Workshop yang digelar di Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro dihadiri segenap mahasiswa dan mahasiswinya. Mereka menyimak dengan seksama pemaparan ketiga pemateri yang dihadirkan PKU VIII tentang beragam tantangan pemikiran Islam. Salah satu tema menarik tentang Syi‘ah dibahas Harisman. Ia memusatkan pembahasannya pada judul “Wanita dalam Perspektif Syi‘ah”. Tema yang lain disampaikan oleh Saiful Anwar mengenai bahaya pendidikan keluarga berbasis kesetaraan gender dengan judul “Problem Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender”. Sedangkan Hasbi Arijal membahas konsep monoteis yang diklaim agama-agama Semit seperti Yahudi dan Nasrani tidak sama dengan konsep tauhid dalam Islam. Tema yang ia bawakan itu berjudul “Problem Konsep Monoteisme dalam Agama-agama Semit”.

Selain di Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro, rombongan PKU VIII juga menjadi tamu kehormatan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, K.H. Ikhwan Hadiyyin. Ia sangat senang menyambut kehadiran PKU dari Gontor untuk membekali anak didiknya, santri-santri Darel Azhar. Menurutnya, tantangan pemikiran Islam semakin masif dan Barat berupaya menjauhkan umat Islam dari agamanya. Belum lagi permasalahan Syi‘ah yang terus berupaya menyebarkan akidah mereka yang menyimpang jauh dari Islam. Umat perlu diberi kesadaran terhadap bahaya pemikiran Barat agar Islam bisa bangkit membangun kembali peradabannya.

Adapun pemateri yang berkesempatan mengisi workshop di pondok ini adalah M. Shohibul Mujtaba, Abid Ikhwan Alhadi, dan Muryadi. Mujtaba menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat dalam Islam dengan judulnya “Konsep Ikhtilaf dalam Islam”. Pemateri lainnya, Abid, membahas tema berjudul “Tahrif Al-Qur’an dalam Literatur Ahlu Sunnah”. Ia membuktikan beragama tuduhan Syi‘ah terhadap Ahlu Sunnah tidak benar, terutama mengenai penyimpangan Al-Qur’an. Ahlu Sunnah dituduh Syi‘ah telah menghilangkan ayat-ayat Al-Qur’an, padahal ayat-ayat itu termasuk dalam kategori naskh wa mansukh. Lain lagi dengan Muryadi, yang membahas tema berjudul “Ijtihad dalam Tahqiq al-Manath”. Ia memberi penjelasan mengenai cara-cara menetapkan hukum syariat Islam, sehingga tidak salah sasaran.

Tiga pembicara lainnya di Pondok Pesantren Daar El-Qolam berbicara mengenai pendidikan, hermeneutika, dan konsep keilmuan. Tema pendidikan berjudul “Liberalisasi Kurikulum Pendidikan” disampaikan oleh M. Aqil Azizy. Sedangkan “Hermeneutika vs Ta’wil” dibahas oleh Ahmad Kali Akbar, dan M. Faqih Nidzom membahas “Konsep Ilmu Pengetahuan dalam Islam dan Problem Keilmuan Barat”.*elk

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *