Universitas Darussalam Gontor

kultum singkat tentang harta

Kultum singkat tentang harta ini merupakan intisari dari tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Setiawan Bin Lahuri, Lc. M.A., dalam Bahasa Arab di Masjid Jami’ Universitas Darussalam Gontor. Untuk memudahkan bagi yang ingin menyampaikan kultum ini ke masyarakat yang berbahasa Inggris, maka editor menambahkan arti dari ayat dan hadits dalam bahasa Inggris.


Seorang muslim harus bijaksana dalam membelanjakan harta. Dalam Surat Al-Furqan (25) ayat 67 Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

wallażīna iżā anfaqụ lam yusrifụ wa lam yaqturụ wa kāna baina żālika qawāmāDan

Artinya: (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,

Translation: And [they are] those who, when they spend, do so not excessively or sparingly but are ever, between that, [justly] moderate

Keteladanan Rasulullah SAW dalam harta dapat kita lihat dari beberapa kehidupan beliau. Beliau hidup dengan sederhana, tidak berlebihan dan bermewah-mewahan, namun juga tidak kikir dan miskin papa.

Dalam sebuah hadits hasan, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW biasa tidur dengan menggunakan tikar.

عن عبد الله بن مسعود قال: نام ر سول الله صلى الله عليه و سلم على حصير فقام وقد أثر في جنبه، فقلنا: يا رسول الله، لو اتخذنا لك وطاء، فقال:”ما لي و للدنيا، ما أنا في الدنيا إلا كراكب استظل تحت شجرة ثم راح و تركها

Artinya: “Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata: “Suatu hari Rasulullah tidur beralaskan tikar, kemudian beliau terjaga dan terlihat bekas tikar di sampingnya, kami pun bertanya: “Wahai baginda Rasul bagaimana menurut anda jika kami membuatkan anda kasur?” Rasulullah pun menjawab, “Apa urusanku dengan dunia?! Aku hidup di dunia hanya seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, yang kemudian ia beranjak pergi meninggalkan pohon tersebut” (HR. Tirmidzi)

Translation: ‘Abdullah narrated :”The Messenger of Allah (s.a.w) was sleeping upon a mat, then he stood, and the mat had left marks on his side. We said: ‘O Messenger of Allah! We said: ‘O Messenger of Allah! We could get a bed for you.’ He said: ‘What do I have to do with the world! I am not in the world but as a rider seeking shade under a tree, then he catches his breath and leaves it.'”

Dalam Riyad As-Salihin, kita dapat menemukan riwayat tentang kesederhanaan Rasulullah SAW:

وعن أبي سعيد المقبري عن أبي هريرة رضي الله عنه، أنه مر بقوم بين أيديهم شاة مصلية، فدعوه فأبي أن يأكل، وقال‏:‏ خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم من الدنيا ولم يشبع من خبز الشعير‏.‏ ‏(‏‏(‏رواه البخاري‏)‏‏)‏‏

Artinya: “Abu Hurairah R.A. berkata bahwa suatu hari ia melintas di depan beberapa orang yang memiliki kambing panggang. Mereka mengajaknya (untuk makan), namun dia menolaknya sembari mengatakan, “Rasulullah (SAW) meninggalkan dunia dan beliau belum pernah kenyang memakan roti gandum” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Abu Hurairah (May Allah be pleased with him) said that he happened to pass by some people who had a roast lamb before them. They invited him, but he declined, saying: “The Messenger of Allah (ﷺ) left the world without having eaten his fill with barley bread.”

Semoga kita dapat meneladi kebijaksanaan dan kesederhanaan Rasulullah SAW dalam kehidupannya.

(Diintisarikan oleh: M. Taufiq Affandi)

Video Terkait Bijaksana dalam Konsumsi

Artikel Terkait Kultum Singkat tentang Harta

Kultum Singkat tentang Hakikat Dunia

Kultum Singkat tentang Akhlak

Kultum Dr. Abdul Hafidz Zaid: Makna Kedzaliman

Agama dan Manusia

Cara menjadi orang sukses dunia akhirat

Kultum Singkat Tentang Zakat, Infaq dan Sedekah

Taufiq Affandi

Taufiq Affandi

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *