Kultum Ramadhan: 3 Bentuk Kezhaliman (Oleh: Dr. Abdul Hafidz Zaid)

Kultum Ramadhan: 3 Bentuk Kezhaliman (Oleh: Dr. Abdul Hafidz Zaid)

Tahukah kita arti dari Zhalim? Apakah artinya ‘jahat’, ‘menyakiti’, atau ‘mengganggu’, atau apa sebenarnya? Pertanyaan kita akan terjawab dalam kultum ramadhan di bawah ini.

Dalam kultum ramadhan di masjid UNIDA Gontor, Rabu (8/5/2019), Al-Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zaid, Lc., M.A., mengingatkan agar siapapun kita, jangan sampai zhalim.

Doktor dalam bidang Bahasa Arab ini menjelaskan “Azh-zhulmu fii ashlihi al-lughawii yadullu ala wadh`iasysya’i fi ghairi mawdhi`ihi,” yang maksudnya, “zhalim, dalam asal kata Bahasa Arab, adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.”

Baik pendidik, pemimpin, atau siapapun kita, tidak boleh zhalim. “ Guru ataupun dosen yang memberikan nilai lebih rendah dari semestinya, maka itu zhalim. Sebaliknya, memberikan nilai lebih tinggi dari semestinya, itu zhalim juga.”

Dr Abdul Hafidz Zaid menyampaikan kultum Ramadhan pada kuliah shubuh di masjid UNIDA Gontor

Hadits Qudsi tentang larangan Zhalim

Di awal kultum Ramadhan ini, Ustadz Abdul Hafidz mengutip sebuah hadits qudsi yang menegaskan tentang larangan berbuat zhalim.

عَن أَبِي ذَرٍّ اْلغِفَارِي عَن النّبِيّ صلى الله عليه وسلم فِيمَا رَوَىَ عَنِ اللّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنّهُ قَالَ:

يَا عِبَادِي إِنّي حَرّمْتُ الظّلْمَ عَلَىَ نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرّماً فَلاَ تَظَالَمُوا

Artinya: “Dari Abu Dzar al-Ghifâri Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkan firman Allah Azza wa Jalla , “Wahai hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka, janganlah kalian saling menzhalimi.””

Tiga jenis kezhaliman

1. Zhalim pada pencipta

Pada kultum ramadhan ini, Ustadz Abdul Hafidz lebih lanjut menjelaskan bahwa setidaknya ada 3 jenis kezhaliman. Yang pertama adalah kezhaliman seorang manusia terhadap penciptanya. Bentuk kezhaliman ini adalah nifaq, kufur, dan syirik. Allah SWT berfirman dalam surat Luqman: 13

إِنَّ الشِّركَ لَظُلمٌ عَظيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”

Allah berfirman juga dalam surat Al-Baqarah: 254

وَالكافِرونَ هُمُ الظّالِمونَ

Artinya; “Orang-orang kafir itulah orang yang zhalim.”

2. Zhalim pada orang lain

Bentuk kedua dari kezhaliman adalah zhalim pada manusia lainnya. Dalam Surat Asy-Syuraa ayat 42 Allah berfirman,

إِنَّمَا السَّبيلُ عَلَى الَّذينَ يَظلِمونَ النّاسَ وَيَبغونَ فِي الأَرضِ بِغَيرِ الحَقِّ ۚ أُولٰئِكَ لَهُم عَذابٌ أَليمٌ

“Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih.”

3. Zhalim pada diri sendiri

Bentuk yang ketiga adalah zhalim kepada diri sendiri. Bagaimana seseorang dapat menzhalimi dirinya sendiri? Seseorang telah menzhalimi dirinya sendiri ketika ia melakukan dosa dan kemaksiatan. Allah SWT berfirman dalam surat Fathir ayat 32:

ثُمَّ أَورَثنَا الكِتابَ الَّذينَ اصطَفَينا مِن عِبادِنا ۖ فَمِنهُم ظالِمٌ لِنَفسِهِ وَمِنهُم مُقتَصِدٌ وَمِنهُم سابِقٌ بِالخَيراتِ بِإِذنِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الفَضلُ الكَبيرُ

Artinya: “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”

Dalam surat Ali-Imran ayat 117, Allah SWT berfirman:

وَما ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلٰكِن أَنفُسَهُم يَظلِمونَ

Artinya: “Allah tidak menzhalimi mereka, tetapi mereka yang menzhalimi diri sendiri.”

Penutup Kultum Ramadhan: Jangan Zhalim dengan amanah

Kemudian di penghujung kultum ramadhan tersebut, beliau menjelaskan kaitan antara bahwa jika amanah tidak dilaksanakan dengan baik, maka hal tersebut adalah sebuah kezhaliman.

Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 72-73

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

لِّيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya:

(72) “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat bodoh,”

(73) “sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Demikian ringkasan dari kultum ramadhan yang disampaikan oleh Dr. Abdul Hafidz Zaid, Lc., MA. Wakil Rektor III sekaligus Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Arab di UNIDA Gontor.

Kultum Ramadhan: Suasana kuliah shubuh bersama Dr. Abdul Hafidz Zaid di Masjid UNIDA Gontor (Photo: Arta)

Tentang Kultum Ramadhan di UNIDA Gontor

Selama bulan ramadhan, di UNIDA terdapat berbagai kegiatan yang terangkum dalam Kampung Ramadhan UNIDA Gontor. Ragam kegiatan tersebut dapat dilihat di sini: http://unida.gontor.ac.id/kampung-ramadhan/

Setiap ba’da shubuh, di masjid UNIDA Gontor menjadi ladang bagi pencari ilmu dan hikmah untuk menambah ilmu, iman dan amal mereka dengan mendengarkan kuliah shubuh dari para asatidz.

[Taufiq. Photo: Maulana Malik, Arta]

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *