Khutbah Idul Adha 1438 H, Ust Royyan sampaikan “Berkorban Adalah Ciri Seorang Muslim”

Khutbah Idul Adha 1438 H, Ust Royyan sampaikan “Berkorban Adalah Ciri Seorang Muslim”

UNIDA Gontor – Seluruh civitas akademia Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, menunaikan ibadah sholat Idul Adha di depan pelataran Masjid Jami’e UNIDA Gontor, pada Jum’at, 01/09/2017. Shalat Idul Adha dimulai jam 06. 20 pagi, yang diimami oleh Ust. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., Dekan Fakultas Humaniora. Sedangkan Khatib Idul Adha Ust. Royyan Ramdhani Djayusman, M.A., Kepala Biro Administrasi Akademik (BAAK).

Ust. Royyan Selaku Khatib menyampaikan Khutbah Idul Adha dengan tema “Berkorban Adalah Ciri Seorang Muslim”. Seluruh mahasiswa, dosen dan masyarakat desa sekitar kampus melaksanakan ibadah shalat Idul Adha ini. Adapun mahasiswa semester 1 & 3 yang sedang mengikuti kegiatan Baksos melaksanakan Ibadah Shalat Idul Adha ditempat bakos tersebut.

Dalam khutbahnya Ust Royyan mengatakan bahwa Idul Adha ini adalah pelajaran pengorbanan, pengorbanan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam mengorbankan sesuatu yang paling dicintai karena Allah Azza wa Jalla.

Lanjut Ust. Royyan “Namun, bagi sebagian orang, mungkin berkorban adalah sesuatu yang tidak rasional, suatu hal yang tidak logis. Bagaimana mungkin, memberi dan mengorbankan harta yang telah diraih dengan susah payah. Sudah bekerja keras, banting tulang, kemudian mengorbankan untuk orang lain. Inilah mungkin logika banyak dimiliki manusia saat ini, maka pantaslah kita menyaksikan beragam krisis terjadi.”

“Bagi orang Muslim, mu’min, logika tersebut adalah logika yang salah, Bagi orang Muslim, mu’min, logika yang benar adalah Pertama,  pemberi rizki adalah Allah SWT. Kedua, orang muslim, mu’min meyakini bahwa kadar rizki setiap orang sudah ditentukan Ketiga, walaupun sudah ditentukan kadar rizki, orang muslim, mu’min faham betul bahwa rizki harus dicari dan harus diusahakan”. Jelasnya.

“Oleh karena itu, sudahkah kita mau dan siap berkorban untuk umat, untuk bangsa, untuk pondok, dan untuk universitas ini lillahita’ala. Berkorban fikiran, tenaga, harta dan perasaan. Kesiapan diri untuk berkorban sangatlah ditentukan oleh idealisme, cita-cita dan orientasi hidup kita. Bila hidup kita, kita niatkan untuk berjuang dan memperjuangkan agama Allah, maka tidaklah akan terasa berat untuk berkorban.” Ujar Ust. Royyan.

Dengan demikian Ust Royyan mengakatan bahwa hal Ini adalah masalah keyakinan, keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, besar atau kecil. Keyakinan bahwa jika kita mau memikirkan orang lain, membantu orang lain, pasti Allah SWT akan memikirkan dan membantu kita. Apalagi jika kita siap memperjuangkan agama Allah, pastilah Allah akan menjamin hidup kita dan memperjuangkan urusan kita. Inilah logika religi, logika Allah SWT.

Pribadi dengan kepasrahan total kepada Allah, dan pengorbanan maksimal dalam menjalankan tugas inilah sifat dasar seorang muslim. Dengan kepribadian ini, maka setiap orang muslim dapat mengambil contoh dari Nabi yang paling dicintainya, sehingga setiap orang muslim dapat mencontoh rasulnya dalam menjadi rahmat bagi segenap alam. Maka hanya ditangan orang muslim yang kaffah sajalah, Indonesia akan dapat dihantarkan kepada kesejahteraan, dan keadilan yang sesungguhnya. Demikian ungkap Kepala Biro Administrasi Akademik UNIDA Gontor Ust. Royyan pada Khutbah kedua.  [wafi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *