KEMENAG Gelar Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di UNIDA Gontor

KEMENAG Gelar Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di UNIDA Gontor

UNIDA GONTOR – Sebanyak 30 peserta dari 30 provinsi perwakilan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia mengikuti Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di Hall Hotel Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia berlangsung dari hari Sabtu hingga Selasa, 1-4 September 2018.

Kepala Bagian Penyelenggaran Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementrian Agama RI, Efa Ainul Falah, M.A. Dalam sambutannya saat pembukaan menjelaskan, diklat ini bertujuan agar pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia memiliki kompetensi dalam mengembangkan pondok, khususnya koperasi pondok pesantrennya. “Walaupun hanya beberapa hari diklat ini terselenggara di Gontor, tapi karena kita sudah mengemban ilmu dari Gontor, dan sudah merasakan air minumnya Gontor, kita sudah bisa disebut sebagai santri-santri Gontor”, ujar Efa Ainul Falah.

Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Rektor II UNIDA Gontor, Al Ustadz Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A. mengatakan, meskipun yang mengurusi unit-unit usaha pondok itu hanya seorang mahasiswa, walaupun tidak ada keterkaitan antara fakultas mahasiswa dengan unit usahanya, tapi itu tidak menjadi masalah, Gontor melatih jiwa kewirausahaan semua santri dan mahasiswanya. Beliau berharap semoga apa yang dilihat, dirasakan, ditimba oleh para peserta diklat dapat bermanfaat untuk membangun pondoknya masing-masing.

Acara ini dibuka oleh Al Ustadz K.H. Syamsul Hadi Abdan selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), sekaligus mengisi salah satu materi dalam diklat ini dengan tema “Mutu Pendidikan Pondok Pesantren”. Panca Jiwa Gontor –keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah, kebebasan– inilah yang Gontor gunakan untuk mendidik seluruh santrinya dan sudah Gontor pergunakan sejak awal berdirinya hingga sekarang dan untuk selamanya. Maka, nilai ini tidak boleh berubah sampai kapanpun dan siapapun pimpinannya nanti.

Selama 4 hari kedepan, seluruh peserta diklat akan mendapatkan beberapa materi di kelas, seperti Penanaman Pendidikan Kewirausahaan di Ponpes, Kurikulum dan Desain Pembelajaran Ponpes, Badan Usaha Koperasi Ponpes, Pengembangan Potensi Ekonomi dan Koperasi Ponpes serta materi praktik lapangan dengan tema Pengembangan Badan Usaha Kopontren, Jaringan Kemitraan Usaha Koperasi dan Pelayanan Prima Anggota Koperasi.

Dari materi-materi tersebut, selain pengetahuan dasar terkait perkoperasian pondok pesantren, para peserta juga sekaligus melakukan kegiatan kunjungan, meliputi melihat kegiatan produksi dengan didampingi instruktur dari staf terkait dan diawasi oleh pejabat unit usaha terkait dengan sebelumnya ada kuliah umum singkat mengenai profil dan sejarah unit usaha, kegiatan produksi, dan pengembangan unit usaha dari pihak unit usaha yang berkaitan. Semoga ilmu yang didapatkan dari diklat ini dapat diterapkan dan disosialisasikan di seluruh pondok pesantren di Indonesia. [Atika/Ed. Wafi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *