Industri Farmasi: Saatnya Manfaatkan Big Data

Industri Farmasi: Saatnya Manfaatkan Big Data

UNIDA Gontor – “Dengan adanya tantangan revolusi industri 4.0, kegiatan manufaktur perlu terintegrasi melalui penggunaan teknologi wireless dan big data secara massif,” ungkap Guru Besar Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Nurfina Aznam, SU., Apt. dalam ANEPH 2019 di UNIDA Gontor.

ANEPH (Ashaydalah National Event of Pharmacy) diadakan oleh Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa akan pengembangan kompetensi dan berbagai skill pendukung. Salah satu eventnya berupa Seminar Nasional yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa S1. Perkembangan indusri Farmasi saat ini menjadi salah satu faktor utama Farmasi UNIDA Gontor untuk mendorong mahasiswa agar mampu melebarkan sayap dan menjadi Sumber Daya Manusia yang kompetitif di Era revolusi Industri 4.0 saat ini.

Lebih lanjut Dr Nurfina juga menyampaikan materi tentang revolusi dari teknologi kefarmasian, pendistribusian, dan perubahan marketing melalui dunia digital. Ia pun berharap lulusan-lulusan perguruan tinggi dapat mengikuti perkembangan dunia revolusi industri 4.0 dengan soft skills terhadap sosial yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

Seminar Nasional kali ini menghadirkan para civitas akedemika dari berbagai latar belakang. Pada sesi pertama terdapat sambutan oleh Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A selaku Rektor UNIDA Gontor menyampaikan bahwa trend saat ini adalah obat-obatan herbal yang mulai mendominasi di kalangan masyarakat. Dengan latar belakang Syari’ah, Prof. berkisah bahwa banyak sekali keuntungan yang didapat ketika seseorang mau membekali diri dalam dunia pengobatan yang sesuai dengan Syari’ah.

Selain pendidikan, diharapkan mahasiswa juga memiliki keinginan kuat untuk terus mengembangkan diri dengan berbagai ketrampilan. Setiap orang memiliki passion yang seharusnya dapat dikelola dengan tepat. “UNIDA Gontor telah melangkah sekian tahun, dan kami akan selalu memperbaharui dan berbenah yang In shaa Allah semakin membaik untuk kemajuan UNIDA ini,” ungkap Prof. Amal.

Selain Prof. Amal, turut hadir pula Yusransyah, S. Far., M.Sc., Apt. selaku Direktur CV. Mitra Usaha Apoteker Barokah dan Dosen tetap FSF UNMA Banten. Yusransyah menyampaikan materi tentang trend halal, peluang obat-obatan herbal, dan tantangan di Industri Farmasi saat ini. Ia pun menyampaikan bahwa pengobatan apapun harus berdasarkan prinsip hukum Syari’ah agar terhindar dari hal-hal yang dapat merusak tubuh. Diakhir ia pun memberikan kesimpulan bahwa untuk saling berkolaborasi dan memperbanyaknya serta inovasi yang dapat saling membangun agar perindustrian Farmasi jauh lebih baik lagi dan hindarilah dari saling berkompetisi. Ia pun memberikan closing statement, “Yang penting bukan hasil akhir, tapi bagaimana kita tumbuh dalam prosesnya dan siapkan hati, jiwa dan raga, dan terus berdoa”, harap Yusriyansyah. Sabtu, (23/2/2019).

“Yang harus dipersiapkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yakni dengan perubahan mind set, perubahan kurikulum, kemauan untuk berubah, kerja keras, sinergi seluruh civitas akademika, yayasan dan masyarakat dan selalu berkomitmen,” ujar Guru Besar UNY, Prof. Nurfina.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekaligus menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dari industri farmasi nasional, CEO dan Founder Griya Kecantikan & SPA Putri Kedaton, Lastiani Warih Wulandari, S.E., M.M. mengatakan bahwa potensi pengembangan diri di bidang entrepreneurship di kalangan mahasiswa sangat di butuhkan dalam marketing suatu produk. Alumni UGM dalam bidang Program Kajian Pariwisata juga menuturkan untuk menjadi pengusaha handal, seseorang harus mampu untuk membaca kebutuhan pasar khususnya dalam hal produk-produk halal maupun obat-obatan herbal.

Ada 5 hal yang perlu dimiliki oleh para apoteker untuk melebarkan sayap di dunia kewirausahaan, antara lain kreatifitas dan inovasi, kemudian komunikasi, goodwill personality, serta iman dan taqwa.

Dipenghujung acara, Kaprodi Magister Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor, Dr. Kholid Muslih, M.A menyampaikan bahwa penggalakan Syari’ah perlu dikembangkan dalam hal obat-obatan walaupun perkembangan revolusi industri 4.0 akan selalu berkembang. Hal lain yang tidak kalah penting adalah adaptasi dan mengatur strategi, serta mengembangkan skill, knowledge dan Syari’ah. (Tonny Ilham)

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *