HMP PAI Adakan Seminar Pemikiran Al-Attas Bersama Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi

HMP PAI Adakan Seminar Pemikiran Al-Attas Bersama Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi

Seminar kependidikan ini dilaksanakan oleh Himpunan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam semester 3 pada tanggal 4 november 2015 bertemakan “ Peranan Naquib Al-Attas Dalam Pembaharuan Pendidikan Islam Pada Abad-21” dengan pembicara Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi. M.A.Ed., M.Phil. yang bertempatkan di Hall CIOS mulai pukul 20.00 sampai dengan 22.30. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa prodi PAI mulai dari Semester 1-5 dan juga prodi PBA semester 5 dengan jumlah 150 peserta seminar yang berjalan kondusif sebagaimana mestinya.

Seminar ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan seorang tokoh pendidikan yang pada zaman sekarang ini menjadi rujukan untuk melaksanakan program pendidikan islam yakni Prof. Naquib Al-attas mulai dari konsep pendidikannya, dan yang menjadi hal sangat penting dalam peranan beliau adalah Islamisasi Pengetahuan yang menurutnya pada zaman sekarang hilang ditelan zaman. Seakan-akan Al-Qur’an tidak ada hubungannya dengan ilmu teknologi yang berkembang saat ini. Bahkan bukan hanya itu, islam yang dulu menguasai peradaban dengan berlandaskan ilmu dihilangkan peranannya dalam pendidikan.

Dr. Hamid fahmi zarkasyi menjelaskan tentang biografi Prof. Naquib Al-attas yang lahir di Bogor pada tanggal 5 September 1931, mengenyam pendidikan dasar di Ngee Heng Johor (1936-1941), dan melanjutkannya pada madrasah al-‘Urwatu-l Wutsqa didaerah sukabumi. Dr. Hamid juga menjelaskan bahwa Naquib al-attas membangun suatu kampus dengan suasana eropa yang elegant, terlihat dari luar suasana keintelektualannya namun dibalik itu Naquib al-attas menerapkan islamisasi dalam kampus tersebut.

Naquib al-attas mempunyai konsep tentang manusia yang dimulai dari surat Al-A’raf : 172. Yang menjelaskan bahwa manusia diambil kesaksiannya ketika masih dalam kandungan. “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab “Benar, kami bersaksi (bahwa Engkau betul-betul Tuhan kami). Ini menunjukkan bahwa semua manusia terlahir bukan hanya dalam keadaan bersih melainkan telah berjanji dengan Tuhan kita ALLAH SWT tentang ketuhananNYA. Setelah lahir dalam keadaan fitrah, manusia mulai berilmu, diiringi dengan ma’rifah dan beramal untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pendidikan islam menurut Naquib Al-attas adalah suatu proses untuk menciptakan manusia yang baik dan beradab. Maka dari itu pendidikan adalah “pembibitan dan penanaman adab dalam diri seseorang yang berarti ta’dib. Karena ta’dib sudah mencakup unsur-unsur ilmu, instruksi dan pembinaan yang baik sehingga tidak perlu lagi dikatakan bahwa konsep pendidikan islam itu adalah sebagaimana yag terdapat dalam tiga serangkai konotasi tarbiyah-ta’lim-ta’dib. Dan solusi yang ditawarkan yaitu integrasi antara ilmu-ilmu naqliyah dengan ilmu-ilmu aqliyah, maka seimbang antara akal dan pedoman wahyu (Al-Qur’an dan Hadist).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *