Hati-hati dalam Penggunan Komposisi Kompos

Hati-hati dalam Penggunan Komposisi Kompos

Menggunakan kompos dengan komposisi tidak tepat, tidak akan dapat menghasilkan hasil tanaman yang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam menggunakan komposisi kompos. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Hariningsih Pratiwi yang diterbitkan di jurnal Gontor AGROTECH Science Journal menunjukan ada komposisi terbaik untuk tanaman, khususnya tanaman pakcoy.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi sayuran untuk kesehatan menyebabkan peningkatan permintaan sayuran di pasaran yang harus diikuti dengan peningkatan produktivitas komoditas tanaman sayur. Untuk menghasilkan sayuran segar, sehat dan bermutu tinggi, diperlukan penanganan yang baik mulai tahap pemilihan lokasi, benih yang unggul dan berkualitas sampai cara pemupukannya.

Salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak penggemar adalah pakcoy. Di samping rasanya yang segar dan penampilannya yang menarik. tanaman pakcoy juga memiliki umur dalam jangka waktu memanennya,  umur panen pakcoy relatif pendek yakni 40-50 hari setelah tanam dan hasilnya memberikan keuntungan yang memadai.

Selain permasalahan yang berkaitan dengan tingkat produksi pakcoy, efisiensi biaya dan pendapatan usahatani, masalah yang tak kalah pentingnya adalah kerusakan lingkungan hidup. Pada umumnya petani melakukan intensifikasi pertanian untuk meningkatkan hasil panen, yang diantaranya melalui optimalisasi pemupukan. Pupuk dapat berasal dari pupuk organik dan pupuk anorganik.

Penelitian yang dilakukan oleh Sri ini disusun dengan RAK Faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis kompos (K) yaitu: K1 (30 ton/ha), K2(40 ton/ha) dan K3 (50 ton/ha) serta faktor kedua adalah dosis EM4 (D) yaitu: D1(10 ml/l), D2 (10 ml/l) dan D3 (10 ml/l), sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kompos dan dosis EM4 pada jumlah daun pada umur 28 HST dan bobot kering total tanaman pada umur 14 HST.

Hasil tertinggi terdapat pada perlakuan dosis pupuk kompos 40 ton /ha yaitu sebesar 5,27 ton/ha, diikuti dosis kompos 30 ton/ha sebesar 4,29 ton/ha dan hasil terendah pada dosis kompos 50 ton/ha sebesar 3,62 ton/ha, sedangkan pada perlakuan dosis EM4, hasil tertinggi terdapat pada dosis EM4 20 ml/l sebesar 5,10 ton/ha, diikuti dosis EM4 30 ml/l sebesar 4,52ton/ha serta hasil terendah pada dosis EM4 10 ml/l sebesar 3,56 ton/ha. [Chaidir / Ed. Taufiq]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *