Grand Syekh Al-Azhar : Gontor Adalah Miniatur Universitas Al-Azhar, Mesir

Grand Syekh Al-Azhar : Gontor Adalah Miniatur Universitas Al-Azhar, Mesir

Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan miniatur Universitas Al-Azhar dalam upaya membentuk generasi muda Indonesia yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Gontor memiliki peran penting dalam membentuk jiwa dan pikiran moderat melalui pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan. Dimana usaha ini merupakan usaha paling berat yang sebagian besar negara Islam di dunia ini tidak mampu melaksanakannya sampai saat ini ” Ungkap Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyib, saat menyampaikan pidatonya di depan santri dan undangan acara pembukaan peringatan 90 tahun Gontor.

Beliau juga mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan nyata dari Al-Azhar dan dalam rangka mempererat hubungan dengan Pondok Modern Darussalam Gontor, maka Universitas Al-Azhar akan memberikan 50 beasiswa khusus untuk Gontor di semua Fakultas baik fakultas Agama ataupun Sains. Dan ini di luar kuota beasiswa untuk pelajar Indonesia secara umum.

Grand Syaikh Al-Azhar membuka Peringatan 90 Tahun PM Darussalam Gontor pada Kamis, 25 Februari 2016. Beliau tiba di Gontor didampingi Menteri Agama RI, Wakil Menteri Luar Negeri, Sekjen Majelis Hukama, Prof. Dr. Quraish Shihab, Dubes Indonesia untuk Mesir, Dubes Mesir untuk Indonesia, Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Azhar, dan beberapa staf.

Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Perlu diketahui bahwa PM Darussalam Gontor memiliki ikatan prinsipil dengan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir dalam metode pembelajaran. Beliau juga berharap hubungan antara kedua lembaga ini akan terus berkesinambungan. Selama ini Al-Azhar menjadi salah satu sintesa PM Darussalam Gontor, yang menggambarkan keluasan wakaf dan keabadiannya.

Hubungan antara Indonesia dan Mesir sudah terjalin sejak sebelum kemerdekaan kedua negara bahkan sebelum adanya hubungan diplomasi antar kedua negara. Yaitu dengan pengiriman mahasiswa/i Indonesia yang ingin belajar di Universitas AlAzhar yang menjadi menara ilmu, pemikiran, dan kebudayaan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi dunia. Untuk sebab itu Indonesia akan selalu menempatkan Al-Azhar dan ulamanya dalam kecintaan dan penghormatanya. Di samping itu, keteguhan Al-Azhar dalam memegang prinsip wasathiyah (moderat) dan keadilan telah mengilhami konsep pendidikan Islam di Indonesia di berbagai jenjangnya, mulai dari lembaga pendidikan Islam negeri maupun swasta termasuk di dalamnya Pondok Pesantren. ” Ucap Menteri Agama Republik Indonesia, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, saat menyampaikan sambutannya.

Selain membuka Peringatan 90 Tahun PM Darussalam Gontor, Grand Syaikh Al-Azhar juga akan memberikan kuliah umum di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Dalam pidatonya, Beliau menekankan akan pentingnya akhlak dan penghormatan kepada guru. Selanjutnya di akhir kuliah umumnya beliau mengatakan pentingnya persatuan umat muslim.

 

UNIDA Gontor saat ini memiliki 7 Fakultas dengan 17 Prodi, antara lain: Program Studi Ilmu Aqidah, Ilmu Al Quran dan Tafsir, Pend. Bhs. Arab, Hukum Ekonomi Syariah, Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis, Sastra Arab, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Agroteknologi, Teknik Informatika, Farmasi, dan beberapa prodi lainnya.

grand syekh al-azhar resmikan gedung unida gontor2

Grand Syekh al-Azhar resmikan gedung Pascasarjana UNIDA Gontor

Turut hadir dalam acara ini Kiai-kiai Pondok Alumni Gontor, Wakil-wakil Pengasuh PM Darussalam Gontor, guru senior, hingga guru-guru KMI beberapa Kampus Gontor Putra maupun Putri, serta beberapa instansi Pemerintah terkait.

Grand Syekh Al-Azhar bersama Majelis Hukama Al Muslimin telah berada di Indonesia selama 6 hari, Ahad–Jum’at, 21–26 Februari 2016, guna menghadiri serangkaian acara. Pada Senin pagi (22/02), Grand Syekh beserta rombongan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Grand Syekh juga mengadakan pertemuan dengan Mejalis Hukama Al-Muslimin di Hotel Grand Hyatt pada siangnya.

Pada Selasa (23/02), Grand Syekh memberikan kuliah umum dan pertemuan dengan para alumni Al-Azhar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dari UIN, Grand Syekh Al-Azhar meninjau Pusat Studi Al-Quran pimpinan Prof. Dr. Quraish Shihab yang juga menjadi perwakilan Indonesia di Majelis Hukama Al-Muslimin. Setelah itu, Grand Syeikh mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden di Istana Wapres.

Grand Syekh Al-Azhar juga menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penganugerahan ini diberikan dalam sidang senat terbuka pada Rabu (24/02) yang dihadiri oleh Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, di Aula UIN Malang.

Pada Kamis, (25/02), Grand Syekh bertolak mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor. Kunjungan tersebut sekaligus membuka Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. Grand Syekh beserta rombongan kembali ke Mesir pada Jumat (26/02) pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *