Prodi ini mengkaji agama-agama dengan menggunakan metode perbandingan agama berdasarkan framework Islam. Ini berarti, Islam digunakan sebagai alat untuk melihat dan menganalisa agama-agama lain, suatu pendekatan yang umum digunakan oleh agama-agama lain dalam mengkaji Islam. Sebab misi Prodi ini adalah memperluas dan meperdalam pemahaman terhadap Islam dengan memahami agama-agama lain. Dengan itu diharapkan mahasiswa dapat mengetahhui kekuatan ajaran Islam dan mampu mempertahankan ajaran Islam ketika menghadapi tantangan yang datang dari agama lain dan budaya yang merusak aqidah umat Islam.

Visi

Menjadi pusat studi perbandingan agama yang berkualitas yang mampu melahirkan sarjana mukmin muslim profesional di bidang perbandingan agama dalam rangka mewujudkan masyarakat madani.

Misi

  1. Mendalami ilmu pengetahuan agama-agama secara objektif dan kritis.
  2. Memperluas dan memperdalam pemahaman terhadap Islam dengan memahami agama-agama lain.
  3. Mengembangkan pengetahuan dasar Ushuluddin untuk menegaskan dan meyakinkan kebenaran Islam di tengah agama-agama.

Keunggulan Program Studi

Dengan mengantongi akreditasi A dari BAN PT, Prodi ini disiapkan untuk merespon tantangan pemikiran kontemporer dalam bentuk serangan terhadap aqidah berupa kristenisasi, sekularisme, liberalisme, humanisme, pluralisme, dan lain sebagainya. Secara internal, Prodi ini juga diarahkan untuk mengkaji aliran sempalan, sinkritisme, ataupun perilaku keagamaan yang menyimpang atau strategi dakwah yang tidak efektif sehingga justru menimbulkan stigma intoleran.

Mata Kuliah

Mata kuliah khusus yang ditawarkan oleh program studi ini adalah: ilmu perbandingan agama, Studi Agama-agama (Kristologi, Budhisme, Hinduisme, Judaisme), Fenomenologi agama, antropologi agama, contemporary issues in islamic thought, Madzahib Haddamah.

Profil Lulusan

Guru dan dosen; juru da’wah; pembina mental; pejabat pemerintahan di bidang keagamaan dan HAM (Kemenag, Kemenkumham); peneliti di bidang keagamaan (MUI, Arimatea, IKADI, DDII); organisator di lembaga-lembaga social keagamaan (MUI, MIUMI, DDII, IKADI); pengamat social keagamaan.