Prodi ini memfokuskan pada kajian pemikiran Islam. Pemikiran Islam adalah istilah yang merujuk kepada ilmu kalam, falsafah, tasawuf, dan bisa juga meliputi kajian filsafat hukum Islam. Meskipun kajiannya berdasarkan kepada referensi klasik yang merupakan hasil dari tradisi intelektual Islam di masa lalu, Prodi ini mengkaitkannya dengan kajian kontemporer. Artinya khazanah pemikiran Islam dikaji dalam konteks kekiniann atau sesuai dengan kebutuhan masa kini. Misi Prodi ini adalah membekali para mahasiswa pemahaman Islam yang kuat yang dapat berguna untuk mempertahankan Islam dari tantangan teologi, filsafat, ideologi, dan kultural.

Visi

Menjadi Pusat Studi Aqidah Filsafat yang berkualitas yang mampu melahirkan sarjana mukmin muslim profesional di bidang Aqidah Filsafat dalam rangka mewujudkan masyarakat madani.

Misi

  1. Mendalami ilmu Aqidah Filsafat secara objektif dan kritis.
  2. Memperluas dan memperdalam pemahaman terhadap Islam dengan memahami Aqidah Filsafat dan pemikiran Islam, sebagai bentuk kegiatan penelitian.
  3. Mengembangkan pengetahuan dasar Ushuluddin untuk menegaskan dan meyakinkan kebenaran Islam di tengah aqidah, pemikiran dan filsafat yang beragam di dalam masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat .

Keunggulan Program Studi

Prodi ini memiliki keunggulan kompetitif; mengembangkan kajian dan penelitian tentang dasar-dasar keagamaan serta pemikiran Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat; mengembangkan pola pemberdayaan masyarakat yang berbasis moral dan rasionalitas keislaman, dengan tetap mendasarkannya pada al-Qurán dan al-Hadits. Lulusan Prodi ini mampu menghadang segala pemikiran yang menyimpang maupun merusak yang dating dari umat Islam ataupun non-muslim (misionaris, orientalis).

Mata Kuliah

Mata Kuliah khusus yang diajarkan adalah: Orientalisme dan Oksidentalisme, Filsafat Islam, Islam dan Isu-isu Kontemporer, al-Qadhaya al-Kalamiyyah al-Mu’asyirah, Isu Kontemporer Filsapat Islam, Tasawuf, Madzahib Haddamah.

Profil Lulusan

Dosen; juru dakwah; pegawai (Kemenag, Kemendikbud); peneliti (MUI, DDII, IKADI); konsultan keagamaan; pengamat sosial-keagamaan.