Fakultas Ushuluddin adakan Seminar “Kritik Isu Islam Nusantara”

Fakultas Ushuluddin adakan Seminar “Kritik Isu Islam Nusantara”

Senat Mahasiwa Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Kampus Pusat Siman mengadakan seminar “Kritik terhadap Isu Islam Nusantara”, Jumat (18/9). Seminar yang diselenggarakan dalam dua sesi ini berlangsung di Gedung Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS).

Sesi pertama menampilkan makalah bertajuk “Sejarah Islam di Nusantara” yang disampaikan oleh Dr. Tiar Anwar Bachtiar, penulis buku Sejarah Nasional Indonesia Perspektif Baru untuk SMA/MA/SMK. Sementara sesi kedua yang dilaksanakan setelah shalat Jumat menampilkan makalah berjudul “Isu-Isu Islam Nusantara dan Pemikiran Liberalisasi” yang disampaikan oleh Dr. H. Sujiat Zubaidi Saleh, salah satu dosen UNIDA. Seminar dibuka oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA.

Dalam pemaparannya, Tiar Anwar Bachtiar mengungkap peran Thomas Stamford Raffles yang berusaha mengaburkan peran Islam dalam sejarah. Raffles merupakan orang yang mula-mula menulis sejarah Indonesia. Gubernur-Letnan Hindia Belanda terbesar ini, tidak adil dalam memberi porsi peran Islam dalam sejarah Indonesia. Ia justru lebih memunculkan agama Hindu, seperti simbolisasi candi guna meruntuhkan pengaruh Islam dalam sejarah. Padahal yang dihitung, jumlah candi di Indonesia lebih sedikit dari masjid. “Sebuah fakta yang membuktikan bahwa Islamlah yang sebenarnya lebih berpengaruh di Indonesia,” papar Tiar.

Seminar sehari itu dihadiri sekitar 200 mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ushuluddin yang datang dari beberapa kampus UNIDA seperti Kampus Kediri, Kampus Kandangan, Kampus Rabithah, Kampus Pusat Siman dan Kampus Mantingan. Seminar ini diharapkan menambah wawasan mahasiswa/ mahasiswi UNIDA tentang sejarah Islam di Indonesia yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *