Peresmian UNIDA Gontor

But in certain circumstances and owing to the claims of duty or the obligations.

Start

October 23, 2014 - 8:00 am

End

October 23, 2014 - 3:00 pm

Address

Bentley Campus, Perth, WA   View map
  • Sejarah gontor hingga unida

Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia. Pondok Pesantren saat in lebih dikenal dengan Pondok Gontor didirikan pada tahun 1926 oleh Tiga bersaudara yaitu K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fanani, K.H. Imam Zarkasyi, yang kemudian dikenal sebagai Trimurti. Pada awalnya, beliau bertiga membuka lembaga pendidikan rendah yang disebut Tarbiyatul Athfal.

Seiring dengan berkembangnya sekolah tingkat rendah, pada tahun 1936 pendiri pondok Gontor kemudian merintis lembaga pendidikan tingkat menengah yang disebut dengan Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI).

Sejarah berdirinya pondok Gontor merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Karena mereka hidup dalam masa penjajahan, maka bisa dikatakan bahwa perjuangan dalam mendirikan pendidikan Islam sangat tidak mudah. Banyak tantangan dan hujatan yang datang dari pihak penjajah. Bahkan ancaman pembunuhan pun seringkali dirasakan oleh pendiri pondok Gontor.

Berkat semangat juang yang tinggi dan ilmu yang berlandaskan syariat Islam, Trimurti mampu menghadapi segala bentuk penjajahan. Dan demi melanjutkan jihad di jalan Allah di bidang pendidikan, beliau sadar bahwa estafet pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada tingkat menengah. Untuk itu, pada tahun 1942 mereka mendirikan lembaga pendidikan tinggi yang disebut dengan Underbow dan Bovenbow. Akan tetapi, penjajah tidak menginginkan lembaga tersebut berkembang pesat dan menentangnya hingga akhirnya pendidikan tinggi tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Berbekal kesadaran yang tinggi akan pentingnya pendidikan Islam, Trimurti memiliki cita-cita yang tinggi dalam mencerdaskan umat Islam. Meskipun hambatan dalam perjuangan selalu ada, mereka tidak gentar untuk menghadapinya. Meskipun pada awalnya lembaga pendidikan tinggi ditentang dan dibubarkan, Trimurti tetap melanjutkan cita-citanya.

Untuk itu, pada tahun 1958, Trimurti mewakafkan Pondok Modern Darussalam Gontor kepada umat Islam. Artinya, Pondok Modern Darussalam Gontor bukan milik pribadi atau keluarga Trimurti lagi, melainkan milik umat Islam. Peristiwa tersebut tertuang dalam Piagam Penyerahan Wakaf. Di dalam piagam tersebut, Trimurti mengukir cita-cita yang tinggi untuk mengembangkan Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi Universitas Islam yang bermutu dan berarti.

Sebagai upaya mewujudkan cita-cita Trimurti, pada tahun 1963, didirikan Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) sebagai langkah awal mewujudkan cita-cita mendirikan Universitas Islam. Kemudian, pada tahun 1972, Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) berganti nama menjadi Institut Pendidikan Darussalam (IPD).

Demi terwujudnya Universitas Islam yang bermutu dan berarti, pada tahun 1992, Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan seminar dengan tema “Menuju Perguruan Tinggi Pesantren”. Acara tersebut merupakan salah satu rentetan acara peringatan 8 Windu Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dengan semakin meningkatnya kualitas dan kuantitas perguruan tinggi Institut Pendidikan Darussalam (IPD), maka pada tahun 1994, IPD berubah nama menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kampus baru ISID yang berada di wilayah Demangan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur, pada tahun 1996.

Untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi serta mewujudkan cita-cita Trimurti untuk mendirikan Universitas Islam, pada tahun 2006, diadakan seminar dengan tema “Menuju Universitas Darussalam Gontor”. Acara tersebut tergabung dalam peringatan 80 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dengan semangat yang tinggi serta kesadaran bersama akan pentingnya sebuah Universitas Islam, maka pada tahun 2013, Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam (YPTD) membentuk panitia Pendirian Universitas Darussalam. Dan demi merealisasikan cita-cita pendiri pondok Gontor, semua panitia bekerja keras secara fokus demi resminya pendirian Universitas Darussalam.

Dan berkat ridha Allah SWT dan doa serta dukungan berbagai pihak dalam proses realisasi pendirian Universitas Darussalam Gontor, pada tahun 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi mengeluarkan Izin Pendirian Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dengan nomor : 197/E/O/2014.

 

  • Model, Sistem, dan Ciri Khas 

Hingga saat ini, Pondok Modern Darussalam Gontor telah memiliki kurang lebih 60.000 santri yang tersebar di 20 cabang. Setiap tahun, Pondok Modern Darussalam Gontor meluluskan sekitar 2000 santri. Selain itu, pada saat yang sama telah berdiri kurang lebih 300 pesantren modern yang dikelola oleh alumni Pondok Gontor. Dan setiap tahunnya tercatat ada sekitar 8000 santri yang lulus dari 300 pondok yang dikelola oleh alumni Pondok Gontor.

Semua alumni dari pondok tersebut diarahkan untuk melanjutkan studi di tingkat perguruan tinggi ke UNIDA Gontor. sebagai Universitas Islam yang berbasis pesantren, UNIDA Gontor memiliki moto yaitu “Mengintegrasikan ilmu-ilmu pengetahuan alam dan kemanusiaan dengan ilmu-ilmu keislaman dalam rangka menghasilkan insan indonesia yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berfikiran bebas (kreatif-inovatif)”.

Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memiliki ciri khusus yang mungkin berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. Sistem yang berlaku di UNIDA Gontor adalah perguruan tinggi bersistem asrama dengan model pengasuhan pesantren yang selalu menanamkan jiwa-jiwa keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian (enterpreneurship), ukhuwwah islamiyah dan kebebasan.

Selain itu, UNIDA Gontor juga selalu berusaha untuk melakukan integrasi antara ilmu pengetahuan agama dan umum, serta memadukan antara kegiatan akademik dan non-akademik. Semua itu dilakukan demi membentuk pribadi-pribadi muslim yang unggul, berakhlak mulia, mandiri, dan kreatif.

Adapun pola pembelajaran yang berlaku di UNIDA Gontor bertujuan untuk menghasilkan profesional yang mampu merespon tantangan global. UNIDA Gontor juga berorientasi untuk memperoleh pengakuan internasional. Untuk mengejar target tersebut maka UNIDA Gontor menerapkan syarat yaitu semua mahasiswa wajib menguasai bahasa Arab dan Inggris secara aktif dan pasif. Hal ini diwujudkan dalam setiap proses belajar mengajar yang disampaikan dengan dua bahasa tersebut.

UNIDA Gontor juga memiliki Visi dan Misi yang jelas. Visi dari UNIDA Gontor adalah “Menjadi universitas unggulan yang mengintegrasikan sains, teknologi dan ilmu-ilmu kemanusiaan dengan ilmu-ilmu keislaman dan tetap mengikuti perkembangan zaman pada tahun 2030”.

Adapun Misi UNIDA Gontor yaitu:

  • “Melakukan islamisasi ilmu pengetahuan dengan mengintegrasikan sains modern dengan prinsip ilmu pengetahuan islam yang diformulasikan berdasarkan pandangan hidup atau worldview islam.
  • Menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dalam rangka mengembangkan sains, teknologi, ilmu-ilmu kemanusiaan dari perspektif islam yang dapat merespon tantangan global
  • Berperan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui penelitian dan pengabdian masyarakat guna memajukan peradaban islam demi kesejahteraan umat dan bangsa indonesia

Dengan memiliki orientasi pendidikan yang jauh ke depan, UNIDA Gontor memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Tujuan didirikannya UNIDA Gontor adalah:

  • “Menghasilkan insan yang beriman, berakhlaq mulia, berpengetahuan luas yang mampu mengamalkan ilmunya secara kreatif dan inovatif sehingga dapat memecahkan masalah umat dan bangsa, serta sanggup berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional melalui program pendidikan diploma, sarjana, pasca sarjana, dan profesi
  • Menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berdasarkan nilai-nilai keislaman yang dapat merespon tantangan global
  • Menghasilkan penelitian yang antisipatif dan adaptif terhadap tantangan masa depan dan bermanfaat bagi umat manusia

Untuk mencapai tujuan tersebut, Universitas Darussalam Gontor menunjuk rektor, wakil rektor, dan dekan-dekan fakultas untuk membantu mewujudkan cita-cita tersebut. Adapun penanggungjawab jabatan tersebut adalah:

  • Rektor : Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.
  • Wakil Rektor 1 : Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil.
  • Wakil Rektor II : Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A.
  • Wakil Rektor III : Dr. Dihyatun Masqan, M.A.

Pada awalnya, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) telah memiliki program studi lama, di antaranya adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Aqidah Filsafat, Tafsir, Ekonomi Islam, dan Perbandingan Mahdzab dan Hukum,

Dan dengan resmi berdirinya Universitas Darussalam Gontor, telah dibuka 10 program studi baru yaitu Program Studi Ilmu Gizi, Farmasi, Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Studi Pembangunan, Manajemen Bisnis, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Teknik Informatika, Teknologi Industri Pertanian, Dan Agroteknologi.

Untuk mengembangkan kualitas mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, saat ini telah dibuka Program Pascasarjana dengan dua Program Studi yaitu Aqidah Filsafat dan Pendidikan Bahasa Arab.

Saat ini, setiap program studi yang ada di UNIDA Gontor telah didukung oleh dosen berjumlah minimal 6 orang setiap prodi dengan berkualifikasi S2 dan S3 serta latar belakang yang sesuati dengan bidang ilmu masing-masing.

Dan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi UNIDA Gontor, yang mana saat ini (18 September 2014) telah memiliki Guru Besar Pertama. Beliau adalah Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A dengan karya yang berjudul “Nahwa Ilmi al-Kalam al-Jadid” atau “Menuju Pembaharuan Ilmu Kalam”. Acara pengukuhan Guru Besar tersebut dilakukan secara bersama dengan acara Lounching atau Peresmian Universitas Darussalam Gontor yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Acara Lounching UNIDA Gontor tersebut dihadiri oleh Bapak Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Ketua Kopertais IV Wilayah Jawa Timur, Ketua Kopertis VI Wilayah Jawa Timur, Pimpinan Pondok Pesantren di Indonesia, Rektor dan Dosen Dari Universitas Negeri dan Swasta. serta Ketua Dewan Kurator Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio.

JOIN THIS EVENT