Etika Grup WA: 7 Jenis Postingan yang tidak disukai

Etika Grup WA: 7 Jenis Postingan yang tidak disukai

Etika grup WA sangatlah penting untuk anda ketahui di era digital ini. Jika anda merupakan seorang pemimpin ataupun anggota sebuah organisasi ataupun kepanitiaan, sering kali anda menggunakan grup Whatsapp sebagai media untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang di organisasi anda. Komunikasi di grup WA dapat memudahkan anda me-manage organisasi anda. Namun sebaliknya, jika anda tidak memperhatikan etika grup WA, grup WA anda justru akan menjadi boomerang bagi anda.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan sarana komunikasi Whatsapp sebagai media organizational management adalah dengan menghindari mem-posting sesuatu yang tidak disukai oleh anggota grup lainnya dan mengetahui apa yang disukai. Apa saja itu? Mari kita simak satu persatu.

Etika Grup WA: 7 postingan yang tidak disukai


etika grup wa

1. Postingan yang ambigu

Postingan ambigu adalah postingan yang tidak jelas apakah itu “informasi”, “instruksi”, “undangan” atau “himbauan”. Karena tidak jelas, maka orang lain dalam grup tersebut juga tidak dapat memberikan respons yang sesuai dengan yang anda harapkan dan mereka harus berpikir keras untuk memahami postingan tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, yang perlu disadari adalah; bahasa lisan dan bahasa tulisan adalah berbeda. Bahasa lisan memiliki intonasi suara yang membantu menjelaskan maksud dari sebuah kalimat. Namun dalam bahasa tulisan, informasi sepenuhnya berasal dari tulisan yang terbaca. Oleh karena itu, pastikan untuk membaca ulang sebuah informasi sebelum mem-posting-nya. Dengan kata lain, “menulislah agar tidak disalahpahami, bukan hanya agar sekedar dipahami”.

2. Instruksi yang harus segera dilaksanakan

Berbeda dengan pesan pribadi, pesan yang anda posting di Whatsapp group tidak selamanya muncul di notifikasi orang yang anda tuju. Sebagian besar orang mematikan pop-up notifikasi (pemberitahuan) dari grup karena mereka memiliki begitu banyak grup sehingga akan merasa sangat terganggu dengan pop-up yang akan terus muncul setiap detik.

Namun sebagian besar orang mengaktifkan pop-up notifikasi untuk private chat. Oleh karena itu, jika anda ingin memberikan instruksi yang harus dilaksanakan dalam waktu cepat (1-10 menit), adalah lebih efektif jika anda mengirimkan pesan melalui private chat (pesan pribadi). Menuliskan instruksi cepat di grup akan membuat orang tersebut merasa bersalah karena tidak membaca instruksi di grup.

Sebagai tambahan, grup selalu diisi dengan postingan baru. Jika orang tersebut belum sempat membaca instruksi anda, tulisan anda mungkin sudah terdorong ke atas dan tertutupi oleh postingan lainnya.

3. List berantai yang tidak ditujukan untuk semua orang di grup tersebut

Misalnya anda memiliki sebuah grup organisasi yang di dalamnya terdiri dari ratusan orang yang memiliki hobi dan kegemaran yang berbeda-beda. Lalu suatu hari anda memposting sebuah postingan semacam ini:

Yang ingin mengikuti kegiatan latihan volley sore ini, harap menulis namanya di bawah ini.

1. Mr A

2. Mr B

3. Mr C

4. …

5. …

Silakan dilengkapi

Lalu list itu akan berjalan terus… dan terus… dan memenuhi group tersebut sehingga anggota grup lainnya yang tidak memiliki kepentingan tidak dapat memposting hal lain dalam grup tersebut. Postingan di atas tentu saja boleh di-posting di grup “pecinta volley”, tapi bukan di grup organisasi yang sifatnya tidak terkait langsung dengan hal itu.

Lalu bagaimana jika anda membutuhkan data siapa saja yang ingin bermain volley di organisasi anda. Cukup buat postingan seperti ini.

Sore ini kita akan mengadakan latihan volley. Bagi yang tertarik, kirim pesan ke saya ya. Terima kasih.

4. Sesuatu yang sudah diposting orang lain

Kadang kala kita menerima sebuah postingan yang menarik lalu kita secara spontan membagikannya ke berbagai grup yang kita miliki. Tanpa kita sadari, sebenarnya postingan tersebut telah dibagikan oleh orang lain sebelumnya. Solusi dari permasalahan ini, selalu periksa terlebih dahulu grup WA yang akan anda tuju. Pastikan bahwa belum ada orang yang membagikan postingan tersebut sebelumnya.

5. Disturbing picture: Gambar, video ataupun tulisan yang tidak sesuai dengan value yang diyakini oleh anggota grup tersebut.

Untuk mencairkan suasana, terkadang salah seorang anggota grup memposting sebuah foto, quote, ataupun video yang menurut dia lucu atau menarik. Namun, jika tidak dipertimbangkan dengan baik, bisa jadi postingan itu justru menimbulkan awkward moment karena orang-orang di dalam group tersebut merasa bahwa postingan itu tidak pantas.

Sebagai tambahan, disturbing picture bukan hanya akan membuat suasana tidak nyaman di grup, namun juga dapat menjatuhkan reputasi anda dan menunjukkan bahwa anda tidak memahami etika grup WA.

6. Berdebat

Tidak diragukan lagi, berdebat di grup (apalagi hingga berdebat panjang) adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap etika grup WA. Berdebat membuat semua orang yang berada di dalam grup tidak nyaman karena ruang yang seharusnya dapat digunakan untuk publik kini digunakan oleh beberapa orang saja untuk membuktikan bahwa dirinya benar dan orang lain salah. Jika ada permasalahan krusial yang membutuhkan penyelesaian, lebih baik dilakukan melalui pesan pribadi atau lebih baik lagi dengan bertemu dan berdiskusi secara langsung.

7. Membuka kesalahan orang di depan semua orang

Last but not least, ini salah satu jenis postingan yang paling tidak disukai orang. Jika kita menemukan sebuah kesalahan, bantulah orang tersebut untuk memperbaikinya dengan mengirimkan private chat padanya, bukan dengan mengumbar kesalahannya di muka semua orang.

Memang sesekali, jika kesalahan ini telah terjadi berulangkali dan bukan karena ketidaksengajaan, bisa saja kita memposting di grup. Memposting kesalahan di grup juga bisa dilakukan jika memang semua orang perlu mengetahui kesalahan itu agar mereka tidak melakukan kesalahan yang sama. Namun selagi masih memungkinkan, kirimlah pesan pribadi kepada yang bersangkutan,

Etika Grup WA: 7 Postingan yang disukai


1. Interaktif

Dalam grup, salah satu postingan yang sesuai dengan etika grup wa adalah postingan yang interaktif. Postingan yang interaktif adalah postingan yang bersifat menanggapi apa yang sedang dibicarakan di dalam grup. Jika anda memberikan data tambahan atas apa yang sedang dibicarakan di grup, atau memberikan video yang menambah keterangan atas apa yang sedang dibicarakan, anda akan tampak sebagai seseorang yang memiliki etika dan dapat berinteraksi dengan baik dengan orang yang berada di grup.

2. Menginspirasi

Dalam kehidupan, sering kali kita mengalami naik dan turun, senang dan sedih. Sebuah postingan sederhana yang menginspirasi; baik berbentuk foto, video, maupun kata-kata bisa jadi dapat menyemangati seseorang untuk bersyukur atas apa yang dimilikinya ataupun bersemangat dalam beribadah maupun dalam menyelesaikan tugasnya.

3. Efektif & mudah dipahami

Adalah sangat menyenangkan anggota grup Whatsapp jika hal yang kita posting di grup efektif dan mudah dipahami. Efektif berarti tidak bertele-tele; singkat, padat dan fokus kepada inti dari pesan. Dengan mempertimbangkan banyaknya grup Whatsapp yang dimiliki setiap orang, adalah bijaksana jika kita membuat postingan kita seefektif mungkin. Postingan yang mudah dipahami adalah yang tidak ambigu dan tidak menggunakan bahasa ataupun istilah yang tidak familiar dengan anggota grup Whatsapp tersebut.

4. Aktual dan relevan

Meskipun ini sebenarnya adalah salah satu prinsip dalam penulisan berita, aktual dan relevan juga dapat dianggap sebagai salah satu bagian dari etika grup WA. Hal ini karena saat kita memposting sesuatu yang sudah kadaluarsa ataupun tidak relevan, hal itu akan menciptakan ketidaknyamanan bagi anggota grup lainnya.

5. Terverifikasi

Sangat disayangkan, terkadang kita menemukan sebuah informasi yang belum terverifikasi validitasnya. Dalam surat An-Nisa ayat 94 dan Al-Hujurat ayat 6, Allah menegaskan kepada kita untuk selalu ber-tabayyun saat kita mendapatkan sebuah informasi. Tabayyun sendiri berasal dari bahasa Arab dengan kata kerja tunggal tabayyan yang dalam kamus al-Maani dijelaskan berarti terang, jelas, dan yakin akan kebenaran dalilnya.

Dengan ber-tabayyun, kita terhindar dari kesalahan dalam mengambil keputusan. Bagaimana cara memverifikasi informasi sebelum kita memposting? Telitilah terlebih dahulu siapa yang menyampaikan informasi tersebut. Apakah sumbernya terpercaya atau tidak. Jika memang sumbernya tidak terpercaya, tinggalkan.

6. Tidak berlebihan

Perlu digarisbawahi bahwa meskipun kita ingin memposting sesuatu yang inspiratif, aktual dan relevan, kita juga harus tetap menahan diri untuk tidak berlebihan dalam memposting sesuatu. Hal ini agar kita tidak tampak terlalu mendominasi percakapan di dalam grup. Beri ruang dan waktu bagi orang lain untuk memposting hal lain dan juga mencerna apa yang kita kirimkan.

7. Santun

Akhirnya, untuk melengkapi etika grup whatsapp ini, mari kita selalu bersikap santun di dalam grup whatsapp. Salah satu bentuk kesantunan adalah; yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Meskipun tidak bertatap muka langsung, grup whatsapp sejatinya adalah ruang publik dimana kita bertemu dan bersikap dengan baik dan penuh dengan etika.

Kesantunan tentu memiliki definisi yang terkadang sedikit berbeda pada tiap budaya maupun rentang usia yang berbeda. Meskipun demikian, usahakan tetap berusaha untuk memahami standar kesantunan dan etika dari anggota grup wa tersebut.

Poin penting tentang grup Whatsapp

  • Hal yang bersifat pribadi tidak perlu di-share di grup. Hal ini Karena sesuatu yang dibagikan di grup adalah untuk kepentingan organisasi.
  • Jaga spirit persaudaraan dan kekeluargaan. Meskipun tidak terkait langsung dengan organisasi, informasi yang sifatnya kekeluargaan seperti adanya anggota organisasi yang menikah, melahirkan, sakit, terkena musibah ataupun berita keluarga lainnya, dalam mayoritas situasi tetap layak untuk di-share mengingat banyak organisasi yang bersifat kekeluargaan.
  • Buatlah kesepakatan di dalam grup. Untuk meningkatkan kenyamanan, buatlah kesepakatan tentang apa fungsi dari grup dan apa saja yang boleh atau tidak boleh di-share.
  • Tutup grup kepanitiaan lama. Agar tidak menggantung, grup kepanitiaan yang sudah selesai segala urusannya lebih baik untuk ditutup secara baik dan resmi.
  • Mintalah izin atau beri pemberitahuan sebelum memasukkan ke grup whatsapp. Kepada yang lebih senior, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu. Adapun kepada yang sebaya ataupun lebih muda, sampaikan pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Gunakan emoticon dengan bijak. Emoticon dapat membantu untuk menjelaskan intonasi dan mood dari pembicaraan.
    Jika diperlukan, gunakan seperlunya dengan bijak.

Catatan akhir terkait etika grup WA

Pesatnya perkembangan teknologi membuat kita terkadang melupakan nilai dan etika. Namun jika kita selalu bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu serta selalu memohon hidayah dari Allah SWT, maka Allah akan selalu memberi petunjukNya dan membimbing kita untuk selalu bersikap dengan arif.

Dalam menjalankan etika ini, sebagai manusia terkadang kita lupa, silap, ataupun khilaf. Terkadang kita memiliki waktu yang sangat terbatas dan berada pada kondisi emosi yang kurang stabil karena padatnya pekerjaan sehingga kita lupa beretika. Oleh karena itu, tugas kita semua adalah saling mengingatkan dengan santun jika diantara rekan kita masih belum memahami atau menerapkan etika ini.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada poin etika lain yang belum dibahas dalam tulisan ini, silakan dituliskan di kolom komentar.


Artikel ini ditulis oleh M. Taufiq Affandi, S.H.I., M.Sc., dosen Universitas Darussalam Gontor, penulis “The Ethics of Advertising in Islamic Economics”. Ia adalah lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam Gontor (S1), dan Hamad Bin Khalifa University, Qatar Foundation (S2).

Editor:

Ahmad Kali Akbar, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab UNIDA Gontor

M. Rifa’i, M.I.Kom, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor

M. Faqih Nidzom, M.Ag., dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor

Artikel dan Berita Terkait Etika Grup WA

Bahas Etika dan Regulasi Media Massa, Prodi Ilkom UNIDA Gontor gandeng Kepala KPI Jawa Timur

Tiga Waktu, Seorang Pengembara

KISAH KHALIFAH UMAR DAN 2 PEMUDA

Waktu: Sebuah Janji

Konsep Kebahagiaan dalam Islam

Contoh poster inspiratif yang sesuai etika grup WA

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *