Edi Mancoro dan Al-Irsyad Terima Kedatangan PKU VIII di Salatiga

Edi Mancoro dan Al-Irsyad Terima Kedatangan PKU VIII di Salatiga

SALATIGA–Perjalanan Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sampai ke Salatiga. Selasa (24/2) pagi, dua peserta PKU VIII diminta menyampaikan materi dalam workshop bertema tantangan pemikiran Islam di Pondok Pesantren Edi Mancoro. Siangnya, rombongan berpindah ke SMA Al-Irsyad Salatiga dengan menggelar workshop khusus bertema pendidikan.

Kedua pembicara di Pondok Pesantren Edi Mancoro adalah Abdul Wahid dan Ahmad Sofyan Hadi. Wahid membawakan materi berjudul “Pluralisme dalam Pandangan Agama-agama di Indonesia”. Menurut hasil kajiannya, pluralisme tidak diterima agama-agama di Nusantara ini karena mencoba menghilangkan identitas tiap-tiap agama. Pluralisme mencoba menyamakan konsep ketuhanan setiap agama yang berpijak pada teori relavitas kebenaran. Sedangkan Sofyan menjelaskan bagaimana paham pluralisme bertransformasi menjadi paham multikulturalisme yang berusaha mengikis keimanan umat Islam. Materi yang ia bawakan berjudul “Problem Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam”.

Di Al-Irsyad, M. Aqil Azizy menerangkan materi berjudul “Liberalisasi Kurikulum Pendidikan”. Secara lugas, Aqil memaparkan sejauh mana paham liberalisme telah merasuk ke dalam buku-buku pelajaran sekolah. Bahkan, Aqil menemukan sebuah buku pelajaran yang memuat materi tentang gaya berpacaran secara sehat. Materi benar-benar tidak mendidik dan jelas dapat merusak moral anak didik sekaligus bertentangan dengan ajaran Islam, yang melarang umatnya untuk mendekati perbuatan zina dengan dalih apapun juga.*elk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *