Dr. Hamid: Universitas Afro-Asia Bangun Karakter

Dr. Hamid: Universitas Afro-Asia Bangun Karakter

UNIDA GONTOR – “Universitas dan Perguruan-perguruan tinggi di Asia Afrika memiliki peranan penting dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama. Dengan ini, universitas dan perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat mengembangkan ilmu pengetahuan. Tapi, juga sebagai tempat untuk membangun moral.” Demikian ungkap Dr. Hamid dalam keynote speech-nya. “Problem utama di era sekarang ini ialah universitas hanya mengajarkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan tidak mementingkan untuk membangun moral dan karakter.”

Usai pembukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ahad (22/7) acara International Conference AAUF dilanjutkan dengan Plenary Session yang dilaksanakan di Hall Utama Gedung Terpadu Universitas Darussalam Gontor. Konferensi ini menghadirkan 4 orang keynote speech dan dimoderatori oleh Dr. Nur Hadi Ikhsan, MIRKH. Keempat keynote speech ini ialah rektor dari 4 universitas berbeda, yaitu Dr Elsawey, Benha University, Egypt; Ahmad Sayyid Salman, Rektor Jaami’atu-l-Qur’an Al-Kariim wa-l ‘Uluum Al-Islaamiyyah, Sudan; Abdullah Bakhiit Shaleh, Rektor King Faishal University, Chad; dan,  Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed. M.Phil Wakil Rektor University of Darussalam Gontor.

Tema yang diusung pada konferensi kali ini ialah Peran Universitas Asia-Afrika dalam Membangun Peradaban. Dalam pidatonya Dr. Sayyid Ahmad Salman menyampaikan bahwa, pengetahuan tidak akan terlahir tanpa adanya ilmu, dan ilmu tidak akan lahir berkembang tanpa adanya ulama’. Maka, AAUF merupakan harapan agar menjadi wadah dan sarana untuk menyatukan dan mengumpulkan ulama’-ulama’ yang tersebar di Asia dan Afrika.

Konferensi ini dihadiri oleh dosen-dosen dari beberapa kampus di Indonesia. Hadir pula mahasiswa UNIDA Gontor dan beberapa Universitas yag ada di Indonesia. Selain itu, peserta Program Kaderisasi Ulama juga turut hadir. Hall yang berkapasitas 500 kursi ini pun membludak dikarenakan banyaknya peserta yang ingin menghadiri konferensi ini.

Diakhir konferensi, Dr. Nur Hadi mengintisarikan bahwa saat ini Asia Afrika masih diduduki kolonialisme. Bukan dalam bentuk fisik, tapi dalam pendidikan dan akademik. [Fikrul/Ed. Wafi, Taufiq]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *