Dosen Prodi IlKom UNIDA Gontor Ikuti Workshop CSR Profesional Training di Surabaya

Dosen Prodi IlKom UNIDA Gontor Ikuti Workshop CSR Profesional Training di Surabaya

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Darussalam Gontor aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM). Keikutsertaan Prodi Ilmu Komunikasi sebagai peserta “Workshop CSR Profesional Training” diwakili oleh Bapak Abdullah, M.I.Kom. dan Ferry Indra Sukma, M.I.Kom. merupakan langkah awal agar prodi ini diketahui dan dikenal keberadaannya. Workshop yang diadakan pada tanggal 3-4 November 2015 di Hotel Santika Premiere Surabaya tersebut mendatangkan pembicara dari PT. Amerta Pijar Indonesia dengan Inst. Setio Budi, Inst. Teguh Mudjiono, dan Inst. Riza Primahendra.

Acara yang diikuti oleh 20 orang termasuk dosen dan praktisi bertujuan untuk memahami lebih dalam dan profesional tentang CSR, dengan materi:

  1. Konsep, Histori dan konteks CSR
  2. Social Assessment & Audit
  3. CSR Program Planning
  4. CSR Program Approach
  5. CSR Planning (Simulasi)
  6. CSR Reporting
  7. Communication Strategy
  8. CSR Evaluation & Case Study

Penerapan program CSR merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good Coporate Governance). Diperlukan tata kelola perusahaan yang baik, agar perilaku pelaku bisnis mempunyai arahan yang bisa dirujuk dengan mengatur hubungan seluruh kepentingan pemangku kepentingan (stakeholders) yang dapat dipenuhi secara proporsional, mencegah kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi korporasi dan memastikan kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.

 

Dengan pemahaman tersebut, maka pada dasarnya CSR memiliki fungsi atau peran strategis bagi perusahaan, yaitu sebagai bagian dari manajemen risiko khususnya dalam membentuk katup pengaman sosial (social security).   Selain itu melalui CSR  lembaga juga dapat membangun reputasinya, seperti meningkatkan citra organisasi.

 

Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa CSR berbeda dengan charity atau sumbangan sosial. CSR harus dijalankan di atas suatu program dengan memerhatikan kebutuhan dan keberlanjutan program dalam jangka panjang. Sementara sumbangan sosial lebih bersifat sesaat dan berdampak sementara. Semangat CSR diharapkan dapat mampu membantu menciptakan keseimbangan  antara perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Pada dasarnya tanggung jawab sosial  perusahaan ini diharapkan dapat kembali menjadi budaya bagi bangsa Indonesia khususnya, dan masyarakat dunia dalam kebersamaan mengatasi masalah sosial dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *